Oleh: Ustadz Endang Abdul Rohman,S.Ag*
*penulis adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Barat
HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Alhamdulillah, kita telah memasuki hari kedua di bulan suci Ramadhan 2026. Sebagai orang tua, salah satu impian terbesar kita tentu memiliki rumah yang nyaman. Namun, mari kita renungkan sejenak: kenyamanan sejati bukanlah tentang seberapa dingin suhu AC atau seberapa empuk sofa di ruang tamu. Kenyamanan hakiki adalah saat rumah terasa "sejuk" bagi ruhani setiap penghuninya.
Allah SWT memberikan kabar gembira bagi keluarga yang membangun rumahnya di atas fondasi iman dalam Surah At-Tur ayat 21:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ
"Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di surga)..."
Ayat ini adalah janji Allah yang luar biasa. Jika kita menghidupkan Al-Qur’an di rumah, Allah tidak hanya memberikan ketenangan di dunia, tetapi juga menjamin reuni keluarga yang abadi hingga ke surga-Nya kelak.
Rumah yang "Hidup" vs Rumah yang "Mati"
Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat dalam mengenai suasana sebuah rumah dalam hadits shahih:
مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهَ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهَ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
"Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, adalah seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari & Muslim)
Rumah yang megah tanpa lantunan Al-Qur’an mungkin tampak indah dari luar, namun ruhaninya "mati" dan terasa gersang. Sebaliknya, rumah Nabi SAW yang amat sederhana terasa begitu hidup dan sejuk karena wahyu selalu menjadi "hidangan utama" sehari-hari.
5 Langkah Praktis Menyejukkan Rumah di Bulan Ramadhan
Sering kali rumah terasa "panas" bukan karena cuaca, melainkan karena lelah yang memicu pertengkaran atau kesibukan masing-masing di balik layar gadget. Di Ramadhan ini, mari kita ubah suasana rumah dengan 5 cara praktis:
- Tilawah Berjamaah: Jangan biarkan anak membaca Al-Qur'an sendirian. Duduklah bersama setelah Tarawih atau Subuh. Biarkan anak mendengar suara Ayahnya mengaji, dan biarkan Ibu menyimak bacaan anaknya. Inilah momen bonding spiritual yang paling menyejukkan.
- Kajian Ringan Saat Berkumpul: Al-Qur'an bukan sekadar pajangan. Bahaslah satu ayat ringan saat waktu sahur atau menjelang berbuka. Ajarkan anak bahwa Al-Qur'an adalah solusi nyata untuk masalah hidup sehari-hari.
- Apresiasi dan Motivasi: Jadikan kedekatan dengan Al-Qur'an sebagai pengalaman yang menyenangkan. Beri pujian, hadiah kecil, atau makanan favorit sebagai penghargaan atas progres hafalan atau bacaan anak. Buat mereka merasa bahwa dekat dengan Qur'an itu membahagiakan.
- Hidupkan Shalat Sunnah: Jangan jadikan rumah seperti kuburan yang sepi dari ibadah. Hidupkan shalat sunnah Rawatib atau Duha di rumah agar malaikat betah "bertamu" dan membawa keberkahan bagi keluarga.
- Murottal sebagai Penjaga Suasana: Saat lelah beraktivitas, putarlah murottal dengan suara yang lembut di sudut rumah. Ini adalah cara efektif untuk menjaga suasana tetap tenang dan mengusir gangguan syaitan yang sering memicu emosi negatif.
Penutup
Mari kita bawa pulang semangat Al-Qur'an hari ini. Jadikan rumah kita tempat yang paling dirindukan oleh anak-anak karena kesejukannya, bukan tempat yang ingin mereka jauhi karena kegaduhannya. Semoga Allah mengumpulkan kita kembali bersama keluarga tercinta di surga-Nya kelak. Wallahu a’lam. [ ]

