KHUTBAH PERTAMA:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ
لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
(أما بعد)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Alhamdulillah dengan nikmat dan
karunia Allah ﷻ yang besar kita berjumpa lagi dengan ramadhan, bulan yang akan
menjadi wasilah untuk meraih banyak pahala istimewa dan meningkatkan ketakwaan
kita kepada Allah ﷻ.
Hadirin sidang Jum’at
rahimakumullah,
Kita diperintahkan oleh Allah ﷻ
untuk mencari wasilah, yaitu jalan yang dapat mengantarkan kita menuju
ketakwaan dan kedekatan kepada-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ
“Wahai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri
kepada-Nya.” (QS.
Al-Ma’idah: 35)
Ketahuilah, Ramadhan adalah
kesempatan besar yang Allah ﷻ anugerahkan kepada kita sebagai wasilah, yaitu
jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui amal-amal shalih yang pada
bulan ini menjadi semakin istimewa.
Bukan hanya puasa saja yang
istimewa dibulan ini, tapi qiyamullail, tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan banyak
lagi amal ibadah dibulan ini yang menjadi istimewa.
Hadirin sidang Jum’at
rahimakumullah,
Berikut ini amal-amal shaleh selain
puasa yang semakin istimewa dibulan ramadhan
1. Qiyāmur Ramadhān
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa melaksanakan qiyam
Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang
telah lalu.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
➡️ Qiyam Ramadhan, yang dikenal
dengan shalat tarawih, merupakan sebab besar turunnya ampunan Allah ﷻ. Karena
itu, semangat kaum muslimin dalam melaksanakan qiyam Ramadhan begitu tinggi.
Mereka berbondong-bondong memenuhi masjid-masjid.
2. Tadarus Qur'an
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma
berkata:
حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي
كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Ketika Jibril menemui beliau. Ia
menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan lalu beliau bertadarus Al-Qur’an
dihadapannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Ini menunjukkan Ramadhan adalah
bulan Al-Qur’an, bulan tilawah, muroja'ah dan tadabbur sehingga kita selalu
ingin memperbanyak khataman Qur'an di bulan Ramadhan.
3. Dermawan Semakin Meningkat
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma:
Rasulullah ﷺ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ،
وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah ﷺ adalah manusia paling
dermawan, dan beliau paling dermawan ketika bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Kedermawanan Rasulullah ﷺ mencapai
puncaknya di bulan Ramadhan. Demikian pula para hamba Allah yang mengharap
pahala istimewa di bulan yang mulia ini; mereka semakin meningkatkan
kedermawanannya dan berlomba-lomba dalam sedekah serta kebaikan.
4. Memberi Makan Untuk Berbuka
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ
أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa memberi makan untuk
berbuka orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti pahala orang yang
berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
➡️ Amal ringan namun berpahala besar
dan berlipat ganda. Inilah yang memicu para Muhsinin memberikan ifthar gratis
dengan aneka makanan.
5. Umrah Setara Haji
Rasulullah ﷺ bersabda:
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah di bulan Ramadhan setara
pahalanya dengan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Keutamaan ini khusus bulan
Ramadhan, sebagai bentuk pemuliaan Allah terhadap bulan ini. Mesjidilharom
semakin makmur di bulan ramadhan karena mengambil pahala istimewa.
6. I‘tikaf Sepuluh Hari Terakhir
Ramadhan
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَعْتَكِفُ
الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ
“Sesungguhnya Nabi ﷺ selalu
beri‘tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan
beliau.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
➡️ I‘tikaf adalah bentuk totalitas
ibadah, memutuskan diri dari kesibukan dunia untuk fokus beribadah di mesjid
mendekatkan diri kepada Allah ﷻ selama sepuluh terakhir di bulan ramadhan.
7. Menghidupkan Lailatul Qadr
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa menghidupkan malam
Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang
telah lalu.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
➡️ Lailatul Qadr adalah puncak ibadah
Ramadhan, satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Dan ini
terjadi di malam ganjil pada sepuluh terakhir ramadhan.
Oleh karena itu Rasulullah ﷺ
bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ
الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada
sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
➡️Maka alangkah baiknya malam itu di
isi dengan banyak beribadah kepada Allah
8. Zakat Fitrah
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ
طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ
“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat
fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan
perbuatan keji.” (HR.
Abu Dawud dan Ibnu Majah)
➡️ Zakat fitrah menyempurnakan dan
membersihkan ibadah puasa Ramadhan. Ini juga wujud buah dari puasa, setelah
merasakan lapar dan dahaga maka lahir kepedulian sosial kepada sesama
Hadirin sidang Jum’at
rahimakumullah,
Marilah kita isi bulan Ramadhan ini
bukan hanya dengan menunaikan ibadah puasa semata, tetapi juga dengan
memperbanyak amal-amal shalih lainnya. Karena di bulan yang mulia ini, setiap
amal ibadah memiliki keistimewaan.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم،
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
—
KHUTBAH KEDUA:
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا
فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا
عبده ورسوله، اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ramadhan ini momentum untuk meraih
kedekatan dengan Allah ﷻ. Kesempatan meraih ampunan terbuka seluas-luasnya dan
pahala yang luar biasa istimewa untuk persiapan hari esok di akhirat.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh,
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengingatkan kita agar
menyiapkan bekal untuk “esok”, yakni kehidupan akhirat. Maka Ramadhan adalah
kesempatan emas untuk memperbanyak bekal itu. Marilah kita manfaatkan sisa usia
dan kesempatan Ramadhan ini dengan mempersiapkan amal-amal shaleh, memperbaiki
ibadah, meningkatkan kesabaran, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Semoga kita termasuk hamba-hamba
Allah yang berhasil meraih ampunan serta pahala-pahala istimewa di bulan
Ramadhan ini, yang kemudian menjadi bekal berharga bagi kita saat menghadap
Allah ﷻ kelak.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِيْهِ مِنَ الصَّابِرِيْنَ،
وَمِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَمِنَ الْمُعْتَقِيْنَ مِنَ النَّارِ
اللَّهُمَّ أَعِنَّا فِيْهِ عَلَى الصِّيَامِ
وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا،
وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ
لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

