*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung
KHUTBAH PERTAMA:
الحمد لله الذي خلقنا لعبادته، وأمرنا
بتوحيده وطاعته، ونهانا عن الشرك والمعصية
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين, أما بعد
فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي الخاطئة
بتقوى الله، فإنها وصية الله للأولين والآخرين
Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa
Ta‘ālā, Zat yang telah menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya,
memerintahkan kita untuk mentauhidkan dan menaati-Nya, serta melarang kita dari
segala bentuk kemaksiatan dan kesyirikan.
Ma‘asyiral muslimīn raḥimakumullāh,
Kita wajib berhati-hati dan selalu
waspada agar tidak terjerumus ke dalam dosa syirik karena orang yang terjerumus
pada kemusyrikan bukan terjerumus kepada dosa biasa tapi ini merupakan dosa
yang sangat luar biasa dan merupakan musibah terbesar bagi sang pelakunya
karena akibatnya bukan hanya kebinasaan dunia tapi sampai akhirat.
Allah SWT menggambarkan perumpamaan
tentang orang musyrik dalam Qur'an surat Al-Hajj ayat 31
وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا
خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوتَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍۢ
سَحِيقٍۢ
“Barang siapa mempersekutukan
Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau
diterbangkan angin ke tempat yang sangat jauh.”
Orang musyrik terjatuh dari ketinggian iman
dan hidayah, lalu disambar hawa nafsu, syaitan, dan kesesatan dunia hingga
terlempar jauh dari rahmat Allah. Itu gambaran kehancuran total, tanpa arah,
tanpa pegangan.
Berikut ini adalah ayat-ayat Qur'an
yang menjelaskan akibat besar dari perbuatan syirik
Dosa yang sangat besar.
Syirik bukan dosa biasa melainkan Dosa paling
besar diantara dosa-dosa besar lain.
وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى
اِثْمًا عَظِيْمًا
"Barang siapa mempersekutukan
Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa': 48)
Kezaliman yang amat besar.
Syirik bukanlah kezaliman biasa tapi puncak
kezaliman dari kezaliman lain.
لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ
لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ
"Janganlah engkau menyekutukan
Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang
besar." (QS.
Luqmān: 13)
Kesesatan yang sangat jauh.
Syirik bukan kesesatan biasa tapi benar-benar
kesesatan yang sangat jauh dari jalan kebenaran.
وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ
ضَلَالًا بَعِيدًا
“Barang siapa mempersekutukan
Allah, maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS An-Nisā: 116)
Orang-orang najis.
Orang musyrik akidahnya najis, maka mereka
tidak boleh masuk Masjidil Haram.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا
الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Wahai orang-orang yang beriman!
Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati
Masjidil Haram”
(QS. At-Taubah: 28)
Seburuk-buruk makhluk
Orang musyrik adalah penghuni neraka jahanam
dan seburuk-buruk makhluk.
وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ
خَـٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ
“ orang-orang musyrik, (akan masuk)
ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk
makhluk.” (QS.
Al-Bayyinah: 6)
Dosa yang tidak diampuni.
Syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni.
Sedangkan dosa lain masih punya harapan pengampunan.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ
بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ
"Sesungguhnya Allah tidak akan
mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa
(dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa': 48)
Tidak layak didoakan ampunan.
Orang musyrik tidak akan mendapat doa ampunan
dari nabi dan orang-orang yang beriman walaupun mereka kerabatnya.
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا
أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ
“Tidak sepatutnya bagi Nabi dan
orang-orang yang beriman memintakan ampun bagi orang-orang musyrik, sekalipun
mereka adalah kerabatnya.”
(QS At-Taubah: 113)
Amalnya terhapus.
Syirik menghancurkan pahala amal, walaupun
mereka beramal sebanyak-banyaknya.
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا
كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Seandainya mereka mempersekutukan
Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-An‘ām: 88)
Menjadi orang yang merugi.
Orang yang musyrik benar-banar akan menjadi
orang yang rugi karena kehilangan semua amal.
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ
وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Jika engkau mempersekutukan Allah,
niscaya akan terhapuslah amalmu, dan engkau benar-benar menjadi orang yang
merugi.” (QS
Az-Zumar: 65)
Haram masuk surga.
Orang musyrik haram masuk surga, maka pastilah
tempat kembalinya adalah neraka.
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ
حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ
“Sesungguhnya barang siapa
mempersekutukan Allah, maka pasti Allah haramkan surga baginya, dan tempat
kembalinya adalah neraka.”
(QS Al-Mā’idah: 72)
Putus hubungan dengan Allah.
Orang musyrik tidak lagi memiliki hubungan
atau jaminan perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya.
بَرَاءَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
إِلَى الَّذِينَ عَاهَدتُّم مِّنَ الْمُشْرِكِينَ
“(Inilah) pernyataan pemutusan
hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik.” (QS At-Taubah: 1)
Hadirin sidang Jum'at
rahimakumullah,
Demikianlah musibah terbesar bagi
sang pelaku syirik, Semoga Allah melindungi kita dan terhindar dari perbuatan
syirik.
نفعني الله وإياكم بالقرآن العظيم، وبهدي
سيد المرسلين، وأقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه
إنه هو الغفور الرحيم
---
KHUTBAH KEDUA:
الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على
من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sesungguhnya syirik tidak hanya
terjadi pada orang-orang penyembah berhala saja.
Syirik dapat terjadi juga pada
orang yang menyembah Allah tapi niatnya bukan karena Allah. Inilah yang disebut
syirik kecil yang dikhawatirkan Rasulullah ﷺ
karena berakibat gugurnya pahala.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أخوفُ ما أخافُ عليكم الشركُ الأصغرُ.
قالوا: وما الشركُ الأصغرُ يا رسولَ اللهِ؟ قال: الرِّياءُ.
“Hal yang paling aku khawatirkan
atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu wahai
Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu riya.” (HR. Ahmad)
Riya adalah menampakkan amal agar dipuji
manusia. Ia tidak membatalkan Islam, tetapi menghapus pahala amal yang
tercampur riya.
Maka barang siapa ingin selamat,
hendaklah ia menjaga tauhid dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan,
baik dalam ibadah, niat, maupun perbuatan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala
berfirman:
فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ
فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
"Maka barang siapa mengharap
pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan
janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya." (QS. Al-Kahf: 110)
Maka marilah kita kuatkan tauhid
kita, bersihkan hati dari segala bentuk syirik, ria, dan cinta dunia yang
berlebihan.
اللهم إنا نعوذ بك أن نشرك بك شيئاً نعلمه
ونستغفرك لما لا نعلمه
اللهم ثبتنا على التوحيد حتى نلقاك ونجنا من الشرك والبدع والضلالات
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة
حسنة، وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه
أجمعين، والحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

