HIDAYATULLAHJABAR.COM, BANDUNG BARAT--Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah Jawa Barat menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Juru Sembelih Halal (JULEHA), pada 18–20/5/2026.
Acara yang berlangsung di Aula Atang Sahidin Pondok Pesantren At-Taqwa, Kabupaten Bandung Barat, ini diikuti 45 peserta dari berbagai Rumah Potong Hewan (RPH) dan lembaga di Jawa Barat, seperti dari Kota/Kabupaten Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Subang, dan beberapa daerah lainnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi juru sembelih halal agar memenuhi standar syariat Islam, kesehatan, dan sertifikasi profesi nasional.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat H. Asep Ismail, M.Si., Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Provinsi Jawa Barat Prof. Diana Sari, S.E., M.MGT., Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Cecep Ridwan.
Turut hadir pula Camat Ngamprah H. Mustika Kawit, Kepala Desa Cimanggu Budi Mulyana, Kepala UPTD RPH Bandung Barat Rizky, serta Kepala Bidang Kesejahteraan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Suprijanto.
Selain itu, juga Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat H. Didin Saepudin, Ketua Asosiasi JULEHA Indonesia Provinsi Jawa Barat Ust. Yusuf SZ Ash Shidiq, Ketua LSH Hidayatullah Jawa Barat Ust. Dadang Abu Hamzah, Lc., serta para tokoh dan undangan lainnya.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyampaikan bahwa penguatan sektor halal merupakan bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia halal menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ekosistem halal nasional.
“Bank Indonesia terus mendukung penguatan ekosistem halal, termasuk melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Juru sembelih halal memiliki peran strategis dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi,” tuturnya.
Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, H. Asep Ismail, M.Si., juga mengapresiasi kolaborasi antara Bank Indonesia, LSH Hidayatullah, dan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan standar kehalalan dan kualitas penyembelihan hewan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendukung penuh upaya peningkatan kompetensi juru sembelih halal demi terwujudnya ketenteraman dan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren At-Taqwa, Asep Juhana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi juru sembelih halal merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk pangan masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap Pesantren At-Taqwa dapat terus menjadi bagian dari penguatan ekosistem halal di Jawa Barat, khususnya dalam mencetak juru sembelih halal yang profesional dan sesuai syariat,” ujarnya.
Ketua LSH Hidayatullah Jawa Barat, Ust. Dadang Abu Hamzah, Lc., menegaskan pentingnya pelatihan dan uji kompetensi JULEHA untuk memastikan proses penyembelihan hewan berjalan sesuai syariat Islam dan standar halal yang berlaku.
“Juru sembelih halal bukan hanya sekadar profesi, tetapi amanah besar untuk menjaga kehalalan pangan umat. Karena itu, kompetensi dan pemahaman syariat harus benar-benar dimiliki oleh setiap peserta,” katanya.
Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, para peserta diharapkan mampu menjadi juru sembelih halal yang kompeten, profesional, dan memiliki sertifikasi resmi BNSP sehingga dapat mendukung penguatan industri halal serta ketahanan pangan halal di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Reporter : Affan Fallas
Editor : Dadang Kusmayadi


