Khutbah Jumat: Peran Akal dalam Menemukan Cahaya Kebenaran


 *penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung


KHUTBAH PERTAMA:

 

الحمد لله الذي خلق الإنسان وكرمه بالعقل، وجعل له السمع والبصر والفؤاد، ليهتدي بها إلى الحق، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن، وَعَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالتَّمَسُّكِ بِهَذَا الدِّيْنِ تَمَسُّكًا قَوِيًّا. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْم: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ أَيْضًا: إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Allah ﷻ menciptakan manusia dengan kemuliaan yang tidak diberikan kepada makhluk lain, yaitu akal. Dengan akal, manusia mampu memahami kebenaran, membedakan antara yang hak dan yang batil, serta menerima petunjuk dari Allah.

 

Karena itu, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa yang jelas agar manusia menggunakan akalnya untuk memahami petunjuk tersebut.

 

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

 

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu memahaminya.” (QS. Yūsuf: 2)

 

Allah menegur orang yang tidak menggunakan akalnya untuk memahami Al-Qur’an.

 

لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

 

“Sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian Kitab yang mengandung peringatan bagi kalian. Maka apakah kalian tidak memahami?” (QS. Al-Anbiyā’: 10)

 

Ayat-ayat Allah jelas, namun hanya bermanfaat bagi yang menggunakan akalnya.

 

قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

 

Sungguh Kami telah menjelaskan ayat-ayat itu jika kalian memahami.” (QS. Āli ‘Imrān: 118)

 

Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah,

Namun mayoritas manusia tidak menggunakan akalnya sehingga kesesatannya melebihi binatang dan menjadi mahluk yang terburuk

 

قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ؕ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ 

 

”Katakanlah, “Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.“ (QS. Al-‘Ankabūt: 63)

 

اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ اَوْ يَعْقِلُوْنَ ؕ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا 

 

“Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi jalannya.“(QS. Al-Furqān: 44)

 

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

 

“Sesungguhnya makhluk yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu, yaitu mereka yang tidak menggunakan akalnya.” (QS. Al-Anfāl: 22)

 

Oleh karena itu, Allah ﷻ menggambarkan bahwa orang yang berdakwah kepada mereka yang tidak mau menggunakan akalnya bagaikan seorang penggembala yang berteriak kepada hewan ternaknya; mereka hanya mendengar suara, tetapi tidak memahami maknanya, tetap tuli dari kebenaran, dan tidak mengerti petunjuk Allah.

 

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا كَمَثَلِ الَّذِيْ يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ اِلَّا دُعَآءً وَّنِدَآءً ؕ صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ

 

”Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.” (QS. Al-Baqarah: 171)

 

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ ؕ اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوْا لَا يَعْقِلُوْنَ

 

”Dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Muhammad). Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu mendengar, walaupun mereka tidak mengerti?.” (QS. Yūnus: 42)

 

Bahkan ketika dipanggil untuk shalat melalui azan, mereka menjadikannya sebagai olok-olok dan permainan. Akibatnya, penyesalan besar datang ketika mereka menjadi penghuni neraka, karena dahulu mereka tidak mau mendengar kebenaran dan tidak menggunakan akalnya untuk menerima petunjuk Allah.

 

وَاِذَا نَادَيْتُمْ اِلَي الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا ؕ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ

 

”Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.” (QS. Al-Mā’idah: 58)

 

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْۤ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

 

”Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 10)

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Mari kita jaga dan manfaatkan akal yang telah Allah anugerahkan untuk:

·         memahami Al-Qur’an

·         menguatkan iman

·         menemukan cahaya kebenaran

 

أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

 

KHUTBAH KEDUA:

 

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧِﻪِ، ﻭَﺍﻟﺸُّﻜْﺮُ ﻟَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺗَﻮْﻓِﻴْﻘِﻪِ ﻭَﺍﻣْﺘِﻨَﺎﻧِﻪ، ﻭَﺃَﺷﻬَﺪُ ﺃَﻥ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﺗَﻌْﻈِﻴْﻤًﺎ ﻟِﺸَﺄْﻧِﻪ، ﻭﺃَﺷﻬﺪُ ﺃﻥَّ ﻧَﺒِﻴَّﻨَﺎ ﻣُﺤﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺍَﻟﺪَّﺍﻋِﻲ ﺇِﻟﻰ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧِﻪ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ:

ﻓَﻴَﺎ ﻋَﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍِﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ، ﻭَﻻَ ﺗَـﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥ

 

 

Jamaah rahimakumullāh,

Di dalam Al-Qur’an, lafadz “تَعْقِلُونَ” disebut diujung ayat dalam berbagai bentuk.

 

 Kalimat “إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ”

 Artinya: “Jika kalian mau berpikir.”

Kata “jika” menunjukkan bahwa manusia bisa menggunakan akalnya, dan bisa juga tidak menggunakannya.

 

 Kalimat “لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ”

 Artinya: “Agar kalian berpikir.”

Ini merupakan bentuk harapan sekaligus anjuran dari Allah agar manusia mau menggunakan akalnya untuk memahami petunjuk dan kebenaran.

 

 Kalimat “لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ”

 Artinya: “Bagi kaum yang berpikir.”

Biasanya digunakan dalam ayat-ayat yang mengajak manusia untuk menggunakan akal dalam memahami ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaan Allah dan mengambil pelajaran darinya.

 

 Kalimat “لَا يَعْقِلُونَ”

 Artinya: “Mereka tidak memahami.”

Biasanya menjadi kabar tentang kebanyakan manusia yang tidak mau menggunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat Allah dan menerima kebenaran.

 

 Kalimat “أَفَلَا تَعْقِلُونَ”

 Artinya: “Tidakkah kalian berpikir?”

Ini adalah bentuk teguran yang keras bagi orang-orang yang telah datang kepada mereka penjelasan dan keterangan yang jelas, namun masih tidak mau menggunakan akalnya untuk menerima kebenaran.

 

Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah,

Mudah-mudahan melalui akal yang Allah ﷻ anugerahkan kepada kita, kita dapat menemukan cahaya kebenaran dan meraih hidayah dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

 

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اللهم أرنا الحق حقًّا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلًا وارزقنا اجتنابه

اللهم نوّر قلوبنا بالقرآن، وزيّنا بالإيمان، واجعلنا من الذين يعقلون ويهتدون

اللهم ثبّت قلوبنا على طاعتك، وتوفّنا مسلمين غير مبدّلين ولا مغيّرين

وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين

والحمد لله رب العالمين