*penulis adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar
Islam mengajarkan
bahwa ukuran kemuliaan seseorang tidak dilihat dari seberapa tinggi
kedudukannya atau seberapa banyak hartanya, melainkan dari seberapa besar
manfaat yang ia berikan kepada orang lain.
Allah SWT
berfirman dalam Surah Al-Ma’un ayat 1-3 sebagai pengingat keras bagi
kita:
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ . فَذَلِكَ
الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
“Tahukah
kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak
yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
Tolok
Ukur Manusia Terbaik
Rasulullah SAW
memberikan definisi yang sangat indah dan sederhana tentang siapa manusia yang
paling dicintai Allah. Beliau bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
(HR. Ahmad & Thabrani)
Hadits ini adalah
sebuah visi hidup. Menjadi bermanfaat tidak harus menunggu kita menjadi kaya
atau berkuasa. Manfaat bisa hadir melalui ilmu yang diajarkan, tenaga yang
disumbangkan, waktu yang dipinjamkan untuk mendengar keluh kesah sahabat, atau
bahkan sekadar senyuman tulus yang meringankan beban hati orang lain.
Menghidupkan
"Budaya Memberi" dalam Keluarga
Di sisa Ramadhan
ini, mari kita bawa semangat kebermanfaatan ini ke dalam rumah kita melalui
langkah-langkah yang nyata:
- Mendidik Anak
Menjadi "Pemberi". Ajaklah
anak-anak untuk memilih mainan atau pakaian layak pakai mereka untuk
disedekahkan. Ajarkan mereka bahwa kebahagiaan sejati bukan saat kita
menerima, melainkan saat kita melihat binar bahagia di mata orang yang
kita bantu.
- Menjadi Oasis bagi
Tetangga: Ramadhan adalah momen terbaik
untuk mempererat silaturahmi. Berbagi sepiring hidangan berbuka atau
menanyakan kabar tetangga yang sedang kesulitan adalah bentuk
kebermanfaatan yang sangat dicintai Allah SWT.
- Kebermanfaatan
Digital. Mulailah menggunakan jari-jari kita
untuk menebar inspirasi, bukan caci maki. Di zaman ini, membagikan
informasi yang benar dan memotivasi adalah sedekah jariyah yang
manfaatnya bisa menembus batas ruang dan waktu.
- Bermanfaat dengan
Keahlian: Jika kita seorang dokter
misalnya, maka berikan konsultasi ringan bagi kerabat yang membutuhkan.
Jika kita seorang guru, berikan motivasi belajar bagi anak-anak di
lingkungan sekitar. Apapun profesi kita, selipkanlah niat ibadah di
dalamnya agar ia menjadi jalan kebermanfaatan.
Penutup:
Hadiah Bagi Sang Penolong
Ingatlah janji
indah dari Rasulullah SAW:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ
فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah
senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.”
(HR. Muslim).
Saat kita sibuk
memudahkan urusan orang lain, secara otomatis Allah SWT akan mengambil alih
urusan-urusan kita. Di malam-malam berburu Lailatul Qadr ini, mari kita imbangi
sujud panjang kita dengan tangan yang ringan membantu sesama. Karena mungkin
saja, pintu surga kita terbuka bukan karena banyaknya rakaat shalat kita, melainkan
karena doa tulus dari orang yang hidupnya terbantu oleh keberadaan kita.
Semoga Allah SWT menjadikan
kita hamba-hamba yang namanya senantiasa disebut dengan kebaikan oleh penduduk
bumi dan dicintai oleh para penduduk langit. Wallahu a’lam bish-hawab.[ ]

