*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung
Khutbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ
لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
مَّا بَعْدُ
فَياَ عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي
بِتَقْوَى الله
فَإِنَّهُ حَبْلُ الله الْـمَتِين
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
pada hari ini kita mengenang
peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra’ dan Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ
Isra’: perjalanan dari Masjidil
Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha yang ada di Palestina
Mi‘raj: dinaikkan ke langit,
bertemu para nabi, dan menerima perintah shalat lima waktu
Inilah sebuah perjalanan luar biasa
yang Allah ﷻ perjalankan hamba-Nya dalam satu malam, sebagai tanda kebesaran
dan kekuasaan-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ
لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا
حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
“Mahasuci Allah yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha
yang Kami berkahi sekelilingnya, untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari
tanda-tanda kebesaran Kami. Sungguh Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Isrā’: 1)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,
Sebelum Allah ﷻ memuliakan
Rasulullah ﷺ dengan peristiwa Isra’ Mi‘raj, beliau terlebih dahulu diuji dengan
kesedihan yang sangat berat. Istri tercinta Khadijah radhiyallāhu ‘anhā wafat,
disusul pamannya Abu Thalib, lalu dakwah beliau ditolak dan disakiti di Thaif,
sehingga tahun itu dikenal dalam sirah Nabi ﷺ sebagai ‘Āmul Ḥuzn (Tahun
Kesedihan).
Setelah Rasulullah ﷺ melewati
berbagai kesedihan itu dengan penuh kesabaran, Allah ﷻ memberikan penghiburan
dengan memperjalankan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian
membuka pintu-pintu langit dan menghadiahkan ibadah yang istimewa, yaitu shalat
lima waktu.
Dalam Hadits riwayat Bukhari dan
Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
فَفُرِضَتْ عَلَيَّ الصَّلَاةُ خَمْسِينَ
صَلَاةً فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ
فَنَزَلْتُ فَمَرَرْتُ عَلَى مُوسَىٰ
فَقَالَ: مَاذَا فُرِضَ عَلَىٰ أُمَّتِكَ؟
قُلْتُ: فُرِضَ عَلَيْهِمْ خَمْسُونَ
صَلَاةً
قَالَ: فَارْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ
التَّخْفِيفَ
فَلَمْ أَزَلْ أَرْجِعُ بَيْنَ رَبِّي
تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ وَبَيْنَ مُوسَىٰ
حَتَّىٰ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ
خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ
لِكُلِّ صَلَاةٍ عَشْرٌ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ
صَلَاةً
“Maka diwajibkan kepadaku shalat
lima puluh kali dalam sehari semalam. Aku pun turun dan bertemu Musa, lalu ia
bertanya: ‘Apa yang diwajibkan kepada umatmu?’ Aku menjawab: ‘Lima puluh
shalat.’ Ia berkata: ‘Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.’
Aku terus bolak-balik antara
Tuhanku dan Musa, hingga Allah berfirman: ‘Wahai Muhammad, shalat itu lima
waktu sehari semalam, setiap shalat bernilai sepuluh, maka itulah lima puluh
shalat.’” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Masya Allah ternyata shalat yang
kita laksanakan 5X sehari bernilai 50X, sungguh hadiah yang istimewa.
Hadirin sidang Jumat
rahimakumullāh,
karena shalat adalah ibadah yang
sangat istimewa, maka sudah sepantasnya kita melaksanakannya dengan benar dan
hati-hati
Shalat yang benar harus didirikan dengan;
1. Khusu’
Yaitu dilaksanakan karena Allah
semata, inilah shalat orang mukmin yang akan mendapat keberuntungan
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ . ٱلَّذِينَ
هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang
beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya,” (Al-Mu’minūn: 1–2)
Dan inilah shalat yang akan jadi
penolong menghadapi ujian
وَاسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ
وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
“Dan mohonlah pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sungguh, shalat itu berat kecuali bagi
orang-orang yang khusyuk.”
(QS. Al-Baqarah: 45)
2. Shalat Haafidzun
Yaitu yang memelihara shalatnya
baik dari rukun, syarat, waktu dan bacaannya. Inilah shalatnya pewaris surga
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ
يُحَافِظُونَ . أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ
فِيهَا خَٰلِدُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara
shalat-shalat mereka. Merekalah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang
akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (Al-Mu’minūn: 9–11)
Namun ada juga shalat yang dilakukan dengan
tidak benar, yaitu:
1. Shalat orang yang riya
Yaitu orang yang melaksanakan
shalat bukan karena Allah, serta dilakukan dengan malas tidak mengingat Allah. Inilah shalatnya orang munafik yang
shalatnya hanya tipuan belaka
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ
وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ
ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik
itu hendak menipu Allah, padahal Allah-lah yang membalas tipuan mereka. Dan
apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas, mereka
berbuat riya kepada manusia, dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit.” (QS. An-Nisā’: 142)
2. Shalat orang yang lalai
Yaitu orang yang shalat tapi tidak
menjaga waktu, rukun, syarat maupun bacaannya, maka inilah shalat yang tetap
membawa kecelakaan
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ . ٱلَّذِينَ
هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“Maka celakalah orang-orang yang
shalat, (yaitu) orang-orang yang mereka lalai terhadap shalatnya.” (Surah Al-Mā‘ūn: 4–5)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,
janganlah kita menyia-nyiakan
shalat yang merupakan hadiah agung dari peristiwa Isra’ Mi‘raj Rasulullah ﷺ.
Shalat bukan sekedar kewajiban, tetapi karunia langsung dari Allah ﷻ untuk umat
Nabi Muhammad ﷺ, didalamnya terdapat munajat-munajat untuk semua hajat kita.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي
ولكم
ولسائر المسلمين
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
---
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا
طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضٰى
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Peristiwa Isra’ Mi‘raj mengingatkan
kepada kita untuk selalu mensyukuri nikmat ibadah shalat dengan terus
meningkatkan kualitas shalat kita.
Orang yang benar shalatnya,
dikerjakan dengan ikhlas, khusyuk, serta dijaga rukun, syarat, dan waktunya,
niscaya akan terjaga dirinya dari perbuatan keji dan mungkar.
Hal ini ditegaskan langsung oleh
Allah ﷻ dalam firman-Nya QS. Al-‘Ankabūt: 45
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ
وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“Bacalah apa yang telah diwahyukan
kepadamu dari Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu
mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sungguh, mengingat Allah itu
lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Maka shalat yang benar akan
membentuk akhlak, menjaga perilaku, dan menjadi benteng dari kemaksiatan. Jika
shalat belum mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, maka yang perlu kita
perbaiki adalah kualitas shalat kita.
Semoga kita termasuk
hamba-hamba-Nya yang senantiasa mendirikan shalat dengan ikhlas dan khusyu.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُقِيْمِيْنَ
لِلصَّلَاةِ
وَمِنَ الْخَاشِعِيْنَ فِيْهَا
وَمِنَ الَّذِيْنَ تَنْهَاهُمْ صَلَاتُهُمْ
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى
دِيْنِكَ
وَأَحْسِنْ خَوَاتِيْمَنَا
وَتَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ
وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

