HIDAYATULLAHJABAR.COM, BEKASI—Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Hidayatullah Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat, menggelar Training Public Speaking bagi santri dan alumni pada Ahad (20/09/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta keberanian santri dalam menyampaikan gagasan di hadapan publik.
Dalam sambutannya, pengasuh Pesantren Hidayatullah Pebayuran Bekasi, Ustadz Muhammadilis Karyadi, Al-Hafizh, mengatakan kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki para santri.
“Kegiatan ini dirancang untuk membekali para santri dengan kemampuan berkomunikasi secara efektif, membangun rasa percaya diri, serta melatih keberanian tampil dan menyampaikan gagasan di hadapan orang lain,” ujarnya.
Komunikatif, Menarik, dan Mudah Dipahami
Menurutnya, keterampilan berbicara di depan umum juga dapat menjadi bekal bagi santri dalam menyampaikan ilmu, berdakwah, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, menjadi generasi penghafal al-Qur’an tidak hanya membutuhkan hafalan yang kuat dan wawasan yang luas. Para santri juga perlu memiliki kemampuan menyampaikan nilai-nilai al-Qur’an dengan bahasa yang baik, komunikatif, menarik, dan mudah dipahami.
Training tersebut diikuti 25 peserta yang terdiri atas santri tingkat SMP dan SMK serta alumni Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Hidayatullah Bekasi.
Kehadiran para alumni turut memberikan pengalaman tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sebagian dari mereka telah terjun ke tengah masyarakat dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
Panitia menghadirkan Syukur Sudani Hulu, S.E., M.M., C.PS., sebagai pemateri. Dengan pendekatan yang interaktif, materi public speaking disampaikan melalui perpaduan teori dan praktik.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknik berbicara di depan umum, tetapi juga memperoleh kesempatan mempraktikkan secara langsung materi yang disampaikan.
Perlu Latihan
Menurut Syukur Sudani Hulu, kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan yang perlu terus dilatih, khususnya bagi santri yang kelak akan berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, percaya diri, dan dapat dipahami oleh orang lain,” ujarnya.
“Bagi santri, kemampuan ini menjadi penting karena ilmu dan nilai-nilai al-Qur’an yang mereka miliki perlu disampaikan dengan cara yang baik dan komunikatif,” imbuhnya.
Ia juga mendorong para santri untuk tidak takut melakukan kesalahan ketika berlatih berbicara di depan umum. Menurutnya, keberanian untuk tampil merupakan bagian penting dari proses membangun kepercayaan diri.
“Jangan takut salah ketika berbicara. Yang terpenting adalah berani memulai, terus berlatih, dan mau melakukan evaluasi. Semakin sering seseorang berlatih, semakin baik pula kemampuan komunikasinya,” katanya.
Syukur menambahkan, santri memiliki potensi besar untuk menjadi komunikator dan dai yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
“Karena itu, kemampuan komunikasi perlu berjalan seiring dengan kekuatan ilmu, hafalan al-Qur’an, dan akhlak,” pungkasnya.
Peserta mengaku puas dan merasa berkesan. Mereka mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Selain menambah pemahaman mengenai teknik komunikasi, juga untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri ketika tampil di hadapan orang lain.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Hidayatullah Pebayuran berharap para santri tidak hanya memiliki kedekatan dengan al-Qur’an, tetapi juga mampu tampil percaya diri, berkomunikasi secara baik, serta menyampaikan kebaikan kepada masyarakat dengan penuh hikmah.*
Redaktur: Dadang Kusmayadi


