Khutbah Jumat: Hidup Diantara Tiga Waktu

 


*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung


KHUTBAH PERTAMA:

 

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ

وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أمابعد

فياعبادالله اوصيكم و نفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya mengingatkan terlebih dahulu kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah, Mari kita sama-sama meningkatkan takwa kepada Allah Ta’ala,

Yaitu melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

 

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hidup kita tidak bisa lepas dari tiga waktu:

1. Waktu yang sudah lampau.

2. Waktu yang sedang dijalani.

3. Waktu yang akan datang.

 

🔹 Pertama: Waktu yang sudah lampau.

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 

لِّـكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَا تَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرِ 

 

"Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri," (QS. Al-Hadid: 23)

 

 Artinya, Kegagalan tidak usah dijadikan kesedihan berlarut-larut apalagi sampai putus asa, karena itu adalah ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan dijadikan pelajaran.

 

Demikian pula keberhasilan tidak usah dijadikan kebanggaan apalagi kesombongan tapi disyukuri karena itu karunia Allah yang patut kita syukuri, dipertahankan bahkan ditingkatkan.

 

Jika kita pernah berbuat dosa dan pasti semua pernah berbuat dosa jangan hanya menumpuk penyesalan, tetapi segeralah bertaubat. Karena Allah Maha Pengampun.

---

 

🔹 Kedua: Waktu yang sedang dijalani

 

Allah berfirman:

 

وَالْعَصْرِ • إِنَّ الْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ • إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”(QS. Al-’Asr:1-3)

 

 Ini menunjukkan bahwa sekarang adalah waktu paling penting.

Saat inilah yang akan menentukan nasib kita di dunia dan akhirat.

Kalau sekarang diisi dengan amal sholeh, kita akan mendapat ganjaran baik.

Kalau sekarang hanya diisi dengan hal sia-sia, maka kita akan merugi.

 

Allah juga berfirman

 

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

 

👉 Ayat ini menegaskan bahwa kita harus menggunakan waktu sekarang untuk mempersiapkan bekal akhirat.

---

 

🔹 Ketiga: Waktu yang akan datang.

 

Allah berfirman:

 

وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۭ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًۭا ۖ

 

"Tidak ada satu jiwa pun yang tahu apa yang akan terjadi esok." (QS. Lukman:34)

 

Kita sering berkhayal tentang masa depan, dan lalai terhadap waktu sekarang.

Padahal hari esok belum tentu jadi milik kita.

 

Allah juga berfirman:

 

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَاىْءٍ إِنِّى فَاعِلٌۭ ذَٰلِكَ غَدًا • إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ

 

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: ‘Aku pasti melakukan itu besok,’ kecuali dengan menyebut ‘Insya Allah.’” (QS. Al-Kahfi: 23-24)

 

👉 Ayat ini mengingatkan bahwa masa depan penuh dengan rahasia.

Maka kita harus menyiapkan diri sekarang, sambil selalu mengucap “Insya Allah” dalam setiap rencana.

 

Karena itu, mari kita gunakan waktu yang Allah beri dengan amal sholeh, silaturahmi, ibadah, dan kebaikan, supaya hidup kita bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

 

Dengan "Belajar dari Masa Lalu, Beramal di Masa Kini, dan Bersiap untuk Masa Depan” In syaa Allah hidup kita akan terarah menuju yang lebih baik

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ

 فَاسْتَغْفِرُوْهُ

إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 


KHUTBAH KEDUA:

 

الحمد لله الذي جعل الليل والنهار

خلفةً لمن أراد أن يذّكر أو أراد شكورًا

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على محمد

وعلى آله وأصحابه أجمعين

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kesimpulan khutbah ini adalah:

 

Jangan bersedih terhadap waktu yang sudah berlalu. Karena sudah berlalu, tidak akan kembali lagi.

 

Jangan menyia-nyiakan waktu sekarang. Karena saat ini yang nyata ada, yang bisa dipakai beramal.

 

Jangan terlalu berangan-angan tentang waktu yang akan datang. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

اغتنم خمسًا قبل خمس: شبابك قبل هرمك

وصحتك قبل سقمك، وغناك قبل فقرك

وفراغك قبل شغلك، وحياتك قبل موتك

 

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara:

Mudamu sebelum datang tuamu,

Sehatmu sebelum datang sakitmu, Kayamu sebelum datang miskinmu,

Waktu luangmu sebelum datang sibukmu dan Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Hakim)

 

Karena itu, jamaah yang dimuliakan Allah, mari kita sama-sama meningkatkan takwa, memanfaatkan waktu yang Allah berikan kepada kita sampai saat ini.

 

Semoga kita semua termasuk golongan orang yang bertakwa, yang mendapat rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

 

اللهم اغفر لنا ذنوبنا، وكفّر عنا سيئاتنا، وتوفّنا مع الأبرار

اللهم بارك لنا في أعمارنا وأوقاتنا وأعمالنا

ووفّقنا لما تحب وترضى

اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه

اللهم اجعل خير أعمارنا أواخرها، وخير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى

وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ

وَ َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ