*penulis
adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar
HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Kualitas hidup
seseorang sering kali tercermin dari siapa orang-orang terdekatnya. Dalam
Islam, urusan pergaulan merupakan penentu posisi kita di akhirat kelak. Sahabat
kita bisa menjadi jembatan menuju surga, atau justru menjadi pemberat langkah
saat kita hendak meraih rida Allah.
Bahkan, Allah SWT
memerintahkan Nabi Muhammad SAW—manusia paling mulia—untuk senantiasa bersabar
dan berkumpul bersama orang-orang shalih:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ
رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan
bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada
pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya...” (QS.
Al-Kahfi: 28).
Jika Rasulullah
SAW saja diminta untuk mencari lingkungan yang baik agar tetap teguh, apalagi
kita yang imannya masih sering naik-turun.
Sahabat
adalah Cermin Agama
Rasulullah SAW
memberikan peringatan tegas tentang betapa besarnya pengaruh sebuah pergaulan:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ
أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang
itu tergantung pada agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari
kalian melihat dengan siapa ia berteman.” (HR.
Abu Dawud & Tirmidzi).
Beliau memberikan
perumpamaan yang sangat indah: Berteman dengan orang shalih itu ibarat berteman
dengan penjual minyak wangi. Meskipun kita tidak membelinya, kita tetap
mendapatkan percikan harumnya. Sebaliknya, berteman dengan orang buruk ibarat
berteman dengan tukang besi; jika pakaian kita tidak ikut terbakar, setidaknya
kita akan mencium bau asap yang menyengat.
5
Kriteria "Sahabat Surga" di Bulan Ramadhan
Untuk menjaga
konsistensi ibadah di sisa bulan suci ini, cobalah cari sahabat dengan
ciri-ciri berikut:
- Si Pengingat Shalat:
Sosok yang saat azan berkumandang, menjadi orang pertama yang mengajak
kita ke masjid, bukan yang justru mengajak tetap nongkrong saat iqamah
sudah dekat.
- Si "Rem"
Ghibah: Teman yang berani menegur saat
obrolan mulai meluas ke arah gosip dengan berkata: “Ayo, kita jaga
pahala puasa kita, lebih baik bicarakan yang bermanfaat saja.”
- Si Penyemangat
Ibadah: Di pertengahan Ramadhan saat fisik
mulai lelah, ia hadir mengajak tadarus bersama atau mengirim pesan
motivasi agar semangat menuju kemenangan tidak kendor.
- Si Cermin Kebaikan:
Sahabat sejati adalah mereka yang berani meluruskan kesalahan kita dengan
lembut, karena ia tulus ingin kita masuk surga bersama-sama.
- Si Penggerak
Kedermawanan: Pilih teman yang gemar mengajak
berbagi, seperti membagikan takjil atau santunan, karena lingkungan yang
dermawan akan membuat hati kita ikut lembut.
Strategi
"Audit Pertemanan" untuk Keluarga
Penting bagi orang
tua untuk melakukan "audit" pergaulan demi masa depan ruhani
keluarga:
- Untuk Anak &
Remaja: Pastikan mereka merasa nyaman di
lingkungan masjid atau majelis taklim. Tujuannya agar
"frekuensi" pergaulan mereka terhubung dengan orang-orang yang
mencintai Al-Qur'an.
- Untuk Orang Tua:
Periksa kembali grup-grup di media sosial kita. Apakah isinya lebih banyak
candaan yang melalaikan, atau justru ilmu yang mendekatkan diri kita
kepada Allah?.
Penutup
Di akhirat nanti,
ada orang-orang yang meratap penuh penyesalan karena salah memilih teman akrab:
يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا
خَلِيْلًا
“Aduhai
celakalah aku! Kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman
akrabku.” (QS. Al-Furqan: 28).
Jangan sampai
penyesalan mendalam itu menjadi milik kita. Pilihlah sahabat yang tidak hanya
menemani kita tertawa di dunia, tapi juga menggandeng tangan kita menuju
surga-Nya. Wallahu a’lam.

