![]() |
| Foto: Affan Falas |
HIDAYATULLAHJABAR.COM, BANDUNG – Nuansa Syawal yang hangat menjadi
latar yang tepat bagi DPW Hidayatullah Jawa Barat untuk mempertemukan kembali
segenap kader terbaiknya. Bertempat di Kampus Hidayatullah Cilengkrang, Kampung
Ciwaru RT 01/02, Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung,
Jawa Barat, organisasi ini menggelar Silaturrahmi Syawal 1447 H yang dipadukan
dengan Rapat Koordinasi dan Sinergi Pengurus DPD, Orpen, serta Amal Usaha.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh sekitar
70 kader inti yang berasal dari berbagai elemen organisasi di seluruh Jawa
Barat.
Para peserta yang hadir merepresentasikan
beragam unsur keorganisasian Hidayatullah di tingkat provinsi, di antaranya
pengurus inti DPD Hidayatullah dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Barat,
Pemuda Hidayatullah Jawa Barat, Mushida Hidayatullah Jawa Barat, POS Dai, KMH,
serta DMW Hidayatullah Jawa Barat. Kehadiran perwakilan dari berbagai lini ini
memperkuat karakter acara sebagai forum konsolidasi yang bersifat menyeluruh
dan inklusif.
Jaga Nyala Api
Tarbiyah Ramadan di Bulan Syawal
Dalam sesi sambutan yang membuka rangkaian
acara, Ustadz Dadang Abu Hamzah tampil dengan pesan yang langsung menghunjam ke
titik paling strategis bagi kehidupan seorang kader dakwah: bahaya melemahnya
semangat ibadah pascaRamadan. Ia menegaskan bahwa bulan Ramadan bukan sekadar
ritual tahunan yang berlalu begitu saja, melainkan momentum tempaan jiwa yang
harus meninggalkan jejak permanen dalam kualitas ibadah dan komitmen dakwah
seorang Muslim.
Dengan penuh semangat, Ustadz Dadang
mengajak seluruh kader yang hadir untuk tidak membiarkan tarbiyah Ramadan yang
telah berhasil dibangun selama sebulan penuh itu layu begitu saja seiring
bergantinya bulan.
“Jangan
sampai tarbiyah Ramadhan kemarin berkurang. Semangat indah yang telah kita
bangun harus terus dijaga di bulan Syawal dan bulan lainnya, dengan harapan
kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam kondisi yang lebih
baik,”
— Ust. Dadang Abu Hamzah
Pesan tersebut sekaligus mengandung
pengingat bahwa pertemuan Syawal ini bukan semata-mata ajang reuni dan saling
bermaafan, tetapi harus menjadi titik awal untuk meningkatkan mutu diri,
memperbarui niat, dan memperkuat ikhtiar dakwah di hari-hari ke depan. Sebab
Ramadan sejatinya adalah madrasah — dan nilai terbaik dari madrasah itu
dibuktikan bukan saat ujian, melainkan setelahnya.
Ketua DPW Dorong
Kemandirian dan Pengembangan Usaha Kader
Giliran berikutnya, Ketua DPW Hidayatullah
Jawa Barat, Ustadz Ahmad Maghfur, menyampaikan sambutannya dengan ekspresi
syukur dan haru atas terselenggaranya pertemuan kader Hidayatullah se-Jawa
Barat dalam suasana yang penuh kehangatan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai
bukti nyata bahwa rasa cinta dan ikatan di antara kader-kader Hidayatullah
tidak hanya tumbuh di lingkungan kampus, tetapi juga merentang melewati
batas-batas geografis kabupaten dan kota.
![]() |
| Para peserta silaturahmi Syawal 1447 H DPW Hidayatullah Jabar ( Foto: Affan Falas) |
Lebih dari sekadar mempererat ukhuwah,
Ustadz Ahmad Maghfur juga mendorong seluruh kader agar tidak hanya bergiat
dalam aktivitas dakwah, tetapi juga serius mengembangkan potensi usaha yang
dapat memperkuat kemandirian lembaga secara finansial. Ia menunjuk sejumlah
peluang konkret yang dapat dioptimalkan, termasuk Lembaga Penjaminan Halal
(LPH) dan berbagai sektor usaha lainnya yang dapat digarap secara lebih serius.
Dalam pandangan Ustadz Ahmad, kemandirian
ekonomi lembaga adalah prasyarat bagi keberlangsungan dan kebebasan gerak
dakwah. Sebuah organisasi dakwah yang mandiri secara finansial tidak hanya
mampu menghidupi kadernya dengan layak, tetapi juga memiliki kapasitas lebih
besar untuk melayani umat tanpa harus tergantung pada pihak luar.
Pembangunan Gedung
Dakwah dan Apresiasi atas Kontribusi DPD
Sejumlah agenda penting turut disampaikan
dalam forum tersebut. Ustadz Andi Ahmad Suhendar mengangkat isu yang tidak
kalah strategis: urgensi pembangunan gedung dakwah di wilayah Jawa Barat
sebagai pusat kegiatan penguatan gerakan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur dakwah yang representatif akan menjadi
fondasi yang lebih kokoh bagi Hidayatullah dalam menjalankan misinya di tengah
masyarakat.
Sementara itu, Bendahara Wilayah DPW
Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Hasbi, secara khusus menyampaikan penghargaan
yang tulus kepada seluruh DPD dan yayasan yang telah menunjukkan komitmennya
secara aktif dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini melalui kontribusi
infaq dan dukungan kelembagaan. Ia menegaskan bahwa partisipasi tersebut bukan
hanya sekadar dukungan material, melainkan juga cerminan dari kebersamaan dan
soliditas gerakan Hidayatullah di Jawa Barat.
Ditutup dengan Doa,
Makan Bersama, dan Ramah Tamah
Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam
atmosfer yang hangat, jauh dari kesan formal dan kaku yang kerap melekat pada
rapat-rapat koordinasi organisasi. Suasana kekeluargaan yang kental terasa
mengalir natural di antara para peserta, mencerminkan ikatan emosional yang
telah lama tumbuh di antara kader-kader Hidayatullah lintas generasi dan lintas
wilayah.
Acara ditutup dengan doa bersama yang
dipanjatkan dengan khusyuk, memohon keberkahan, kemudahan, dan kekuatan dalam
mengemban amanah dakwah. Prosesi penutupan kemudian dilanjutkan dengan makan
siang bersama dan sesi ramah tamah yang menjadi ruang paling cair dan
menyenangkan bagi para peserta untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan
rencana-rencana ke depan.
Silaturrahmi Syawal 1447 H ini diharapkan
tidak hanya menjadi momen pertemuan yang sarat makna, tetapi juga menjadi
katalis nyata bagi penguatan koordinasi, peningkatan sinergi antar unit dakwah,
serta mendorong peran kader Hidayatullah Jawa Barat agar semakin aktif,
kreatif, dan berdampak dalam membangun umat dan mengembangkan lembaga secara
berkelanjutan di masa-masa mendatang. [ ]
Rep: Affan Falas
Editor: Admin Im@n


