Di sekolah,
kampus, hingga majelis taklim, kita sering kali berlomba mengejar ilmu setinggi
langit. Kita bangga dengan gelar dan banyaknya informasi yang kita kuasai.
Namun, ada satu kaidah besar para ulama yang sering kali terlupakan: "Al-Adabu
fauqal 'Ilmi"—bahwa adab berada di atas ilmu.
Ilmu tanpa adab
hanya akan melahirkan kesombongan. Sebaliknya, ilmu yang dihiasi dengan adab
akan memancarkan cahaya serta kedamaian bagi pemiliknya maupun orang-orang di
sekitarnya.
Fondasi
Tauhid dan Adab kepada Orang Tua
Pentingnya adab
bukanlah sekadar nilai moral biasa, melainkan perintah langsung dari Sang
Pencipta. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 23:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا
تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا... فَلَا تَقُلْ لَهُمَا
أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
"Dan
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya... maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia."
Sangat menarik
untuk direnungkan bahwa perintah beradab kepada orang tua diletakkan tepat
setelah perintah bertauhid kepada Allah. Hal ini menunjukkan standar
fundamental: keshalihan seseorang tidak hanya diukur dari panjangnya rakaat
shalat, melainkan dari seberapa lembut suara dan mulianya sikap di hadapan
orang tua.
Harmoni
Generasi: Kode Etik Muslim
Rasulullah SAW
memberikan rumus keharmonisan masyarakat yang sangat indah melalui sebuah
hadits shahih:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ
لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيرِنَا
"Bukanlah
termasuk golongan kami orang yang tidak menyanyangi yang muda di antara kami
dan tidak mengerti kemuliaan orang tua di antara kami."
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini adalah
"kode etik" dalam keluarga dan sosial. Sebuah tatanan di mana yang
tua memberikan kasih sayang sebagai pengayom, dan yang muda memberikan
penghormatan sebagai bentuk penghargaan.
Menghidupkan
Adab di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah
momen terbaik untuk melakukan "audit" terhadap perilaku kita. Berikut
adalah beberapa langkah untuk mengimplementasikan adab dalam keseharian:
- Memuliakan yang Tua
di Rumah dan Masjid: Berikan tempat
duduk atau posisi terbaik bagi orang tua. Di rumah, jadikan momen berbuka
dan sahur sebagai waktu berkualitas untuk mendengarkan nasihat mereka.
Hindari keasyikan dengan gadget saat orang tua sedang berbicara
atau berada di dekat kita.
- Menyayangi yang Muda
dengan Kesabaran: Bimbinglah
anak-anak dan remaja dengan penuh kasih. Jika mereka sedikit ramai di
masjid, rangkullah dengan kehangatan, bukan dengan bentakan keras. Jika
hari ini mereka merasa tidak nyaman di masjid karena sikap kasar kita,
mungkin esok mereka enggan menginjakkan kaki lagi di rumah Allah.
- Adab dalam
Berpendapat: Gunakan ilmu untuk merangkul,
bukan merendahkan yang tua. Begitu pula bagi senior, jangan gunakan
pengalaman untuk meremehkan semangat yang muda. Ramadhan adalah bulan
untuk saling menghargai.
- Adab Digital di
Media Sosial: Perbaiki cara berkirim pesan di
grup keluarga atau media sosial. Gunakan bahasa yang santun kepada senior
dan berikan motivasi yang hangat kepada adik-adik atau anak-anak kita.
Bekal
Terbaik adalah Takwa yang Beradab
Ilmu mungkin bisa
membawa kita menjadi orang hebat yang dikenal dunia, tapi adablah yang akan
menjadikan kita orang baik yang dicintai penduduk langit. Mari jadikan Ramadhan
ini sebagai madrasah untuk memperbaiki hubungan.
Jika adab ini
tegak, rumah kita akan sejuk, masjid kita akan makmur, dan bangsa kita akan
bermartabat. Ingatlah prinsip dalam QS. Al-Baqarah: 197:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ
خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
“Berbekallah
kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Semoga Allah
senantiasa membimbing hati kita untuk menjadi pribadi yang kaya akan adab dan
kemuliaan akhlak. Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]

