Khutbah Jumat: 10 Amal Qur'ani

 *penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung

Khutbah Pertama:

 

الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا، قيماً لينذر بأساً شديداً من لدنه

ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات

أن لهم أجراً حسناً

نحمده تعالى ونشكره، ونستعينه ونستهديه

ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا

من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد

وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

أمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ

فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

 

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, pembeda antara yang benar dan yang batil, serta cahaya yang menerangi hati-hati orang beriman.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Al-Qur’an bukan hanya bacaan yang indah di lisan, tetapi ia adalah pedoman hidup, sumber ilmu, dan penenang jiwa.

 

Oleh karena itu, khutbah kali ini akan mengingatkan kita semua bahwa kemuliaan seseorang tergantung sejauh mana hubungannya dengan Al-Qur’an.

 

Hadirin sidang Jumat rohimakumulloh,

Al-Qur'an adalah warisan untuk umat pilihan, sebagaimana Allah Ta‘ala berfirman dalam surah Fāthir ayat 32:

 

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا، فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ، وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ، وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

 

“Kemudian Kami wariskan Kitab (Al-Qur’an) kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada yang lebih dahulu dalam kebaikan dengan izin Allah. Itulah karunia yang besar.” (QS. Fāthir: 32)

 

Ayat ini menunjukkan bahwa umat yang menerima Al-Qur'an terbagi menjadi tiga golongan:

 

1. Orang yg menzalimi diri sendiri ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ

Yaitu mereka yang lalai dari Al-Qur’an.

 

2. Orang yang pertengahan مُّقْتَصِدٌ 

Yaitu orang yang melaksanakan ajaran Al-Qur’an, namun belum sepenuhnya.

 

3. Yang mendahului kebaikan سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ 

Yaitu mereka yang bersungguh-sungguh mengamalkan Al-Qur’an.

 

Hadirin sidang Jumat rohimakumulloh,

In sya Allah kita semua akan mampu mencapai golongan yang ketiga dengan berusaha menempuh 10 Amal Qur’ani.

 

1️ Mendengarkan Al-Qur’an

 

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 

“Apabila Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah dengan sungguh-sungguh dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A‘raf: 204)

 

Mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan hati yang khusyuk akan menumbuhkan ketenangan dan rahmat Allah.

 

2️ Mengimani Al-Qur’an

 

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ

 

“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya.” (QS. Al-Baqarah: 4)

 

Iman kepada Al-Qur’an berarti yakin bahwa setiap ayatnya adalah benar firman Allah dan membawa kebaikan, meski belum seluruhnya kita pahami.

 

3️ Mempelajari Al-Qur’an

 

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

 

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

 

4️ Menulis Al-Qur’an

 

Menulis dan mendokumentasikan ayat-ayat Allah adalah bentuk penghormatan dan pemeliharaan terhadap kalam-Nya. Para sahabat dahulu menulis wahyu dengan penuh kehati-hatian dan keikhlasan sehingga mushafnya sampai pada kita.

 

5️ Membaca Al-Qur’an

 

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

 

“Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.” (QS. Al-Muzzammil: 20)

 

Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala besar: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi)

 

6️ Menghafal Al-Qur’an

 

Orang yang menghafal Al-Qur’an akan dimuliakan di dunia dan akhirat.

 

“Akan dikatakan kepada orang yang membaca Al-Qur’an: bacalah dan naiklah (derajatmu), serta bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia.” (HR. Abu Dawud)

 

7️ Mengulangi Bacaan Al-Qur’an

 

Mengulangi bacaan menjaga hafalan dan melembutkan hati.

Rasulullah ﷺ sering mengulang ayat-ayat tertentu dalam shalat malam hingga meneteskan air mata.

 

8️ Mentadabburi Al-Qur’an

 

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

 

“Maka tidakkah mereka mentadabburi (merenungkan) Al-Qur’an?” (QS. Muhammad: 24)

 

Tadabbur membuka hikmah, menumbuhkan rasa takut kepada Allah, dan memperbaiki akhlak.

 

9️ Mengajarkan Al-Qur’an

 

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

 

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

 

Mengajarkan, menyampaikan dan mendakwahkan ayat-ayat yang mengandung nasihat, peringatan serta kabar gembira dan petunjuk-petunjuknya adalah kewajiban kita semua.

 

🔟 Mengamalkan Al-Qur’an.

 

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

 

(Yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya.” (QS. Az-Zumar: 18)

 

Puncak dari ini semua adalah mengikuti akhlak Qur'an, mengamalkan, melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah yang sudah dijelaskan dalam uraian ayat-ayatnya yang sempurna.

 

Semoga kita menjadi golongan saabiqun khairot, hidup dengan Al-Qur’an, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

---

 

Khutbah Kedua:

 

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين

ولا عدوان إلا على الظالمين

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

اللهم صل وسلم على نبينا محمد

وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Jamaah yang dimuliakan Allah,

marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup — kita dengarkan, pelajari, hafalkan, amalkan, dan ajarkan kepada generasi setelah kita.

 

Karena siapapun menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan, niscaya hidupnya akan terarah, namun sebaliknya orang yang berpaling dari Al-Qur'an maka hidupnya akan sesat dan sempit.

 

Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

 

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى۝ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا

 

“Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, maka ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Ṭāhā: 123-124)

 

Hadirin sidang Jumat rohimakumulloh

Marilah kita memperbarui tekad untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Jadikan rumah kita rumah yang penuh bacaan Al-Qur’an. Mendidik anak-anak kita sebagai pewaris terbaik generasi Qur’ani

 

اللهم اجعل القرآن العظيم ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا وغمومنا

اللهم علمنا منه ما جهلنا، وذكرنا منه ما نسينا

وارزقنا تلاوته آناء الليل

وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا

اللهم اجعلنا من الذين يسبقون بالخيرات

ووفقنا لتعلم القرآن وتعليمه، والعمل به، والدعوة إليه

ربنا آتنا في الدنيا حسنة

وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار

وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين