KHUTBAH PERTAMA:
ﺍَﻟْﺤﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ، ﺍَﻟْﺤﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ ﺍﻟَّﺬِﻱ
ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﻟِـﻬَﺬَﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻟِﻨَﻬْﺘَﺪِﻱَ ﻟَﻮْﻻَ ﺃَﻥْ ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ
ﺃَﻥْ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ
ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن. ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪ
ﻓَﻴَﺎ ﻋَﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍِﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ
ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ، ﻭَﻻَ ﺗَـﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥ، ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢ
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌۭ
فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ إِذَا
مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌۭ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Hadirin sidang Jum'at
rahimakumullah,
Alhamdulillah, di antara nikmat
besar bulan Ramadhan adalah diikatnya setan-setan, dibukanya pintu-pintu rahmat
dan surga, serta ditutupnya pintu-pintu neraka. Karena itu, semangat untuk
beramal saleh semakin meningkat dan peluang untuk meningkatkan taqwa dan meraih
ampunan Allah semakin terbuka lebar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ
الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadhan,
dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan
dibelenggu.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Namun ketahuilah, terbelenggunya
setan itu dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga puasanya. Puasa
itulah yang menjadi benteng kuat untuk menahan diri dari maksiat dan godaan
yang biasa dihiasi oleh setan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا
يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ، مَرَّتَيْنِ.
“Puasa adalah benteng. Maka
janganlah ia berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika ada seseorang yang
mengajaknya bertengkar atau mencacinya, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku
sedang berpuasa,’ dua kali.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ramadhan akan meninggalkan kita.
Jangan sampai setelah ramadhan pergi, setan kembali menguasai diri dan
menjerumuskan kita ke dalam kemaksiatan.
Berikut ini beberapa jalan agar
kita tidak terjerumus oleh tipu daya setan dan tetap berada di atas hidayah
Allah ﷻ.
1. Jangan ikuti langkah-langkah setan
Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا
فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ
لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
"Wahai manusia! Makanlah dari
apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti
langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 168)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟
فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ
عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
"Wahai orang-orang yang
beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata
bagimu." (QS.
Al-Baqarah: 208)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا
تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ
يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ
"Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti
langkah-langkah setan, maka sungguh setan itu menyuruh kepada perbuatan keji
dan mungkar."
(QS. An-Nūr: 21)
Dari ayat-ayat tersebut, Allah
memberikan peringatan kepada kita agar tidak mengikuti langkah-langkah setan.
Dengan cara menjaga makanan yang halal dan baik, masuk ke dalam Islam secara
total tanpa ragu, serta waspada terhadap ajakan setan kepada perbuatan keji dan
mungkar.
2. Jauhi perbuatan setan
Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا
ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ
فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُوقِعَ
بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ
عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
"Wahai orang-orang yang
beriman! Sesungguhnya khamar, judi, berhala, dan undian dengan anak panah
adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu
beruntung.
Sesungguhnya setan bermaksud
menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamar dan judi,
serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka tidakkah kamu mau
berhenti?"
(QS. Al-Mā’idah: 90–91)
Di antara tipu daya dan perbuatan
setan adalah mendorong manusia untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang
haram, berjudi, serta melakukan perbuatan syirik. Semua itu bertujuan
menimbulkan kerusakan, menebar permusuhan, dan menjauhkan manusia dari Allah
Subḥānahu wa Ta‘ālā.
3. Mohon Perlindungan Allah
Allah ﷻ berfirman:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ
نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟
إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌۭ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
"Jika engkau diganggu oleh
bisikan setan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha
Mendengar, Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila
mereka ditimpa godaan setan, mereka ingat kepada Allah, maka seketika itu
mereka melihat dengan jelas."
(QS. Al-A‘rāf: 200-201)
Orang-orang yang bertakwa pun tidak
lepas dari bisikan setan. Oleh karena itu, mereka harus senantiasa memohon
perlindungan kepada Allah agar disadarkan dari kesalahan-kesalahannya dan
diberi kemampuan untuk melihat serta memperbaiki kekeliruannya.
Hadirin sidang Jum'at
rahimakumullah,
Oleh karena itu, marilah kita
menjaga keimanan dan ketakwaan, menjauhi setiap langkah dan tipu daya setan
sekecil apa pun, serta senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada
Allah ﷻ agar tetap istiqomah dijalan-Nya.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي
ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
---
KHUTBAH KEDUA:
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا
فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا
عبده ورسوله، اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي
بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Setan adalah musuh yang nyata bagi
manusia. Ia tidak pernah berhenti berusaha menyesatkan hingga hari kiamat. Oleh
karena itu, kita wajib menjadikannya sebagai musuh dan selalu waspada agar
tidak terperdaya olehnya, sehingga tidak keluar dari jalan hidayah Allah,
sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya.
إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ فَٱتَّخِذُوهُ
عَدُوًّا
"Sesungguhnya setan adalah
musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh." (QS. Fāṭir: 6)
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ
ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ
"Wahai anak cucu Adam!
Janganlah sekali-kali setan memperdayakan kamu sebagaimana ia telah
mengeluarkan kedua orang tuamu dari surga." (QS. Al-A‘rāf: 27)
Langkah pertama setan dalam
menyesatkan manusia adalah melalui makanan yang dilarang, sebagaimana yang
pernah dialami oleh moyang kita Nabi Adam ‘alaihis salam. Setan menggoda beliau
dan istrinya agar memakan buah dari pohon yang telah Allah larang, hingga
akhirnya mereka tergelincir dan terusir dari surga.
Hadirin sidang Jum'at
rahimakumullah,
Semoga Ramadhan yang kita jalani
menghadirkan ampunan, rahmat, dan pahala yang besar, serta menjadi sarana
tarbiyah bagi kita untuk mampu menjaga makan, minum, dan syahwat dari hal-hal
yang dilarang oleh Allah ﷻ, sehingga kita mampu membelenggu setan dalam setiap
langkah kehidupan kita.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا
وَقِيَامَنَا، وَتَقَبَّلْ سَائِرَ أَعْمَالِنَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ،
وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُومِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِذْنَا مِنْ وَسَاوِسِ
الشَّيْطَانِ، وَاصْرِفْ عَنَّا كَيْدَهُ وَشَرَّهُ، وَاحْفَظْنَا مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
وَهَمْزِهِ.
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ،
اللّٰهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَىٰ دِيْنِكَ،
وَلَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ عَلَيْنَا سُلْطَانًا،
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاحْفَظْ
أَلْسِنَتَنَا، وَزَكِّ أَعْمَالَنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

