Kultum Ramadhan Hari ke-7: Sedekah Bukan Tentang Sisa, Tapi Tentang Cinta

 

*penulis adalah anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar


Memasuki hari ketujuh, kita sering kali mulai terbiasa dengan ritme puasa. Namun, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, melainkan juga tentang memperluas kepedulian. Salah satu ibadah yang paling ditekankan di bulan ini adalah sedekah. Sayangnya, banyak yang masih menganggap sedekah adalah memberikan "sisa" dari apa yang kita miliki, padahal sedekah yang sejati adalah tentang memberikan cinta dan prioritas.



Keutamaan Sedekah: Investasi yang Tumbuh Berlipat Ganda

Allah SWT memberikan motivasi yang luar biasa bagi mereka yang gemar berbagi dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ


"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki."


Ayat ini mengingatkan bahwa sedekah tidak pernah membuat kita miskin. Sebaliknya, ia adalah investasi yang tumbuh berlipat ganda, baik secara materi maupun keberkahan hidup. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik; beliau dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya memuncak saat bulan Ramadhan tiba, bahkan digambarkan lebih cepat daripada angin yang berhembus.



Strategi "Sedekah Kreatif" dalam Keluarga

Agar sedekah kita lebih bermakna dan menjadi kebiasaan keluarga, berikut adalah langkah-langkah praktisnya:


  1. Siapkan "Kotak Kebaikan" di Rumah: Ajak anak-anak untuk menyisihkan sebagian uang jajan mereka setiap hari. Ajarkan bahwa di dalam harta kita terdapat hak orang lain. Ini adalah cara terbaik menanamkan jiwa kedermawanan sejak dini.
  2. Berbagi Takjil Sederhana: Tidak perlu mewah. Rasulullah SAW bersabda bahwa memberi makan orang yang berbuka puasa, meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, akan mendapatkan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
  3. Prioritaskan Kerabat dan Tetangga: Sedekah yang paling utama adalah kepada keluarga atau kerabat dekat yang membutuhkan. Lihatlah sekeliling, adakah saudara atau tetangga yang kesulitan? Mulailah kedermawanan dari lingkungan terdekat.
  4. Sedekah "Tenaga dan Senyuman": Jika finansial sedang terbatas, ingatlah bahwa menyingkirkan gangguan di jalan atau sekadar memberikan senyuman tulus kepada sesama adalah sedekah. Gunakan tenaga kita untuk membantu kegiatan sosial atau aktivitas di masjid.


Sedekah yang Menghapus Dosa

Rasulullah SAW memberikan kunci keselamatan bagi kita melalui sabdanya:


وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

"Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)


Mari jadikan penutup pekan pertama Ramadhan ini sebagai pembuka pintu kedermawanan kita. Jangan menunggu kaya untuk berbagi, tapi berbagilah agar Allah mencukupi dan memberkahi hidup kita. Semoga setiap rupiah, tenaga, dan senyuman yang kita keluarkan menjadi saksi pembela kita di hari kiamat kelak. Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]