penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung
KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ
لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Islam bukan sekadar identitas atau
warisan keluarga, tetapi pilihan iman yang benar, berdasarkan wahyu Allah ﷻ.
Allah ﷻ memerintahkan orang-orang
beriman agar masuk ke dalam Islam secara total sebagai agama, keyakinan, dan
jalan hidup.
Allah ﷻ berfirman dalam Quran Surat
Al-Baqarah ayat 208
يٰٓأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا
فِى السِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ إِنَّهٗ لَكُمْ
عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai orang-orang yang
beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah
mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata
bagimu."
Lalu mengapa harus Islam? Al-Qur’an menjelaskan dengan sangat tegas
mengapa manusia harus memilih Islam sebagai agama dan jalan hidupnya.
5 ALASAN MEMILIH ISLAM
1. Karena Islam adalah satu-satunya agama yang
benar di sisi Allah
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْإِسْلَامُ
"Sesungguhnya agama di sisi
Allah hanyalah Islam."
(QS Āli ‘Imrān: 19)
Allah ﷻ tidak pernah menyebut agama
yang benar di sisi-Nya selain Islam. Karena itu, siapa pun yang mencari
kebenaran di luar Islam, maka ia tidak akan menemukannya.
2. Karena Islam adalah agama yang sempurna dan
diridhai Allah.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ
وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِيْنًا
"Pada hari ini telah Aku
sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Aku ridai Islam sebagai agamamu."
(QS Al-Mā’idah: 3)
Islam adalah agama yang sempurna.
Seluruh aspek kehidupan telah diatur: akidah, ibadah, akhlak, sosial, hingga
muamalah. Memilih Islam berarti memilih agama yang lengkap dan diridhai Allah.
3. Karena selain Islam tidak akan diterima
oleh Allah.
وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ
دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
"Barangsiapa mencari agama
selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk
orang-orang yang rugi."
(QS Āli ‘Imrān: 85)
Ayat ini menegaskan bahwa amal,
kebaikan, dan ibadah tidak akan bernilai di sisi Allah dan akan berakhir dengan
kerugian bila tidak dibangun di atas Islam.
4. Karena Islam adalah petunjuk dari Allah
bagi orang yang dikehendaki-Nya.
فَمَنْ يُرِدِ اللّٰهُ أَنْ يَّهْدِيَهٗ
يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْإِسْلَامِ
"Barangsiapa yang Allah
kehendaki mendapat petunjuk, niscaya Dia lapangkan dadanya untuk menerima
Islam." (QS Al-An‘ām: 125)
فَإِنْ أَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا
"Jika mereka masuk Islam,
sungguh mereka telah mendapat petunjuk." (QS Āli
‘Imrān: 20)
Masuk Islam bukan semata-mata
kecerdasan atau logika, tetapi karunia hidayah dari Allah. Orang yang menerima
Islam berarti sedang mendapatkan nikmat terbesar: petunjuk menuju keselamatan.
5. Karena Islam adalah cahaya bagi orang yang
dilapangkan hatinya
أَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْإِسْلَامِ
فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ
اللّٰهِ ۗ أُولٰٓئِكَ فِىْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
“Maka apakah orang yang Allah
lapangkan dadanya untuk menerima Islam lalu dia berada di atas cahaya dari
Tuhannya (sama dengan yang lain)? Maka celakalah orang-orang yang keras hatinya
dari mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (QS Az-Zumar: 22)
Islam memberikan ketenangan,
kejelasan hidup, dan cahaya iman. Hati yang menerima Islam akan mudah tunduk
kepada kebenaran, sementara hati yang menolak akan keras dan berada dalam
kesesatan yang nyata.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Inilah lima alasan utama mengapa
kita memilih Islam: karena Islam adalah agama yang benar, diridhai, diterima,
menjadi hidayah, dan menjadi cahaya kehidupan.
Mari kita hidup dengan Islam secara
kaffah, hingga Allah mewafatkan kita dalam keadaan Muslim yang diridhai-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ
العَظِيْمِ
وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ
---
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
الْمَلِكِ الْحَقِّ المُبِيْنِ
يُحِقُّ الحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيُبْطِلُ
البَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ المُجْرِمُوْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُتَّقِيْنَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
dakwah Islam telah sampai ke
berbagai penjuru dunia, dan bukti-bukti kebenaran Islam telah tampak jelas
serta nyata. Tidak ada lagi alasan bagi seseorang untuk mengatakan bahwa
kebenaran itu belum sampai kepadanya.
Oleh karena itu, alangkah zalimnya
orang yang telah menerima dakwah Islam, mengetahui kebenarannya, namun tidak
mau mengikuti jalan kebenaran tersebut. Bahkan ia justru memilih jalan
kebohongan, sehingga tertutup dari petunjuk Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an
Surat Ash-Shaff ayat 7
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى
اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰٓى إِلَى الْإِسْلَامِ ۚ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ
الظّٰلِمِيْنَ
"Siapakah yang lebih zalim
daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, padahal dia
diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
zalim."
Maka marilah kita semua:
Ø
Mensyukuri
nikmat Islam yang merupakan karunia terbesar dari Allah ﷻ,
Ø
Mengamalkan
Islam secara kaffah, dalam aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah,
Ø
Serta
senantiasa memohon kepada Allah agar meneguhkan kita di atas kebenaran dan
mewafatkan kita dalam keadaan Islam yang diridhai-Nya.
اللّٰهُمَّ اهْدِنَا وَثَبِّتْنَا عَلَى
الْإِسْلَامِ
اللّٰهُمَّ لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ
إِذْ هَدَيْتَنَا
وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً
إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللّٰهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ،
وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْنَ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ
الرَّحِيْمُ
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ
وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

