Khutbah Jumat: Ramadhan Mulia Karena Al-Qur’an

 


 *penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung


KHUTBAH PERTAMA:

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

 

Hadirin sidang Jum’at rahimakumullāh,

Marilah kita sejenak menengok kembali sejarah turunnya Al-Qur’an.

 

Kitab suci yang mulia ini pada asalnya berada di Lauhul Mahfudz, tempat terjaganya segala ketetapan Allah ﷻ.

 

Kemudian Al-Qur’an diturunkan sekaligus ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadr yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Allah ﷻ berfirman:

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ۝

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5)

 

Lailatul Qadr memiliki keistimewaan yang sangat agung, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

 

Malam tersebut terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, khususnya malam-malam ganjil.

 

Karena itu, kaum muslimin dianjurkan untuk bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan qiyamullail, doa, istighfar, dan tilawah Al-Qur’an agar meraih kemuliaan dan ampunan dari Allah ﷻ.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

 

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dan beliau ﷺ juga bersabda:

 

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

“Barang siapa melaksanakan qiyamul Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Malam itu juga disebut malam yang penuh berkah. Allah ﷻ berfirman:

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

حم ۝ وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ ۝ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ۝ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ۝

 

“Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 1–4)

 

Malam yang diberkahi itu adalah Lailatul Qadr di bulan Ramadhan. Disebut malam penuh berkah karena pada malam itu Allah menetapkan berbagai ketentuan-Nya dan melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

 

Hadirin sidang Jum’at rahimakumullāh,

Selanjutnya, Al-Qur’an diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril ‘alaihis salām kepada Nabi Muhammad ﷺ selama kurang lebih 23 tahun, sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat, sebagai penguat hati Rasulullah ﷺ dan sebagai petunjuk bagi manusia.

 

Mayoritas ulama bersepakat bahwa ayat yang pertama kali diturunkan adalah surat Al-‘Alaq ayat 1–5:

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۝

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1–5)

 

Melalui ayat-ayat tersebut, Allah ﷻ memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb Yang Maha Mulia dan Maha Pencipta. Manusia diperkenalkan sebagai makhluk yang diciptakan, lemah, dan membutuhkan petunjuk wahyu.

 

Inilah wahyu pertama yang menandai dimulainya risalah kenabian. Menurut mayoritas ulama, wahyu pertama ini turun pada tanggal 17 Ramadhan ketika Nabi Muhammad ﷺ sedang bertahannuts (beribadah dan menyendiri) di Gua Hira.

 

Oleh karena itu, di negeri kita peristiwa ini diperingati sebagai momentum Nuzulul Qur’an, sebagai pengingat akan turunnya cahaya petunjuk yang menerangi kehidupan manusia hingga akhir zaman.

 

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

---

 

KHUTBAH KEDUA:

 

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله،

اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا عباد الله اتقوا الله.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Ramadhan menjadi bulan yang sangat mulia karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Kemuliaan Ramadhan bukan hanya karena kewajiban puasa, tetapi karena ia menjadi bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh manusia.

 

Allah ﷻ berfirman:

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

 

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

 

Maka jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa kedekatan kita dengan Al-Qur’an. Perbanyak membaca, memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, cahaya dalam keluarga, penyejuk hati, dan penolong di hari kiamat.

 

Marilah kita berdoa kepada Allah ﷻ:

 

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْ بَلَّغْتَنَا رَمَضَانَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِيهِ مِنَ الصَّائِمِينَ الْقَائِمِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا.

اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنَّا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ الْمَرْحُومِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين