KHUTBAH PERTAMA:
الحمد لله الذي خلق الإنسان وكرمه بالعقل،
وجعل له السمع والبصر والفؤاد، ليهتدي بها إلى الحق، أشهد أن لا إله إلا الله وحده
لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن، وَعَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى
إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالتَّمَسُّكِ بِهَذَا الدِّيْنِ
تَمَسُّكًا قَوِيًّا. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْم: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ أَيْضًا: إِنَّا
أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,
Allah ﷻ menciptakan manusia dengan
kemuliaan yang tidak diberikan kepada makhluk lain, yaitu akal. Dengan akal,
manusia mampu memahami kebenaran, membedakan antara yang hak dan yang batil,
serta menerima petunjuk dari Allah.
Karena itu, Al-Qur’an diturunkan
dengan bahasa yang jelas agar manusia menggunakan akalnya untuk memahami
petunjuk tersebut.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا
لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya
berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu memahaminya.” (QS. Yūsuf: 2)
Allah menegur orang yang tidak
menggunakan akalnya untuk memahami Al-Qur’an.
لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا
فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Sungguh Kami telah menurunkan
kepada kalian Kitab yang mengandung peringatan bagi kalian. Maka apakah kalian
tidak memahami?”
(QS. Al-Anbiyā’: 10)
Ayat-ayat Allah jelas, namun hanya
bermanfaat bagi yang menggunakan akalnya.
قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِن
كُنتُمْ تَعْقِلُونَ
“Sungguh Kami telah menjelaskan
ayat-ayat itu jika kalian memahami.” (QS. Āli ‘Imrān: 118)
Hadirin sidang Jum'at
rahimakumullah,
Namun mayoritas manusia tidak
menggunakan akalnya sehingga kesesatannya melebihi binatang dan menjadi mahluk
yang terburuk
قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ؕ بَلْ اَكْثَرُهُمْ
لَا يَعْقِلُوْنَ
”Katakanlah, “Segala puji bagi
Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.“ (QS. Al-‘Ankabūt: 63)
اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ
اَوْ يَعْقِلُوْنَ ؕ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا
“Atau apakah engkau mengira bahwa
kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti
hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi jalannya.“(QS. Al-Furqān: 44)
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ
الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya makhluk yang paling
buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu, yaitu mereka yang
tidak menggunakan akalnya.”
(QS. Al-Anfāl: 22)
Oleh karena itu, Allah ﷻ
menggambarkan bahwa orang yang berdakwah kepada mereka yang tidak mau
menggunakan akalnya bagaikan seorang penggembala yang berteriak kepada hewan
ternaknya; mereka hanya mendengar suara, tetapi tidak memahami maknanya, tetap
tuli dari kebenaran, dan tidak mengerti petunjuk Allah.
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا كَمَثَلِ
الَّذِيْ يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ اِلَّا دُعَآءً وَّنِدَآءً ؕ صُمٌّۢ بُكْمٌ
عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
”Dan perumpamaan bagi (penyeru)
orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang
tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta,
maka mereka tidak mengerti.”
(QS. Al-Baqarah: 171)
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ
ؕ اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوْا لَا يَعْقِلُوْنَ
”Dan di antara mereka ada yang
mendengarkan engkau (Muhammad). Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang
yang tuli itu mendengar, walaupun mereka tidak mengerti?.” (QS. Yūnus: 42)
Bahkan ketika dipanggil untuk
shalat melalui azan, mereka menjadikannya sebagai olok-olok dan permainan.
Akibatnya, penyesalan besar datang ketika mereka menjadi penghuni neraka,
karena dahulu mereka tidak mau mendengar kebenaran dan tidak menggunakan akalnya
untuk menerima petunjuk Allah.
وَاِذَا نَادَيْتُمْ اِلَي الصَّلٰوةِ
اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا ؕ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ
”Dan apabila kamu menyeru (mereka)
untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan.
Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.” (QS. Al-Mā’idah: 58)
وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ
نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْۤ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
”Dan mereka berkata,
"Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu)
tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 10)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,
Mari kita jaga dan manfaatkan akal
yang telah Allah anugerahkan untuk:
·
memahami
Al-Qur’an
·
menguatkan
iman
·
menemukan
cahaya kebenaran
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم
ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA:
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧِﻪِ، ﻭَﺍﻟﺸُّﻜْﺮُ
ﻟَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺗَﻮْﻓِﻴْﻘِﻪِ ﻭَﺍﻣْﺘِﻨَﺎﻧِﻪ، ﻭَﺃَﺷﻬَﺪُ ﺃَﻥ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ
ﻻ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﺗَﻌْﻈِﻴْﻤًﺎ ﻟِﺸَﺄْﻧِﻪ، ﻭﺃَﺷﻬﺪُ ﺃﻥَّ ﻧَﺒِﻴَّﻨَﺎ ﻣُﺤﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒﺪُﻩُ
ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺍَﻟﺪَّﺍﻋِﻲ ﺇِﻟﻰ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧِﻪ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ:
ﻓَﻴَﺎ ﻋَﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍِﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ
ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ، ﻭَﻻَ ﺗَـﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥ
Jamaah rahimakumullāh,
Di dalam Al-Qur’an, lafadz “تَعْقِلُونَ”
disebut diujung ayat dalam berbagai bentuk.
Kalimat “إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ”
Artinya: “Jika kalian mau berpikir.”
Kata “jika” menunjukkan bahwa
manusia bisa menggunakan akalnya, dan bisa juga tidak menggunakannya.
Kalimat “لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ”
Artinya: “Agar kalian berpikir.”
Ini merupakan bentuk harapan
sekaligus anjuran dari Allah agar manusia mau menggunakan akalnya untuk
memahami petunjuk dan kebenaran.
Kalimat “لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ”
Artinya: “Bagi kaum yang berpikir.”
Biasanya digunakan dalam ayat-ayat
yang mengajak manusia untuk menggunakan akal dalam memahami ayat-ayat dan
tanda-tanda kekuasaan Allah dan mengambil pelajaran darinya.
Kalimat “لَا يَعْقِلُونَ”
Artinya: “Mereka tidak memahami.”
Biasanya menjadi kabar tentang
kebanyakan manusia yang tidak mau menggunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat
Allah dan menerima kebenaran.
Kalimat “أَفَلَا تَعْقِلُونَ”
Artinya: “Tidakkah kalian berpikir?”
Ini adalah bentuk teguran yang
keras bagi orang-orang yang telah datang kepada mereka penjelasan dan
keterangan yang jelas, namun masih tidak mau menggunakan akalnya untuk menerima
kebenaran.
Hadirin sidang Jum'at
rahimakumullah,
Mudah-mudahan melalui akal yang
Allah ﷻ anugerahkan kepada kita, kita dapat menemukan cahaya kebenaran dan
meraih hidayah dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اللهم أرنا الحق حقًّا وارزقنا اتباعه،
وأرنا الباطل باطلًا وارزقنا اجتنابه
اللهم نوّر قلوبنا بالقرآن، وزيّنا بالإيمان،
واجعلنا من الذين يعقلون ويهتدون
اللهم ثبّت قلوبنا على طاعتك، وتوفّنا
مسلمين غير مبدّلين ولا مغيّرين
وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه
أجمعين
والحمد لله رب العالمين

