*penulis adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar
HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Pada penghujung perjalanan ini, syariat Islam mengajak kita untuk menoleh sejenak pada dimensi sosial dan kesucian batin. Jika puasa adalah menahan diri, maka Zakat Fitrah adalah tentang memberi—sebuah tindakan nyata untuk memastikan bahwa kegembiraan Idul Fitri tidak hanya milik mereka yang berpunya, tapi juga milik mereka yang selama ini terhimpit kekurangan.
Zakat Fitrah
hakikatnya adalah "pembersih" bagi puasa kita yang mungkin masih
dinodai oleh ucapan yang sia-sia atau perilaku yang kurang terjaga. Allah SWT
berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ
وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
menyucikan mereka...”
Dua
Dimensi Zakat Fitrah
Rasulullah SAW
menjelaskan fungsi ganda dari Zakat Fitrah ini dengan sangat indah. Beliau
bersabda:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً
لِلْمَسَاكِينِ
“Rasulullah
SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari
perbuatan sia-sia dan ucapan kotor, serta sebagai pemberian makan bagi
orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud &
Ibnu Majah, Shahih)
Hadits ini
mengingatkan kita bahwa ada dua hak yang sedang kita tunaikan; hak jiwa kita
agar kembali fitrah (suci), dan hak kaum dhuafa agar perut mereka
tidak lapar di hari kemenangan.
Menunaikan
Zakat dengan Sentuhan Hati
Agar ibadah zakat
kita tahun ini terasa lebih bermakna dan berdampak secara spiritual, mari kita
perhatikan beberapa poin berikut:
- Menyegerakan Tanpa
Menunda. Meskipun batas akhirnya adalah
sebelum shalat Idul Fitri, menyegerakan zakat membantu petugas (‘amil)
dan penerima manfaat untuk mempersiapkan kebutuhan mereka lebih awal. Ini
adalah bentuk empati kita agar mereka pun bisa merasakan ketenangan
menjelang lebaran.
- Memberikan yang
Terbaik: Jika kita mengonsumsi beras dengan
kualitas baik sehari-hari, maka janganlah memberikan zakat dengan kualitas
yang lebih rendah. Memberikan yang terbaik adalah tanda bahwa kita
menghargai saudara kita dan memuliakan perintah Allah SWT.
- Mengajarkan Makna
Berbagi pada Keluarga. Jadikan momen
membayar zakat sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Biarkan mereka
melihat atau bahkan ikut menyerahkan zakat tersebut. Ajarkan mereka bahwa
di dalam harta kita, ada titipan milik orang lain yang harus dikembalikan.
- Membersihkan Hati
dari Sifat Kikir. Saat mengeluarkan
zakat, rasakanlah bahwa kita sedang melepas keterikatan hati pada dunia.
Zakat adalah latihan agar kita tidak menjadi hamba harta, melainkan hamba
Allah SWT yang dermawan.
Penutup:
Meraih Fitrah yang Sejati
Zakat Fitrah
adalah jembatan yang menghubungkan si kaya dan si miskin dalam satu ikatan
persaudaraan yang tulus. Dengan menunaikannya secara jujur, kita berharap dapat
mengakhiri Ramadhan ini dengan batin yang bening dan murni.
Mari kita pastikan
bahwa saat takbir berkumandang nanti, tidak ada satu pun tetangga atau
saudara kita yang menangis karena kelaparan. Semoga dengan Zakat Fitrah ini,
Allah menyucikan puasa kita dan mengaruniakan kita kemampuan untuk mengakhiri
hidup kelak dengan husnul khatimah. Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]

