*penulis
adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar
HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Ramadhan adalah
waktu di mana pintu-pintu kebaikan terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin
berbagi. Jika kita mencari teladan tentang arti memberi yang sesungguhnya,
tidak ada sosok yang lebih menyentuh hati selain Baginda Nabi SAW Muhammad SAW.
Beliau mengajarkan bahwa kemurahan hati tidak perlu menunggu hingga kita
berlebih harta. Meski terkadang beliau sendiri tidak memiliki simpanan makanan
untuk esok hari, beliau adalah manusia yang paling sulit untuk berkata
"tidak" saat ada orang yang membutuhkan pertolongan.
Sebagaimana Allah
SWT abadikan dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ
وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh,
telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang
banyak mengingat Allah.”
Kedermawanan
yang "Secepat Angin"
Ibnu Abbas RA
menceritakan sebuah sisi indah dari karakter Nabi SAW di bulan yang penuh
berkah ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ ... فَلَرَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah
SAW SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi
saat bulan Ramadhan... Sungguh, Rasulullah SAW itu lebih cepat dalam memberi
kebaikan daripada angin yang bertiup kencang.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Istilah "angin yang bertiup kencang" (ar-riih al-mursalah) menggambarkan betapa ringannya tangan beliau dalam memberi; tanpa ragu, tanpa menunda, dan manfaatnya dirasakan oleh siapa saja yang beliau temui.
5
Sisi Kedermawanan Nabi SAW SAW yang Menyentuh Hati
Kita bisa
menghidupkan sifat mulia ini di dalam rumah dan lingkungan kita melalui lima
cara sederhana namun bermakna:
- Dermawan Perasaan
(Emosional): Rasulullah SAW sangat murah
hati dalam memberikan senyum dan apresiasi. Mari kita jadikan diri kita
orang tua yang dermawan memuji ketulusan anak saat mereka belajar
berpuasa, bukan hanya fokus menegur saat mereka berbuat salah.
- Dermawan Waktu:
Di tengah kesibukan yang luar biasa, memberikan waktu sepenuhnya bagi
keluarga adalah sedekah yang paling mahal. Letakkan sejenak ponsel kita,
dengarkan setiap cerita anak, dan bimbinglah mereka dalam tilawah
dengan penuh kasih sayang.
- Dermawan Maaf:
Menjadi pemaaf adalah kedermawanan jiwa tingkat tinggi. Rasulullah SAW
adalah pribadi yang paling mudah memaafkan, bahkan kepada mereka yang
pernah menyakiti beliau. Jadikan fase ini untuk memaafkan kekurangan
pasangan dan anak-anak kita.
- Dermawan Ilmu:
Berbagi pengetahuan, meski hanya satu ayat, adalah sedekah jariyah
yang pahalanya tidak akan terputus. Ajarkanlah kebaikan kepada tetangga
atau teman tanpa rasa pelit.
- Dermawan Materi
(Harta): Nabi SAW selalu memberikan apa yang
paling beliau cintai. Mulailah dengan kebiasaan kecil seperti sedekah
Subuh dan ajarkan anak-anak untuk memasukkan sendiri uangnya ke kotak amal
agar mereka terbiasa menjadi “pribadi tangan di atas".
Penutup
Kemurahan hati
tidak akan pernah membuat hidup kita kekurangan. Justru, kedermawanan adalah
cara kita mengundang rezeki Allah untuk datang lebih luas dan berkah.
Rasulullah SAW memberi secepat angin, dan sebagai balasannya, Allah SWT
memberikan beliau kemuliaan yang melampaui ufuk langit.
Mari kita memohon
agar hati kita dijauhkan dari sifat kikir:
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ
“Ya
Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir.” Wallahu
a’lam bish-shawab.[ ]

