Khutbah Jumat: Menguatkan Sabar Dalam Musibah, Ibadah dan Dakwah


Oleh: Ustadz Supriatna,S.Pd*

*penulis adalah Ketua DPD Kab.Bandung

 

KHUTBAH PERTAMA:

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ

وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kita bukan hanya untuk bersabar, tetapi juga menguatkan kesabaran, meneguhkannya, dan menjadikannya bekal dalam seluruh perjalanan hidup. Allah berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Āli ‘Imrān: 200)

 

Ayat ini menunjukkan bahwa sabar adalah kekuatan iman, tanpa sabar seseorang akan mudah goyah menghadapi ujian dan tugas dari Allah.

 

Bentuk-bentuk Sabar yang Harus Kita Kuatkan adalah;

 

1. Sabar Dalam Menghadapi Musibah.

Musibah adalah ujian keimanan yang memerlukan kekuatan sabar sehingga tidak berputus asa, tidak berkeluh kesah, tetapi tetap taat dan ridha kepada Allah.

 

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

 

“Bersabarlah terhadap musibah yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang memerlukan keteguhan.” (QS. Luqmān: 17)

 

Kita semua pasti akan mendapat ujian, baik berupa: rasa takut, kesulitan ekonomi, kehilangan orang tercinta atau berkurangnya hasil usaha.

 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

 

Dan sungguh Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

 

Namun Allah menutup ayat ini dengan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar. Ini menunjukkan bahwa sabar adalah kunci keselamatan dan kemuliaan di sisi Allah.

 

2. Sabar Dalam Melaksanakan Ibadah.

Ibadah bukan sekadar amal sesaat, tetapi ketaatan yang menuntut kekuatan sabar dan istiqomah hingga akhir hayat.

 

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ

 

Dialah Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Maryam: 65)

 

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

 

Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal).” (QS. Al-Ḥijr: 99)

 

Artinya, kesabaran dalam ibadah harus dijaga sampai akhir kehidupan. Allah memerintahkan keluarga dan diri kita untuk bersabar dalam menegakkan ibadah, khususnya shalat

 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

 

Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.” (QS. Ṭāhā: 132)

 

Menjaga shalat lima waktu, tepat waktu dan khusyu, memerlukan kesabaran sepanjang hidup. Kita juga harus tetap bersabar bersama jamaah orang-orang yang taat beribadah kepada Allah.

 

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

 

Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang berdoa kepada Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 28)

 

Keselamatan dan keberkahan ada dalam kebersamaan dengan hamba-hamba Allah yang taat beribadah, meskipun mereka sederhana di mata dunia.

 

3. Sabar Dalam Bertugas Dakwah.

Dakwah tidak cukup hanya menyampaikan kebenaran, tetapi harus dikuatkan dengan kesabaran, karena penolakan, celaan dan ujian adalah bagian darinya. Jadikan para nabi sebagai teladan dalam sabar berdakwah

 

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ

 

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati.” (QS. Al-Aḥqāf: 35)

 

Para nabi dicaci, didustakan, bahkan disakiti, namun tidak pernah berhenti berdakwah. Jangan terpancing dengan cacian dan makian, tetaplah berdakwah dan berakhlak mulia

 

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

 

Bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. Al-Muzzammil: 10)

 

Jama’ah yang dirahmati Allah,

Inilah jalan hidup orang beriman:

·         Sabar dalam menghadapi musibah.

·         Sabar dalam melaksanakan ibadah.

·         Sabar dalam bertugas dakwah.

Dan akhirnya kita hanya bisa memohon pertolongan kepada Allah untuk mendapatkan kekuatan dan kesabaran.

 

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ

 

Bersabarlah, dan kesabaranmu itu hanyalah dengan pertolongan Allah.” (QS. An-Naḥl: 127)

 

Semoga kita diberi kekuatan kesabaran dari Allah

 

أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم

---

 

KHUTBAH KEDUA:

 

الحمد لله رب العالمين

الحمد لله الصبور الشكور

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم على نبينا محمد

وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Jama’ah yang dimuliakan Allah,

Ketahuilah, buah dari kesabaran adalah surga 'adn yang indah dan penuh kenikmatan yang akan dimasuki bersama keluarga dan hamba-hamba yang shaleh, Sebagaimana firman-Nya:

 

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ

وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً

وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ

أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا

وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ

وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ

سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۖ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

 

“Dan orang-orang yang bersabar karena mengharap keridhaan Tuhan mereka, melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; mereka itulah yang memperoleh tempat kesudahan yang baik.

(Yaitu) surga-surga ‘Adn yang mereka masuki bersama orang-orang saleh dari bapak-bapak, pasangan-pasangan, dan keturunan mereka; dan para malaikat masuk kepada mereka dari setiap pintu.

(Para malaikat berkata), “Salam sejahtera atas kamu karena kesabaranmu.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra‘d: 22–24)

 

Jama’ah yang dimuliakan Allah,

Mari kita kuatkan iman dan kesabaran dalam menghadapi ujian dan ketaatan agar kelak mendapatkan salam dari malaikat dan keabadian di surga.

 

اللهم إنا نسألك صبرًا جميلًا

اللهم اجعلنا من الصابرين عند البلاء

الشاكرين عند النعماء

اللهم ثبت قلوبنا على طاعتك

ربنا أفرغ علينا صبرًا وتوفنا مسلمين

وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين