Khutbah Jumat: 10 Karakter Mulia ‘Ibādur-Raḥmān


*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung


 

Khutbah Pertama:

 

الحمد لله الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْفُرْقَانَ

هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

 أَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أما بعد

 فيا عبادة الله، أوصيكم ونفسي الخاطئة بتقوى الله

 فقد فاز المتقون

 

Segala puji hanya bagi Allah Subhānahu wa Ta‘ālā yang telah memberikan petunjuk melalui kitab-Nya, Al-Furqān — pembeda antara yang haq dan batil.

Di dalamnya Allah menyebutkan sifat-sifat mulia Ibadurrahman, hamba-hamba Allah yang sejati, yang mendapatkan kasih sayang-Nya dan kemuliaan di sisi-Nya.

 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,

🌿 Ada 10 Karakter Mulia ʿIbādur-Raḥmān

Dalam QS. Al-Furqan ayat 63-74

 

1️Rendah Hati.

 

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا

 

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu ialah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqān: 63)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang tidak sombong, tidak meremehkan orang lain, rendah hati dalam berjalan dan bersikap lembut dalam pergaulan.

 

2️Kata-kata yang selamat

 

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

 

“Dan pabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata yang menyakitkan, mereka mengucapkan kata-kata yang baik (salam).” (QS. Al-Furqān: 63)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang tidak terpancing emosi, tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan menahan diri dan menjawab dengan kebaikan dan kata-kata yang selamat.

 

3️Menghidupkan malam dengan ibadah.

 

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

 

“Dan orang-orang yang menghabiskan malam dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqān: 64)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang bangun di malam hari untuk sujud dan berdoa sebagai tanda cinta dan kedekatan dengan Allah.

 

4️Memohon Dijauhkan dari Neraka

 

وَا لَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَا بَ جَهَـنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَا بَهَا كَا نَ غَرَا مًا

 

"Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," (QS. Al-Furqān: 65)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang menyadari lemahnya diri dan selalu berlindung dari azab Allah.

 

5️Bijak mengelola Harta.

 

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

 

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi pertengahan di antara keduanya.” (QS. Al-Furqān: 67)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang tidak boros, tidak kikir, tapi seimbang. Dermawan tanpa berlebihan, hemat tanpa pelit.

 

6️Menjauhi dosa-dosa besar.

 

وَا لَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِا لْحَـقِّ وَلَا يَزْنُوْنَ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَا مًا

 

"Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat," (QS. Al-Furqān: 68)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang selalu menjaga kesucian tauhid dari syirik, memelihara kehidupan, menghindari zina dan perbuatan maksiat lain yang mengakibatkan murka Allah.

 






7️Tidak bersaksi palsu.

 

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ

 

“Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu.” (QS. Al-Furqan: 72)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang menjauhi kebohongan, tidak menjadi saksi palsu, dan menjaga kejujuran dalam ucapan maupun perbuatan.

 

8️Menghindari perbuatan sia-sia.

 

وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

 

“Dan apabila mereka bertemu dengan hal yang tidak berguna, mereka berlalu dengan penuh kehormatan.” (QS. Al-Furqan: 72)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang tidak suka ikut dalam perkara sia-sia, tidak membuang waktu dalam hiburan yang melalaikan, dan menjaga kehormatan diri.

 

9️Menerima Nasihat Ayat-ayat Allah.

 

وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

 

“Dan orang-orang yang apabila diingatkan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, tidak bersikap tuli dan buta terhadapnya.” (QS. Al-Furqān: 73)

 

➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang selalu terbuka terhadap nasihat dan petunjuk, tidak keras kepala, dan segera memperbaiki diri.

 

10. Berdoa untuk Keluarga yang Saleh.

 

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

 

“Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqān: 74)

 

Inilah puncak doa ‘Ibādur-Raḥmān:

mereka ingin keluarga yang saleh dan keturunan yang istiqamah di jalan Allah.

 

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Inilah 10 ciri kemuliaan ‘Ibādur-Raḥmān.

Mari kita jadikan ciri-ciri ini sebagai pedoman untuk membentuk diri dan keluarga menjadi hamba Allah sejati.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

 وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

---

 

Khutbah Kedua:

 

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين

ولا عدوان إلا على الظالمين

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

 وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Pada khutbah pertama kita telah membahas tentang sifat-sifat mulia ‘Ibādur-Raḥmān dalam surat Al-Furqān ayat 63-74.

 

Mereka adalah orang-orang yang rendah hati, perkataannya membawa keselamatan, senantiasa menghidupkan malam untuk beribadah dan berdoa, bijak mengelola harta, menjauhi dosa-dosa besar dan selalu  menerima nasihat ayat-ayat Allah.

 

Sebagai penutup dari rangkaian ayat-ayat tersebut, Allah Ta‘ala menjelaskan balasan agung bagi mereka dalam firman-Nya pada lanjutan suroh Al-Furqon ayat 75–76

 

أُو۟لَـٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةًۭ وَسَلَـٰمًا

 ۝ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّۭا وَمُقَامًا

 

“Mereka itulah yang akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (di surga) karena kesabaran mereka, dan di dalamnya mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan salam. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat tinggal.”  (QS Al-Furqān: 75–76)

 

Ayat ini adalah penutup yang indah dari perjalanan akhir hamba-hamba Allah.

Kesabaran mereka dalam melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan Allah Sebagai ‘Ibādur-Raḥmān menghasilkan pahala terbaik. yaitu disambut di pintu surga dengan ucapan: "Salām" dan ditempatkan disurga yang tinggi.

 

Oleh karena itu marilah kita meneladani sifat-sifat ‘Ibādur-Raḥmān agar kelak kita pun dipanggil dengan salam yang sama — salam dari Allah, salam dari malaikat, dan salam dari surga yang abadi.

 

اللهم اجعلنا من عبادك الرحمٰن

الذين يمشون على الأرض هوناً

ويقضون الليل سجداً وقياماً

اللهم زينا بزينة الإيمان

واجعلنا هداة مهتدين، لا ضالين ولا مضلين

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

ربنا آتنا في الدنيا حسنة

وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ