Khutbah Jumat: Ramadhan Pergi, Jangan Sampai Setan Kembali Menguasai Diri

 


*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung


KHUTBAH PERTAMA:

 

ﺍَﻟْﺤﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ، ﺍَﻟْﺤﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﻟِـﻬَﺬَﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻟِﻨَﻬْﺘَﺪِﻱَ ﻟَﻮْﻻَ ﺃَﻥْ ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن. ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪ

ﻓَﻴَﺎ ﻋَﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍِﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ، ﻭَﻻَ ﺗَـﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥ، ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢ

 وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌۭ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

 

Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah,

Alhamdulillah, di antara nikmat besar bulan Ramadhan adalah diikatnya setan-setan, dibukanya pintu-pintu rahmat dan surga, serta ditutupnya pintu-pintu neraka. Karena itu, semangat untuk beramal saleh semakin meningkat dan peluang untuk meningkatkan taqwa dan meraih ampunan Allah semakin terbuka lebar.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

 

“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Namun ketahuilah, terbelenggunya setan itu dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga puasanya. Puasa itulah yang menjadi benteng kuat untuk menahan diri dari maksiat dan godaan yang biasa dihiasi oleh setan.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ، مَرَّتَيْنِ.

 

“Puasa adalah benteng. Maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika ada seseorang yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa,’ dua kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan akan meninggalkan kita. Jangan sampai setelah ramadhan pergi, setan kembali menguasai diri dan menjerumuskan kita ke dalam kemaksiatan.

 

Berikut ini beberapa jalan agar kita tidak terjerumus oleh tipu daya setan dan tetap berada di atas hidayah Allah ﷻ.

 

 1. Jangan ikuti langkah-langkah setan

Allah ﷻ berfirman:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

 

"Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 168)

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208)

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sungguh setan itu menyuruh kepada perbuatan keji dan mungkar." (QS. An-Nūr: 21)

 

Dari ayat-ayat tersebut, Allah memberikan peringatan kepada kita agar tidak mengikuti langkah-langkah setan. Dengan cara menjaga makanan yang halal dan baik, masuk ke dalam Islam secara total tanpa ragu, serta waspada terhadap ajakan setan kepada perbuatan keji dan mungkar.

 

 2. Jauhi perbuatan setan

Allah ﷻ berfirman:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamar, judi, berhala, dan undian dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.

Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamar dan judi, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka tidakkah kamu mau berhenti?" (QS. Al-Mā’idah: 90–91)

 

Di antara tipu daya dan perbuatan setan adalah mendorong manusia untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram, berjudi, serta melakukan perbuatan syirik. Semua itu bertujuan menimbulkan kerusakan, menebar permusuhan, dan menjauhkan manusia dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

 

 3. Mohon Perlindungan Allah

Allah ﷻ berfirman:

 

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌۭ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

 

"Jika engkau diganggu oleh bisikan setan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka ditimpa godaan setan, mereka ingat kepada Allah, maka seketika itu mereka melihat dengan jelas." (QS. Al-A‘rāf: 200-201)

 

Orang-orang yang bertakwa pun tidak lepas dari bisikan setan. Oleh karena itu, mereka harus senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar disadarkan dari kesalahan-kesalahannya dan diberi kemampuan untuk melihat serta memperbaiki kekeliruannya.

 

Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah,

Oleh karena itu, marilah kita menjaga keimanan dan ketakwaan, menjauhi setiap langkah dan tipu daya setan sekecil apa pun, serta senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah ﷻ agar tetap istiqomah dijalan-Nya.

 

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

---

 

KHUTBAH KEDUA:

 

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Ia tidak pernah berhenti berusaha menyesatkan hingga hari kiamat. Oleh karena itu, kita wajib menjadikannya sebagai musuh dan selalu waspada agar tidak terperdaya olehnya, sehingga tidak keluar dari jalan hidayah Allah, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya.

 

إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

 

"Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh." (QS. Fāṭir: 6)

 

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ

 

"Wahai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali setan memperdayakan kamu sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua orang tuamu dari surga." (QS. Al-A‘rāf: 27)

 

Langkah pertama setan dalam menyesatkan manusia adalah melalui makanan yang dilarang, sebagaimana yang pernah dialami oleh moyang kita Nabi Adam ‘alaihis salam. Setan menggoda beliau dan istrinya agar memakan buah dari pohon yang telah Allah larang, hingga akhirnya mereka tergelincir dan terusir dari surga.

 

Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah,

Semoga Ramadhan yang kita jalani menghadirkan ampunan, rahmat, dan pahala yang besar, serta menjadi sarana tarbiyah bagi kita untuk mampu menjaga makan, minum, dan syahwat dari hal-hal yang dilarang oleh Allah ﷻ, sehingga kita mampu membelenggu setan dalam setiap langkah kehidupan kita.

 

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَتَقَبَّلْ سَائِرَ أَعْمَالِنَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُومِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِذْنَا مِنْ وَسَاوِسِ الشَّيْطَانِ، وَاصْرِفْ عَنَّا كَيْدَهُ وَشَرَّهُ، وَاحْفَظْنَا مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ.

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ،

اللّٰهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَىٰ دِيْنِكَ، وَلَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ عَلَيْنَا سُلْطَانًا،

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاحْفَظْ أَلْسِنَتَنَا، وَزَكِّ أَعْمَالَنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.