Kultum Ramadhan Hari Ke-25: Zakat Fitrah, Membersihkan Harta, Menyucikan Jiwa

 

*penulis adalah Anggota Dewan Murobi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar


HIDAYATULLAHJABAR.COM - - Pada penghujung perjalanan ini, syariat Islam mengajak kita untuk menoleh sejenak pada dimensi sosial dan kesucian batin. Jika puasa adalah menahan diri, maka Zakat Fitrah adalah tentang memberi—sebuah tindakan nyata untuk memastikan bahwa kegembiraan Idul Fitri tidak hanya milik mereka yang berpunya, tapi juga milik mereka yang selama ini terhimpit kekurangan.


Zakat Fitrah hakikatnya adalah "pembersih" bagi puasa kita yang mungkin masih dinodai oleh ucapan yang sia-sia atau perilaku yang kurang terjaga. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103:


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا


“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...”


Dua Dimensi Zakat Fitrah

Rasulullah SAW menjelaskan fungsi ganda dari Zakat Fitrah ini dengan sangat indah. Beliau bersabda:


فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ


“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor, serta sebagai pemberian makan bagi orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah, Shahih)


Hadits ini mengingatkan kita bahwa ada dua hak yang sedang kita tunaikan; hak jiwa kita agar kembali fitrah (suci), dan hak kaum dhuafa agar perut mereka tidak lapar di hari kemenangan.


Menunaikan Zakat dengan Sentuhan Hati


Agar ibadah zakat kita tahun ini terasa lebih bermakna dan berdampak secara spiritual, mari kita perhatikan beberapa poin berikut:


  • Menyegerakan Tanpa Menunda. Meskipun batas akhirnya adalah sebelum shalat Idul Fitri, menyegerakan zakat membantu petugas (‘amil) dan penerima manfaat untuk mempersiapkan kebutuhan mereka lebih awal. Ini adalah bentuk empati kita agar mereka pun bisa merasakan ketenangan menjelang lebaran.

  • Memberikan yang Terbaik: Jika kita mengonsumsi beras dengan kualitas baik sehari-hari, maka janganlah memberikan zakat dengan kualitas yang lebih rendah. Memberikan yang terbaik adalah tanda bahwa kita menghargai saudara kita dan memuliakan perintah Allah SWT.

  • Mengajarkan Makna Berbagi pada Keluarga. Jadikan momen membayar zakat sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Biarkan mereka melihat atau bahkan ikut menyerahkan zakat tersebut. Ajarkan mereka bahwa di dalam harta kita, ada titipan milik orang lain yang harus dikembalikan.

  • Membersihkan Hati dari Sifat Kikir. Saat mengeluarkan zakat, rasakanlah bahwa kita sedang melepas keterikatan hati pada dunia. Zakat adalah latihan agar kita tidak menjadi hamba harta, melainkan hamba Allah SWT yang dermawan.

Penutup: Meraih Fitrah yang Sejati


Zakat Fitrah adalah jembatan yang menghubungkan si kaya dan si miskin dalam satu ikatan persaudaraan yang tulus. Dengan menunaikannya secara jujur, kita berharap dapat mengakhiri Ramadhan ini dengan batin yang bening dan murni.


Mari kita pastikan bahwa saat takbir berkumandang nanti, tidak ada satu pun tetangga atau saudara kita yang menangis karena kelaparan. Semoga dengan Zakat Fitrah ini, Allah menyucikan puasa kita dan mengaruniakan kita kemampuan untuk mengakhiri hidup kelak dengan husnul khatimah. Wallahu a’lam bish-shawab.[ ]