Kultum Ramadhan Hari Ke-12: Meneladani Kedermawanan Secepat Angin ala Rasulullah SAW


*penulis adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar


HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Ramadhan adalah waktu di mana pintu-pintu kebaikan terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berbagi. Jika kita mencari teladan tentang arti memberi yang sesungguhnya, tidak ada sosok yang lebih menyentuh hati selain Baginda Nabi SAW Muhammad SAW. Beliau mengajarkan bahwa kemurahan hati tidak perlu menunggu hingga kita berlebih harta. Meski terkadang beliau sendiri tidak memiliki simpanan makanan untuk esok hari, beliau adalah manusia yang paling sulit untuk berkata "tidak" saat ada orang yang membutuhkan pertolongan.


Sebagaimana Allah SWT abadikan dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”


Kedermawanan yang "Secepat Angin"

Ibnu Abbas RA menceritakan sebuah sisi indah dari karakter Nabi SAW di bulan yang penuh berkah ini:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ ... فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ


“Rasulullah SAW SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi saat bulan Ramadhan... Sungguh, Rasulullah SAW itu lebih cepat dalam memberi kebaikan daripada angin yang bertiup kencang.” (HR. Bukhari & Muslim)


Istilah "angin yang bertiup kencang" (ar-riih al-mursalah) menggambarkan betapa ringannya tangan beliau dalam memberi; tanpa ragu, tanpa menunda, dan manfaatnya dirasakan oleh siapa saja yang beliau temui.


5 Sisi Kedermawanan Nabi SAW SAW yang Menyentuh Hati

Kita bisa menghidupkan sifat mulia ini di dalam rumah dan lingkungan kita melalui lima cara sederhana namun bermakna:


  • Dermawan Perasaan (Emosional): Rasulullah SAW sangat murah hati dalam memberikan senyum dan apresiasi. Mari kita jadikan diri kita orang tua yang dermawan memuji ketulusan anak saat mereka belajar berpuasa, bukan hanya fokus menegur saat mereka berbuat salah.
  • Dermawan Waktu: Di tengah kesibukan yang luar biasa, memberikan waktu sepenuhnya bagi keluarga adalah sedekah yang paling mahal. Letakkan sejenak ponsel kita, dengarkan setiap cerita anak, dan bimbinglah mereka dalam tilawah dengan penuh kasih sayang.
  • Dermawan Maaf: Menjadi pemaaf adalah kedermawanan jiwa tingkat tinggi. Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling mudah memaafkan, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti beliau. Jadikan fase ini untuk memaafkan kekurangan pasangan dan anak-anak kita.
  • Dermawan Ilmu: Berbagi pengetahuan, meski hanya satu ayat, adalah sedekah jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Ajarkanlah kebaikan kepada tetangga atau teman tanpa rasa pelit.
  • Dermawan Materi (Harta): Nabi SAW selalu memberikan apa yang paling beliau cintai. Mulailah dengan kebiasaan kecil seperti sedekah Subuh dan ajarkan anak-anak untuk memasukkan sendiri uangnya ke kotak amal agar mereka terbiasa menjadi “pribadi tangan di atas".

Penutup

Kemurahan hati tidak akan pernah membuat hidup kita kekurangan. Justru, kedermawanan adalah cara kita mengundang rezeki Allah untuk datang lebih luas dan berkah. Rasulullah SAW memberi secepat angin, dan sebagai balasannya, Allah SWT memberikan beliau kemuliaan yang melampaui ufuk langit.


Mari kita memohon agar hati kita dijauhkan dari sifat kikir:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir.” Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]