Khutbah Jumat: Bahaya Besar Laknat Allah

 


*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung

 

KHUTBAH PERTAMA:

 

الحمد لله الذي أمرنا بطاعته، ونهانا عن معصيته، وحذرنا من غضبه ولعنته، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،

وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلوات ربي وسلامه عليه، وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. (أما بعد)

أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فهي وصية الله للأولين والآخرين

 

Segala puji bagi Allah, Dzat yang berhak untuk ditaati segala perintah-Nya, dijauhi segala larangan-Nya, dan kepada-Nya kita berlindung dari murka serta laknat-Nya.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Marilah kita senantiasa berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini, agar tidak termasuk golongan yang mendapatkan laknat Allah. Sebab, siapa saja yang dilaknat oleh Allah, maka ia akan dijauhkan dari rahmat-Nya. Sehingga tidak ada lagi kebahagiaan, ketenangan, dan keselamatan baginya, baik di dunia maupun di akhirat.

 

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala telah menjelaskan beberapa golongan manusia yang mendapatkan laknat dari-Nya. Maka wajib bagi kita untuk mengenalnya, agar kita dapat menjauhinya.

 

1. Orang Kafir.

Orang-orang kafir yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka mereka dipastikan mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, maka mereka mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.” (QS. Al-Baqarah: 161)

 

➡️ Ini menunjukkan bahwa kekafiran yang dibawa hingga mati adalah sebab terbesar turunnya laknat Allah.

 

2️Orang yang Zalim.

Termasuk golongan yang paling zalim adalah orang yang berdusta atas nama Allah.

 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا... أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

 

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kebohongan terhadap Allah?... Ingatlah, laknat Allah atas orang-orang zalim itu.” (QS. Hūd: 18)

 

➡️ Berdusta atas nama Allah, menyebarkan kebatilan atas nama agama. Ini adalah kezaliman yang sangat besar dan layak mendapatkan laknat Allah.

 

3️Orang Munafik dan Musyrik.

Orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, juga termasuk golongan yang mendapat azab, kemurkaan, dan laknat Allah.

 

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ

 

“Dan agar Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berburuk sangka kepada Allah. Mereka akan mendapat kebinasaan, kemurkaan Allah, dan laknat-Nya.” (QS. Al-Fath: 6)

 

➡️ Munafik merusak agama dari dalam

➡️ Musyrik merusak tauhid secara terang-terangan

Keduanya termasuk dosa besar yang mengundang laknat Allah.

 

4️Orang yang Murtad.

Orang yang telah beriman kemudian kembali kafir, maka orang seperti ini tidak akan mendapatkan petunjuk dari Allah dan dipastikan mendapatkan laknat dari-Nya.

 

كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ... أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

 

“Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman… Mereka itu balasannya ialah laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya.” (QS. Āli ‘Imrān: 86–87)

 

➡️ Laknat dari tiga pihak menunjukkan besarnya dosa tersebut:

* Laknat Allah → dijauhkan dari rahmat dan hidayah serta mendapat azab di akhirat

* Laknat malaikat → tidak lagi didoakan dan tidak disertai oleh malaikat rahmat

* Laknat manusia → dicela, dijauhi, dan dikenang buruk

 

نفعني الله وإياكم بالقرآن العظيم، وأقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

 


KHUTBAH KEDUA:

 

الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه أجمعين.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Selain golongan yang telah disebutkan, terdapat pula golongan lain yang mendapatkan laknat Allah, yaitu Orang yang Menyembunyikan Kebenaran.

 

Orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah dan petunjuk yang jelas juga akan mendapatkan laknat.

 

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ ... أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

 

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan dan petunjuk… mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh semua (makhluk) yang melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)

 

➡️ Termasuk di dalamnya:

menyembunyikan ilmu dan tidak mau menyampaikan kebenaran.

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Inilah golongan manusia yang mendapatkan laknat Allah. Kafir, Zalim, Munafik, Musyrik, Murtad dan Menyembunyikan kebenaran Wahyu dan petunjuk Allah yang nyata.

 

Marilah kita berlindung dan memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan dan kekuatan untuk menjaga iman sampai akhir hayat, menyampaikan kebenaran walaupun terasa berat dan senantiasa Istiqomah dijalan yang diridhai Allah serta dijauhkan dari murka dan laknat-Nya

 

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ. اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، عَلَانِيَتَهَا وَسِرَّهَا. اللَّهُمَّ لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا بِذُنُوبِنَا، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.

وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين،

والحمد لله رب العالمين.