![]() |
*penulis
adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar
HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Malam ke-17
Ramadhan membawa kita pada sebuah ingatan yang sangat indah. Malam ini, kita
merenungkan kembali peristiwa Nuzulul Qur’an, saat di mana langit dan bumi
seolah menyatu melalui wahyu yang turun kepada Baginda Nabi Muhammad SAW di Gua
Hira.
Al-Qur'an hadir di
tengah-tengah kita sebagai hadiah terindah dari Sang Pencipta. Ia adalah kompas
yang menjaga langkah kita agar tetap tegak di tengah dunia yang sering kali
membingungkan. Tanpa arahan-Nya, kita mungkin akan terus berputar-putar tanpa tujuan
yang jelas.
Allah SWT SWT
menceritakan maksud diturunkannya mukjizat agung ini dalam Surah Al-Baqarah
ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan
Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda
(antara yang benar dan yang batil).”
Membawa
Al-Qur'an ke Dalam Realitas Hidup
Menghormati
peristiwa Nuzulul Qur’an adalah tentang seberapa dalam kita membiarkan
ayat-ayat Allah SWT menyentuh keseharian kita. Berikut adalah langkah untuk
menjadikan Al-Qur'an sebagai teman dalam setiap tarikan napas:
- Menata Kata di Dunia
Digital. Sebelum jempol kita bergerak
untuk membagikan sesuatu di media sosial, ingatlah pesan Al-Qur'an tentang
tabayyun (mencari kebenaran) dalam Surah Al-Hujurat ayat 6
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا
قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Wahai
orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita
penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum
karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.
Di
tengah riuhnya informasi, Al-Qur'an mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang
tenang dan tidak mudah terprovokasi. Mari jadikan ponsel kita sebagai alat
penyebar kedamaian, bukan kebencian.
- Menjaga Keberkahan
dalam Setiap Ikhtiar. Dalam bekerja
mencari nafkah, ingatlah janji Allah SWT tentang indahnya berbagi dalam
QS. Saba’ : 39
وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ
شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
"...Dan
apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki
yang terbaik."
Al-Qur'an
mengingatkan bahwa rezeki yang paling membahagiakan adalah yang didapatkan
dengan cara yang jujur dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Ketenangan
batin jauh lebih berharga daripada angka di rekening.
- Membangun Rumah yang
Bercahaya. Hadirkan Al-Qur'an dalam
komunikasi keluarga. Gunakan kata-kata yang lembut (Qaulan Layyina)
saat berbicara dengan pasangan dan anak-anak sebagaimana dalam QS. Thaha :
44
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا
لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
"Maka
berbiaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut,
mudah-mudahan dia sadar atau takut."
Jika
setiap anggota keluarga merasa dihargai melalui akhlak Qur’ani, maka rumah kita
akan menjadi tempat istirahat yang paling menenangkan di dunia.
- Praktik Satu Hari
Satu Ayat. Mengejar target bacaan memang
sangat baik, namun cobalah untuk mengambil satu pesan kecil setiap hari
untuk benar-benar kita terapkan. Jika hari ini kita membaca tentang
kesabaran, maka kita praktikkan kesabaran itu saat menghadapi antrean
panjang atau ketika ada seseorang yang memancing amarah kita.
Penutup:
Lampu Penunjuk Jalan
Hidup tanpa
bimbingan Al-Qur'an laksana mengemudi di tengah hutan gelap gulita tanpa lampu
navigasi. Karena itu, di malam Nuzulul Qur'an ini, momentum kita menyalakan
kembali "lampu" itu agar kita bisa melangkah dengan penuh percaya
diri.
هَٰذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ
لِلْمُتَّقِينَ
“Inilah
(Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas bagi semua manusia, dan menjadi
petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS.
Ali Imran : 138)
Semoga Al-Qur'an
tidak hanya berhenti di tenggorokan, tapi meresap ke dalam hati dan mewujud
dalam tindakan nyata yang penuh kasih sayang kepada sesama. Wallah a’lam. [ ]

