Khutbah Jumat : Lisan yang Diridhai Allah



Oleh: Ustadz Supriatna,S.Pd*

*penulis Adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung

 

Khutbah Pertama:

 

الحمد لله الذي أمر بطيب الكلام، ونهى عن الفحش والبذاء، أحمده سبحانه وأشكره على جزيل العطاء

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

 وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

صلوات ربي وسلامه عليه، وعلى آله وصحبه أجمعين

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد

 

Jama’ah Jum’at rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena ketakwaan adalah sebaik-baik bekal untuk kembali kepada Allah ﷻ.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ingatlah bahwa setiap ucapan yang keluar dari lisan kita akan dicatat oleh malaikat.

 

Allah ﷻ berfirman:

 

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

 

“Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS Qāf: 18)

 

Karena itu, marilah kita berhati-hati dengan ucapan. Perbanyak perkataan yang baik dan jauhilah kata-kata yang sia-sia, kasar, atau menyakiti hati orang lain.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

 

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Maka buktikan iman kita dengan menghiasi lisan dengan ucapan-ucapan yang diridhai Allah ﷻ.

 

Berikut ini adalah ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menganjurkan penggunaan kata-kata baik, yang mengantarkan lisan kepada keridhaan Allah ﷻ.

 

قَوْلًا سَدِيدًا

(perkataan yang benar)

 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا • يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS Al-Ahzāb: 70–71)

 

 Ucapan yang jujur dan benar bukan hanya menjaga hubungan antarsesama, tapi juga menjadi sebab diperbaikinya amal dan diampuninya dosa.

 

قَوْلًا كَرِيمًا

(perkataan yang mulia)

 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا … وَقُل لَّهُمَا قَوْلًۭا كَرِيمًۭا

 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak… dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.” (QS Al-Isrā’: 23)

 

 Kebaikan kepada orang tua bukan hanya dalam perbuatan, tapi juga dalam tutur kata yang lembut, sopan, dan penuh hormat.

 

قَوْلًا لَيِّنًا

(perkataan yang lembut)

 

فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًۭا لَّيِّنًۭا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

 

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS Ṭāhā: 44)

 

 Ayat ini ditujukan kepada Nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam saat diutus kepada Fir’aun untuk menyampaikan risalah Allah dengan perkataan yang lembut. Jika kepada Fir’aun saja Allah memerintahkan berkata lembut, maka kepada sesama muslim tentu lebih utama lagi menjaga kelembutan ucapan.

 

قَوْلًا بَلِيغًا

(perkataan membekas di hati)

 

 وَقُل لَّهُمْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ قَوْلًۭا بَلِيغًۭا…

 

“…dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwa mereka.” (QS An-Nisā’: 63)

 

 Ayat ini berkaitan dengan orang-orang munafik. Allah mengajarkan kita agar menyampaikan nasihat kepada mereka dengan kata-kata yang tepat agar mereka sadar. Perkataan yang baik bukan hanya indah di telinga, tetapi juga mampu mengetuk hati dan menyadarkan seseorang kepada kebenaran.

 

قَوْلًا مَيْسُورًا

(perkataan yang mudah)

 

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ٱبْتِغَآءَ رَحْمَةٍۢ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًۭا مَّيْسُورًۭا

 

“Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.” (QS Al-Isrā’: 28)

 

 Ayat ini turun berkaitan dengan adab terhadap orang miskin atau yang meminta bantuan. Jika kita belum bisa memberi bantuan, jangan menolak dengan kasar. Jawablah dengan kata yang baik dan mudah diterima.

 

قَوْلًا مَعْرُوفًا

(perkataan yang baik)

 

 وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا…

 

“... tetapi berilah mereka rezeki darinya, pakaian, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS An-Nisā’: 5)

 

 Selain memberi bantuan, perlakukanlah orang lemah dan fakir miskin dengan ucapan baik penuh kasih, bukan hinaan.

 

قَوْلٌۭ مَّعْرُوفٌۭ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌۭ مِّن صَدَقَةٍۢ يَتْبَعُهَآ أَذًى

 

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti perasaan.” (QS Al-Baqarah: 263)

 

قَوْلًا ثَقِيلًا

(perkataan yang berat)

 

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًۭا ثَقِيلًۭا

 

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS Al-Muzzammil: 5)

 

 Yang dimaksud dengan “perkataan yang berat” adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu, siapa pun yang menyampaikannya hendaknya bersikap hati-hati, berlandaskan ilmu, serta penuh tanggung jawab.

 

Kaum muslimin rahimakumullāh,

marilah kita menjaga lisan kita. Hiasilah dengan ucapan yang benar, lembut, mulia, membekas, bermanfaat, serta penuh tanggung jawab.

 

Karena dari lisanlah kebaikan dapat tersebar hingga meraih keridhaan Allah, dan dari lisan pula kehancuran dapat bermula serta menjadi jalan menuju kemurkaan Allah.

 

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

 

Khutbah Kedua:

 

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه

 كما يحب ربنا ويرضى

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

 وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Selain berbagai bentuk perkataan baik yang telah disebutkan, Allah ﷻ juga mengajarkan perkataan yang terbaik, yaitu dakwah ilallāh: menyeru manusia menuju Allah, mendorong beramal saleh, dan menyatakan diri dengan bangga sebagai seorang muslim..

 

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًۭا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

 

“Siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).” (QS Fuṣṣilat: 33)

 

 Inilah ucapan terbaik di sisi Allah: perkataan yang mengandung ajakan kepada kebaikan, menghidupkan hati, dan menyelamatkan manusia dari kesesatan.

 

Mari kita memohon kepada Allah agar senantiasa membimbing kita dalam amal dan lisan yang diridhai-Nya.

 

اللهم طهر ألسنتنا من الكذب والفحش والغضب

واجعل كلامنا طيبًا مباركًا، ووفقنا لقول الحق في الرضا واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين

اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه

ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ