Khutbah Pertama:
الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب
ولم يجعل له عوجا، قيماً لينذر بأساً شديداً من لدنه
ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات
أن لهم أجراً حسناً
نحمده تعالى ونشكره، ونستعينه ونستهديه
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات
أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا
هادي له
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له
وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى
يوم الدين
أمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ
وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ
فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Segala puji bagi Allah yang telah
menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, pembeda antara yang
benar dan yang batil, serta cahaya yang menerangi hati-hati orang beriman.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Al-Qur’an bukan hanya bacaan yang
indah di lisan, tetapi ia adalah pedoman hidup, sumber ilmu, dan penenang jiwa.
Oleh karena itu, khutbah kali ini
akan mengingatkan kita semua bahwa kemuliaan seseorang tergantung sejauh mana
hubungannya dengan Al-Qur’an.
Hadirin sidang Jumat
rohimakumulloh,
Al-Qur'an adalah warisan untuk umat
pilihan, sebagaimana Allah Ta‘ala berfirman dalam surah Fāthir ayat 32:
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ
اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا، فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ، وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ،
وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
“Kemudian Kami wariskan Kitab
(Al-Qur’an) kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu
di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada
yang lebih dahulu dalam kebaikan dengan izin Allah. Itulah karunia yang besar.” (QS. Fāthir: 32)
Ayat ini menunjukkan bahwa umat
yang menerima Al-Qur'an terbagi menjadi tiga golongan:
1. Orang yg menzalimi diri sendiri ظَالِمٌ
لِّنَفْسِهِ
Yaitu mereka yang lalai dari
Al-Qur’an.
2. Orang yang pertengahan مُّقْتَصِدٌ
Yaitu orang yang melaksanakan
ajaran Al-Qur’an, namun belum sepenuhnya.
3. Yang mendahului kebaikan سَابِقٌ
بِالْخَيْرَاتِ
Yaitu mereka yang
bersungguh-sungguh mengamalkan Al-Qur’an.
Hadirin sidang Jumat
rohimakumulloh,
In sya Allah kita semua akan mampu
mencapai golongan yang ketiga dengan berusaha menempuh 10 Amal Qur’ani.
1️⃣ Mendengarkan Al-Qur’an
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا
لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Apabila Al-Qur’an dibacakan, maka
dengarkanlah dengan sungguh-sungguh dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A‘raf: 204)
Mendengarkan bacaan Al-Qur’an
dengan hati yang khusyuk akan menumbuhkan ketenangan dan rahmat Allah.
2️⃣ Mengimani Al-Qur’an
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ
إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman
kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan
sebelumnya.” (QS.
Al-Baqarah: 4)
Iman kepada Al-Qur’an berarti yakin
bahwa setiap ayatnya adalah benar firman Allah dan membawa kebaikan, meski
belum seluruhnya kita pahami.
3️⃣ Mempelajari Al-Qur’an
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang
yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
4️⃣ Menulis Al-Qur’an
Menulis dan mendokumentasikan
ayat-ayat Allah adalah bentuk penghormatan dan pemeliharaan terhadap kalam-Nya.
Para sahabat dahulu menulis wahyu dengan penuh kehati-hatian dan keikhlasan
sehingga mushafnya sampai pada kita.
5️⃣ Membaca Al-Qur’an
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
“Bacalah apa yang mudah dari
Al-Qur’an.” (QS.
Al-Muzzammil: 20)
Setiap huruf yang dibaca bernilai
pahala besar: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka
baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh
kali.” (HR. Tirmidzi)
6️⃣ Menghafal Al-Qur’an
Orang yang menghafal Al-Qur’an akan
dimuliakan di dunia dan akhirat.
“Akan dikatakan kepada orang yang
membaca Al-Qur’an: bacalah dan naiklah (derajatmu), serta bacalah dengan tartil
sebagaimana engkau membacanya di dunia.” (HR. Abu Dawud)
7️⃣ Mengulangi Bacaan Al-Qur’an
Mengulangi bacaan menjaga hafalan
dan melembutkan hati.
Rasulullah ﷺ sering mengulang
ayat-ayat tertentu dalam shalat malam hingga meneteskan air mata.
8️⃣ Mentadabburi Al-Qur’an
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
“Maka tidakkah mereka mentadabburi
(merenungkan) Al-Qur’an?”
(QS. Muhammad: 24)
Tadabbur membuka hikmah,
menumbuhkan rasa takut kepada Allah, dan memperbaiki akhlak.
9️⃣ Mengajarkan Al-Qur’an
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang
yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Mengajarkan, menyampaikan dan
mendakwahkan ayat-ayat yang mengandung nasihat, peringatan serta kabar gembira
dan petunjuk-petunjuknya adalah kewajiban kita semua.
🔟 Mengamalkan Al-Qur’an.
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ
أَحْسَنَهُ
“(Yaitu) orang-orang yang
mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya.” (QS.
Az-Zumar: 18)
Puncak dari ini semua adalah
mengikuti akhlak Qur'an, mengamalkan, melaksanakan perintah dan menjauhi segala
larangan Allah yang sudah dijelaskan dalam uraian ayat-ayatnya yang sempurna.
Semoga kita menjadi golongan
saabiqun khairot, hidup dengan Al-Qur’an, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai
panduan hidup.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
---
Khutbah Kedua:
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين
ولا عدوان إلا على الظالمين
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له
وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
اللهم صل وسلم على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
Jamaah yang dimuliakan Allah,
marilah kita jadikan Al-Qur’an
sebagai sahabat hidup — kita dengarkan, pelajari, hafalkan, amalkan, dan
ajarkan kepada generasi setelah kita.
Karena siapapun menjadikan
Al-Qur'an sebagai panduan, niscaya hidupnya akan terarah, namun sebaliknya
orang yang berpaling dari Al-Qur'an maka hidupnya akan sesat dan sempit.
Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ
وَلَا يَشْقَى وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
“Barang siapa mengikuti
petunjuk-Ku, maka ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa
berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.”
(QS. Ṭāhā: 123-124)
Hadirin sidang Jumat rohimakumulloh
Marilah kita memperbarui tekad
untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Jadikan rumah kita rumah yang penuh bacaan
Al-Qur’an. Mendidik anak-anak kita sebagai pewaris terbaik generasi Qur’ani
اللهم اجعل القرآن العظيم ربيع قلوبنا،
ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا وغمومنا
اللهم علمنا منه ما جهلنا، وذكرنا منه
ما نسينا
وارزقنا تلاوته آناء الليل
وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا
اللهم اجعلنا من الذين يسبقون بالخيرات
ووفقنا لتعلم القرآن وتعليمه، والعمل
به، والدعوة إليه
ربنا آتنا في الدنيا حسنة
وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه
أجمعين
والحمد لله رب العالمين

