
Acara Sarasehan Dakwah dan Silaturahmi Dai Hidayatullah Jawa Barat (Foto: Affan Fallas)
HIDAYATULLAHJABAR.COM, BANDUNG - - Sore itu (Selasa, 3/3/2026 ) suasana di Gedung Dakwah Yayasan Hajatan Toyyibah Bandung terasa berbeda.
Karpet tergelar rapi, para dai duduk melingkar, berbincang hangat sambil
menanti adzan Maghrib. Di wajah-wajah mereka terpancar semangat yang sama:
menguatkan dakwah, menyatukan langkah.
Sebanyak 50 peserta dari unsur DPD
Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, dan Kota Bandung hadir
dalam kegiatan Saresehan Dakwah dan Silaturahmi Dai Jawa Barat yang digelar
oleh Krops Muballigh Hidayatullah (KMH) Jawa Barat bersinergi bersama BMH Jawa
Barat. Kegiatan ini juga mencakup wilayah Bandung Raya hingga Garut.
Acara ini bukan sekadar pertemuan
biasa. Ia menjadi ruang temu gagasan, penguatan visi, sekaligus konsolidasi
gerakan dakwah perkotaan yang semakin dinamis.
Turut hadir Dewan Murobbi Wilayah
Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Endang Abdul Rohman dan Ustadz Anton. Kehadiran
para senior dakwah ini menjadi suntikan ruhiyah sekaligus pengarah langkah
generasi penerus.
Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat,
Ustadz Ahmad Maghfur, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menghadirkan
Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Barat sebagai sentral kegiatan dan pusat
konsolidasi dakwah wilayah.
“Gedung dakwah bukan hanya bangunan
fisik, tetapi simbol keseriusan kita membangun peradaban,” pesannya penuh
keyakinan.
Semangat itu disambut hangat oleh
Ketua Departemen Dakwah Jawa Barat, Ustadz Asep Juhana. Ia menyampaikan
optimisme terhadap lahirnya model dakwah perkotaan yang inspiratif dan
berdampak luas bagi masyarakat.
Suasana diskusi semakin hidup
ketika Sekretaris Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Andi Ahmad Suhendra,
memandu jalannya saresehan. Dengan tegas namun menyejukkan, beliau menekankan
pentingnya pembentukan panitia dan soliditas gerakan dalam satu komando.
“Dakwah butuh sistem. Butuh barisan
yang rapi dan taat pada keputusan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Anton dari
DMW Jawa Barat mengingatkan bahwa seorang dai harus memiliki tiga kekuatan
utama: spiritual, fisik, dan finansial. Dai tidak hanya berdiri di mimbar,
tetapi juga harus mandiri dan memberi dampak nyata.
Dukungan penuh juga datang dari
Ketua BMH Perwakilan Jawa Barat, Ustadz Marsono, yang menegaskan komitmen BMH
dalam membersamai gerakan dakwah di Jawa Barat. Hadir pula unsur Pemuda
Hidayatullah Jawa Barat, LAH, POS Dai, serta tamu undangan lainnya yang semakin
menguatkan sinergi lintas elemen.
Menjelang berbuka puasa, suasana
semakin hangat. Tak hanya diskusi dan gagasan yang dibagikan, tetapi juga
kebersamaan yang menguatkan ukhuwah. Di akhir kegiatan, BMH kembali
menghadirkan senyum lebar bagi para dai melalui dukungan buka puasa dan bingkisan
dai — sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di medan dakwah.
Saresehan ini bukanlah akhir,
melainkan awal dari langkah besar menuju dakwah yang lebih terstruktur, kuat,
dan berdampak di Jawa Barat.
Dari Bandung Raya, semangat itu
kini menyebar — menguatkan barisan, menyatukan visi, dan meneguhkan komitmen
membangun peradaban melalui dakwah.
Penulis: Affan Fallas
