Ramadhan Hari Ke-5 : Adab di Atas Ilmu, Seni Menghormati yang Tua dan Menyayangi yang Muda


*penulis adalah  Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Barat


Di sekolah, kampus, hingga majelis taklim, kita sering kali berlomba mengejar ilmu setinggi langit. Kita bangga dengan gelar dan banyaknya informasi yang kita kuasai. Namun, ada satu kaidah besar para ulama yang sering kali terlupakan: "Al-Adabu fauqal 'Ilmi"—bahwa adab berada di atas ilmu.


Ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan. Sebaliknya, ilmu yang dihiasi dengan adab akan memancarkan cahaya serta kedamaian bagi pemiliknya maupun orang-orang di sekitarnya.


Fondasi Tauhid dan Adab kepada Orang Tua

Pentingnya adab bukanlah sekadar nilai moral biasa, melainkan perintah langsung dari Sang Pencipta. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 23:


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا... فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya... maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."


Sangat menarik untuk direnungkan bahwa perintah beradab kepada orang tua diletakkan tepat setelah perintah bertauhid kepada Allah. Hal ini menunjukkan standar fundamental: keshalihan seseorang tidak hanya diukur dari panjangnya rakaat shalat, melainkan dari seberapa lembut suara dan mulianya sikap di hadapan orang tua.


Harmoni Generasi: Kode Etik Muslim

Rasulullah SAW memberikan rumus keharmonisan masyarakat yang sangat indah melalui sebuah hadits shahih:


لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيرِنَا


"Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyanyangi yang muda di antara kami dan tidak mengerti kemuliaan orang tua di antara kami." (HR. Tirmidzi)


Hadits ini adalah "kode etik" dalam keluarga dan sosial. Sebuah tatanan di mana yang tua memberikan kasih sayang sebagai pengayom, dan yang muda memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan.


Menghidupkan Adab di Bulan Ramadhan


Ramadhan adalah momen terbaik untuk melakukan "audit" terhadap perilaku kita. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengimplementasikan adab dalam keseharian:


  1. Memuliakan yang Tua di Rumah dan Masjid: Berikan tempat duduk atau posisi terbaik bagi orang tua. Di rumah, jadikan momen berbuka dan sahur sebagai waktu berkualitas untuk mendengarkan nasihat mereka. Hindari keasyikan dengan gadget saat orang tua sedang berbicara atau berada di dekat kita.
  2. Menyayangi yang Muda dengan Kesabaran: Bimbinglah anak-anak dan remaja dengan penuh kasih. Jika mereka sedikit ramai di masjid, rangkullah dengan kehangatan, bukan dengan bentakan keras. Jika hari ini mereka merasa tidak nyaman di masjid karena sikap kasar kita, mungkin esok mereka enggan menginjakkan kaki lagi di rumah Allah.
  3. Adab dalam Berpendapat: Gunakan ilmu untuk merangkul, bukan merendahkan yang tua. Begitu pula bagi senior, jangan gunakan pengalaman untuk meremehkan semangat yang muda. Ramadhan adalah bulan untuk saling menghargai.
  4. Adab Digital di Media Sosial: Perbaiki cara berkirim pesan di grup keluarga atau media sosial. Gunakan bahasa yang santun kepada senior dan berikan motivasi yang hangat kepada adik-adik atau anak-anak kita.

Bekal Terbaik adalah Takwa yang Beradab

Ilmu mungkin bisa membawa kita menjadi orang hebat yang dikenal dunia, tapi adablah yang akan menjadikan kita orang baik yang dicintai penduduk langit. Mari jadikan Ramadhan ini sebagai madrasah untuk memperbaiki hubungan.


Jika adab ini tegak, rumah kita akan sejuk, masjid kita akan makmur, dan bangsa kita akan bermartabat. Ingatlah prinsip dalam QS. Al-Baqarah: 197:


وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ


“Berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”


Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita untuk menjadi pribadi yang kaya akan adab dan kemuliaan akhlak. Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]