Khutbah Pertama:
الحمد لله الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ
الْفُرْقَانَ
هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ
الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
أَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا
فِيهِ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
أما بعد
فيا عبادة الله، أوصيكم ونفسي الخاطئة بتقوى الله
فقد فاز المتقون
Segala puji hanya bagi Allah
Subhānahu wa Ta‘ālā yang telah memberikan petunjuk melalui kitab-Nya, Al-Furqān
— pembeda antara yang haq dan batil.
Di dalamnya Allah menyebutkan
sifat-sifat mulia Ibadurrahman, hamba-hamba Allah yang sejati, yang mendapatkan
kasih sayang-Nya dan kemuliaan di sisi-Nya.
Hadirin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
🌿 Ada 10 Karakter Mulia ʿIbādur-Raḥmān
Dalam QS. Al-Furqan ayat 63-74
1️. Rendah Hati.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ
عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha
Pengasih itu ialah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqān: 63)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
tidak sombong, tidak meremehkan orang lain, rendah hati dalam berjalan dan
bersikap lembut dalam pergaulan.
2️. Kata-kata yang selamat
وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا
سَلَامًا
“Dan pabila orang-orang bodoh
menyapa mereka dengan kata-kata yang menyakitkan, mereka mengucapkan kata-kata
yang baik (salam).”
(QS. Al-Furqān: 63)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
tidak terpancing emosi, tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan
menahan diri dan menjawab dengan kebaikan dan kata-kata yang selamat.
3️. Menghidupkan malam dengan ibadah.
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا
وَقِيَامًا
“Dan orang-orang yang menghabiskan
malam dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqān: 64)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
bangun di malam hari untuk sujud dan berdoa sebagai tanda cinta dan kedekatan
dengan Allah.
4️. Memohon Dijauhkan dari Neraka
وَا لَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا
اصْرِفْ عَنَّا عَذَا بَ جَهَـنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَا بَهَا كَا نَ غَرَا مًا
"Dan orang-orang yang berkata,
"Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya
azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," (QS. Al-Furqān: 65)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
menyadari lemahnya diri dan selalu berlindung dari azab Allah.
5️. Bijak mengelola Harta.
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا
وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila
membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi
pertengahan di antara keduanya.”
(QS. Al-Furqān: 67)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
tidak boros, tidak kikir, tapi seimbang. Dermawan tanpa berlebihan, hemat tanpa
pelit.
6️. Menjauhi dosa-dosa besar.
وَا لَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ
اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِا
لْحَـقِّ وَلَا يَزْنُوْنَ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَا مًا
"Dan orang-orang yang tidak
menyekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang
diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan
barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat," (QS. Al-Furqān: 68)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
selalu menjaga kesucian tauhid dari syirik, memelihara kehidupan, menghindari
zina dan perbuatan maksiat lain yang mengakibatkan murka Allah.
7️. Tidak bersaksi palsu.
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ
“Dan orang-orang yang tidak
memberikan kesaksian palsu.”
(QS. Al-Furqan: 72)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
menjauhi kebohongan, tidak menjadi saksi palsu, dan menjaga kejujuran dalam
ucapan maupun perbuatan.
8️. Menghindari perbuatan sia-sia.
وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا
كِرَامًا
“Dan apabila mereka bertemu dengan
hal yang tidak berguna, mereka berlalu dengan penuh kehormatan.” (QS. Al-Furqan: 72)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
tidak suka ikut dalam perkara sia-sia, tidak membuang waktu dalam hiburan yang
melalaikan, dan menjaga kehormatan diri.
9️. Menerima Nasihat Ayat-ayat Allah.
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ
رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا
“Dan orang-orang yang apabila
diingatkan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, tidak bersikap tuli dan buta
terhadapnya.” (QS.
Al-Furqān: 73)
➡️ ‘Ibādur-Raḥmān adalah Mereka yang
selalu terbuka terhadap nasihat dan petunjuk, tidak keras kepala, dan segera
memperbaiki diri.
10. Berdoa untuk Keluarga yang Saleh.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ
لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: Ya
Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi
penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqān: 74)
Inilah puncak doa ‘Ibādur-Raḥmān:
mereka ingin keluarga yang saleh
dan keturunan yang istiqamah di jalan Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Inilah 10 ciri kemuliaan ‘Ibādur-Raḥmān.
Mari kita jadikan ciri-ciri ini
sebagai pedoman untuk membentuk diri dan keluarga menjadi hamba Allah sejati.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
---
Khutbah Kedua:
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين
ولا عدوان إلا على الظالمين
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له
وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Pada khutbah pertama kita telah
membahas tentang sifat-sifat mulia ‘Ibādur-Raḥmān dalam surat Al-Furqān ayat
63-74.
Mereka adalah orang-orang yang
rendah hati, perkataannya membawa keselamatan, senantiasa menghidupkan malam
untuk beribadah dan berdoa, bijak mengelola harta, menjauhi dosa-dosa besar dan
selalu menerima nasihat ayat-ayat Allah.
Sebagai penutup dari rangkaian
ayat-ayat tersebut, Allah Ta‘ala menjelaskan balasan agung bagi mereka dalam
firman-Nya pada lanjutan suroh Al-Furqon ayat 75–76
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ
بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةًۭ وَسَلَـٰمًا
خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّۭا وَمُقَامًا
“Mereka itulah yang akan diberi
balasan dengan tempat yang tinggi (di surga) karena kesabaran mereka, dan di
dalamnya mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan salam. Mereka kekal di
dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat tinggal.”
(QS Al-Furqān: 75–76)
Ayat ini adalah penutup yang indah
dari perjalanan akhir hamba-hamba Allah.
Kesabaran mereka dalam melaksanakan
ketaatan dan menjauhi larangan Allah Sebagai ‘Ibādur-Raḥmān menghasilkan pahala
terbaik. yaitu disambut di pintu surga dengan ucapan: "Salām" dan
ditempatkan disurga yang tinggi.
Oleh karena itu marilah kita
meneladani sifat-sifat ‘Ibādur-Raḥmān agar kelak kita pun dipanggil dengan
salam yang sama — salam dari Allah, salam dari malaikat, dan salam dari surga
yang abadi.
اللهم اجعلنا من عبادك الرحمٰن
الذين يمشون على الأرض هوناً
ويقضون الليل سجداً وقياماً
اللهم زينا بزينة الإيمان
واجعلنا هداة مهتدين، لا ضالين ولا مضلين
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
ربنا آتنا في الدنيا حسنة
وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه
أجمعين
والحمد لله رب العالمين
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ

