*penulis adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Barat
Memasuki hari
keempat Ramadhan 2026, ujian puasa mulai terasa nyata. Rasa lapar mungkin mulai
memicu emosi, fisik mulai terasa lelah, dan kesibukan duniawi seolah tak mau
berkompromi.
Namun, tahukah
Anda bahwa di balik setiap rasa tidak nyaman itu, tersimpan sebuah
"senjata rahasia" yang jika digunakan dengan benar akan mengubah
ujian menjadi kemuliaan? Senjata itu bernama Sabar.
Sabar
Bukan Sekadar Diam, Tapi Terus Menguat
Allah SWT
memerintahkan kita dalam Surah Ali 'Imran ayat 200:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai
orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah
bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
Ayat ini menyimpan
rahasia besar. Allah tidak hanya berfirman "Ishbiru"
(bersabarlah), tapi juga "Washabiru" (kuatkanlah kesabaranmu).
Ini menegaskan bahwa sabar bukanlah kondisi yang statis atau pasif. Sabar
adalah otot mental yang harus terus dilatih, dikuatkan, dan ditingkatkan
kualitasnya setiap hari. Kemenangan hakiki hanya milik mereka yang bertahan.
Sabar:
Mesin Penghapus Dosa yang Indah
Rasulullah SAW
memberikan kabar gembira yang luar biasa dalam sebuah hadits shahih:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ
مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى
الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
"Tidaklah
seorang muslim ditimpa kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan,
bahkan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan
dosa-dosanya karenanya." (HR. Bukhari &
Muslim)
Bayangkan, saat
Anda merasakan haus yang amat sangat, atau saat lelah bekerja namun tetap harus
menemani anak belajar dengan penuh kasih sayang, di situlah dosa-dosa sedang
berguguran layaknya daun kering di musim kemarau. Sabar mengubah rasa lelah
menjadi pembersih jiwa.
Strategi
"Sabar Praktis" dalam Keseharian
Agar sabar tidak
hanya menjadi slogan, berikut langkah konkret untuk menerapkannya di rumah
maupun di tempat kerja:
- Sabar dalam Mendidik
(Parenting): Saat anak rewel
atau sulit diajak ibadah, ingatlah mereka adalah "ladang" sabar
Anda. Sabar berarti menahan lisan dari kata-kata yang melukai, lalu
menggantinya dengan doa yang lembut. Ingat, anak adalah peniru ulung
kesabaran orang tuanya.
- Sabar dalam
Ketaatan: Bangun sahur saat mengantuk
atau tetap Tarawih saat badan pegal adalah ujian konsistensi. Rahasianya?
Fokuslah pada "Hadiah" di ujung jalan: ampunan Allah dan pintu
surga Ar-Rayyan.
- Sabar dalam Lisan:
Jadikan Ramadhan sebagai masa "Rem Otomatis" untuk emosi. Jika
ada situasi yang memancing amarah, katakan dalam hati, "Inni
sho-im" (Aku sedang puasa). Jangan biarkan puasa Anda hanya
menghasilkan lapar tanpa pahala karena lisan yang tidak terjaga.
- Sabar Produktif:
Hadapi kemacetan atau cuaca yang tak menentu tanpa keluhan. Ubah waktu
"menunggu" menjadi tabungan pahala dengan dzikir atau murottal.
Inilah cara cerdas mengubah situasi sulit menjadi produktivitas iman.
Sabar
adalah Penolong
Sabar sejati
bukanlah pasrah tanpa usaha, melainkan bertahan dalam ketaatan di tengah
tekanan. Ia adalah senjata yang tidak akan pernah tumpul jika diasah dengan
shalat dan dzikir.
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ
وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
(QS. Al-Baqarah: 45)
Semoga di bulan
suci ini, Allah menganugerahkan kekuatan sabar yang seluas samudra ke dalam
hati kita semua. Mari melangkah dengan sabar, karena di ujung sana, kemenangan
besar telah menanti. Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]

