*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab. Bandung
KHUTBAH PERTAMA:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ
فَيَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ، أُوصِيكُمْ
وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِلْعِبَادِ.
وَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Alhamdulillāh, segala puji bagi
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman,
Islam, dan kesehatan, sehingga pada hari ini kita masih diberi kesempatan
melaksanakan kewajiban shalat Jum’ati.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan
kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan itulah
sebaik-baik bekal dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Sebentar lagi kita akan memasuki
bulan Ramadhan, bulan yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, dan bulan di
mana kita diperintahkan melaksanakan ibadah yang istimewa, yaitu puasa selama
satu bulan penuh.
Allah ﷻ berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ
الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ
مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang
didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar
dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu menyaksikan bulan itu,
maka hendaklah ia berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ibadah puasa adalah ibadah yang
memiliki banyak keistimewaan. Di dalamnya terbuka begitu banyak peluang bagi
kita untuk meraih limpahan pahala, ampunan, dan berbagai karunia dari Allah ﷻ
hingga mencapai taqwa.
Berikut ini keistimewaan ibadah
puasa:
1. Mengantarkan kepada Ketakwaan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
➡️ Puasa Ramadhan merupakan jalan
yang Allah ﷻ tetapkan untuk mengantarkan seorang hamba menuju ketakwaan.
2. Meraih Ampunan Dosa yang telah
lalu
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan
karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya
yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Puasa Ramadhan yang dilandasi iman
dan keikhlasan, akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.
3. Mendapat Pahala Tanpa Batas
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ،
الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:
إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam akan
dilipatgandakan pahalanya; satu kebaikan dilipatkan sepuluh hingga tujuh ratus
kali lipat. Allah Ta‘ala berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu
untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Berbeda dengan ibadah lain yang
telah ditetapkan lipatan pahalanya, puasa memiliki keistimewaan tersendiri.
Karena ia sangat bergantung pada kejujuran dan keikhlasan hamba, yang hanya
diketahui oleh Allah ﷻ. Maka Allah sendiri yang akan membalasnya tanpa batas.
4. Mendapat Dua Kebahagiaan
Rasulullah ﷺ bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ
فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
“Bagi orang yang berpuasa ada dua
kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu
Rabb-nya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
➡️ kebahagiaan pertama saat berbuka
karena telah berhasil menunaikan puasanya dengan baik. Adapun kebahagiaan yang
kedua adalah saat ia berjumpa dengan Allah ﷻ, karena melihat pahala yang tiada
tara.
5. Bau Mulutnya Lebih Harum di Sisi
Allah ﷻ
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ
عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Sungguh bau mulut orang yang
berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Bau mulut yang muncul karena
puasa, yang secara lahir terasa tidak sedap, justru menjadi keharuman yang
istimewa di sisi Allah ﷻ.
6. Memasuki Pintu Surga Khusus.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ
لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ
مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ
“Sesungguhnya di surga terdapat
sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang
berpuasa akan masuk melaluinya, dan tidak ada seorang pun selain mereka yang
memasukinya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
➡️ Ini menunjukkan kemuliaan ibadah
puasa, hingga Allah ﷻ menyiapkan pintu surga khusus bagi para pelakunya.
Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullāh,
Alangkah banyak keistimewaan ibadah
puasa ini. Maka marilah kita bersungguh-sungguh dan berusaha semaksimal mungkin
untuk meraihnya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ
اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
---
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا
طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Sidang Jum’at rahimakumullah,
Setelah kita menyimak ayat dan
hadis tentang puasa Ramadhan, sungguh begitu banyak keutamaan yang Allah ﷻ
siapkan bagi orang yang berpuasa.
Puasa mengantarkan kita kepada
derajat takwa, menjadi sebab meraih ampunan dosa, menghadirkan pahala tanpa
batas, serta menjanjikan dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan
kebahagiaan saat bertemu dengan Allah ﷻ. Bahkan bau mulut orang yang berpuasa
lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi, dan disediakan pintu khusus
di surga, yaitu pintu Ar-Rayyan.
Maka sungguh merugi orang yang
melewati Ramadhan tanpa bersungguh-sungguh meraih semua keutamaannya.
Karena istimewanya ibadah puasa
Ramadhan, maka siapapun yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa—karena
sakit atau safar—tetap diwajibkan menggantinya di hari-hari lain.
Sebagaimana firman Allah ﷻ:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ
عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Barang siapa di antara kamu sakit
atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
➡️ Ayat ini menunjukkan bahwa puasa
Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa, sehingga meskipun ada
keringanan untuk tidak berpuasa karena udzur, tetap ada kewajiban menggantinya
di luar Ramadhan.
Semoga Allah ﷻ menyampaikan umur
kita hingga Ramadhan, memberi kita kekuatan dan keikhlasan untuk berpuasa
dengan penuh iman, serta meraih pahala yang istimewa.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا
فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَاجْعَلْنَا فِيهِ مِنَ الْمُتَّقِينَ الْمَقْبُولِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا, اللَّهُمَّ
اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الْمُخْلِصِينَ، وَقِيَامَنَا قِيَامَ الْخَاشِعِينَ، وَاخْتِمْ
لَنَا بِالْحُسْنَى. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً،
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه
أجمعين
والحمد لله رب العالمين

