Khutbah Jumat: Menjaga Lisan Agar Puasa Tidak Sia-Sia

 


*Penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung

KHUTBAH PERTAMA:


الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون


Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk melaksanakan puasa Ramadhan sebagai sarana menyempurnakan iman dan meraih ketakwaan. Namun ketakwaan yang hendak diraih melalui puasa bukan hanya dengan menahan lapar dan dahaga, melainkan juga dengan menjaga hati, lisan, dan perbuatan dari segala bentuk dosa.


Rasulullah ﷺ bersabda:


رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ


“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad)


Dalam hadits lain beliau bersabda:


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)


Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,

Salah satu Yang akan merusakkan puasa adalah (قَوْلَ الزُّورِ) perkataan yang tidak benar. Inilah bahaya lisan. Puasa bisa rusak pahalanya karena dosa ucapan. Karena itu, sebagai orang beriman kita wajib menjaga lisan dari perkataan yang dilarang Allah ﷻ.


Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan berbagai ucapan yang dilarang secara tegas dalam Surat Al-Hujurat ayat 11–12.


📖 Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok) lebih baik dari mereka (yang mengolok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok) perempuan lain, boleh jadi perempuan (yang diperolok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok). Janganlah kamu saling mencela dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim."


📖 Ayat 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ


"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,


Demikianlah panggilan Allah kepada orang-orang yang beriman untuk menjauhi enam dosa lisan, agar iman tetap terjaga dan puasa kita tidak sia-sia di sisi Allah ﷻ.



1️⃣ Larangan Mengolok-olok


 (لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِن قَوْمٍ)


Seorang mukmin tidak boleh mengolok-olok atau menertawakan orang lain dengan tujuan merendahkan atau meremehkannya, baik terhadap fisik, profesi, latar belakang, maupun keadaan sosial seseorang.


2️⃣ Larangan Mencela 


(وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ)


Seorang mukmin tidak boleh mencela atau menghina orang lain. Termasuk di dalamnya menyindir serta mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti dan melukai hati seseorang.







3️⃣ Larangan Memberi Julukan Buruk


(وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ)


Seorang mukmin tidak boleh memanggil orang lain dengan gelar atau julukan yang tidak ia sukai, karena hal itu dapat melukai hati dan menimbulkan pertengkaran.


4️⃣ Larangan Berprasangka Buruk


(اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ)


Seorang mukmin tidak boleh berprasangka buruk. Hendaknya ia menjauhi prasangka dan kecurigaan yang tidak disertai bukti. Betapa banyak rumah tangga rusak dan persahabatan hancur hanya karena prasangka semata.


5️⃣ Larangan Mencari-cari Kesalahan orang lain


(وَلَا تَجَسَّسُوا)


Seorang mukmin tidak boleh mencari-cari kesalahan orang lain dengan tujuan mengetahui aibnya. Membongkar aib orang lain termasuk akhlak tercela


6️⃣ Larangan Ghibah


(وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا)


Seorang mukmin dilarang ghibah yaitu membicarakan keburukan orang lain. Allah menggambarkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri. Ini perumpamaan yang sangat keras, menunjukkan betapa jijiknya dosa ini.


أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

---


KHUTBAH KEDUA:


الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين


Jamaah yang dimuliakan Allah,

Di antara hadits yang membuat kita khawatir tentang Ramadhan adalah hadits yang diriwayatkan dari Ka‘ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:


Rasulullah ﷺ bersabda:

“Mendekatlah ke mimbar.” Maka kami pun mendekat. Ketika beliau naik anak tangga pertama beliau mengucapkan: Aamiin. Ketika naik anak tangga kedua beliau mengucapkan: Aamiin. Ketika naik anak tangga ketiga beliau mengucapkan: Aamiin.


Setelah turun, kami bertanya:

“Wahai Rasulullah, hari ini kami mendengar engkau mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.”


Beliau bersabda:

“Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan berkata:


مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ آمِينَ. فَقُلْتُ: آمِينَ.


"Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan namun tidak diampuni dosanya lalu ia masuk neraka, maka Allah menjauhkannya. Katakanlah Amin. Maka aku mengatakan Aamiin."


Hadirin sidang Jum’at rahimakumullah,

Oleh karena itu, marilah kita menjaga puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan penuh iman dan keikhlasan, meningkatkan ketakwaan, serta memelihara lisan dari segala ucapan yang dilarang. Perbanyaklah memohon ampunan kepada Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan rahmat-Nya di bulan Ramadhan yang mulia ini.


اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات

اللهم اغفر لنا في شهر رمضان، اللهم اجعلنا فيه من المقبولين، اللهم تقبل صيامنا وقيامنا وركوعنا وسجودنا، وتقبل منا صالح الأعمال يا رب العالمين

اللهم لا تجعلنا ممن صام فلم ينل إلا الجوع والعطش، واجعل صيامنا صيامًا خالصًا لوجهك الكريم

اللهم اختم لنا رمضان بالمغفرة والعتق من النار، واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم، وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين