KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ
صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وقال الله تعالى: وَسَارِعُوا إِلَىٰ
مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ
Segala puji bagi Allah yang
kepada-Nya kita memohon pertolongan, ampunan dan perlindungan dari segala
keburukan diri-diri kita,
Jama’ah Jum’at rahimakumullāh,
Kita semua adalah manusia yang
tidak luput dari dosa dan kekhilafan. Namun Allah ﷻ membuka pintu ampunan
selebar-lebarnya bagi siapa pun yang mau kembali kepada-Nya. Tak peduli
seberapa besar dosa kita, ampunan Allah selalu lebih besar.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا
عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: Wahai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.
Az-Zumar: 53)
Oleh karena itu, marilah kita
bersegera meraih ampunan Allah dan berlomba-lomba menuju surga-Nya dengan
meningkatkan ketakwaan kepada-Nya, karena surga hanya disediakan bagi
orang-orang yang bertaqwa.
Allah ﷻ berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan bersegeralah kamu menuju
ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang
disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Āli ‘Imrān: 133)
Jama’ah Jum’at rahimakumullāh,
Dengan rahmat-Nya Allah ﷻ telah
memberikan banyak cara untuk meraih ampunan-Nya.
Diantara jalan Menuju Ampunan Allah
adalah:
1. Taubat kepada Allah ﷻ.
Manusia tidak lepas dari perbuatan
salah dan dosa, karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ
الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam banyak berbuat
dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertobat.” (HR. Tirmidzi)
Allah ﷻ berfirman;
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْۤا
اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ
وَيُدْخِلَـكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ
"Wahai orang-orang yang
beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,
mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan
kamu ke dalam surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai," (QS. At-Tahrim: 8)
➡️ Taubat adalah kembali kepada jalan
Allah setelah melakukan kezaliman atau dosa, yaitu dengan cara:
- Menyesali dosa di dalam hati,
- Mengucap istighfar dengan lisan,
- Tidak meneruskan perbuatan dosa.
Sebagaimana firman Allah ﷻ
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً
أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن
يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ
يَعْلَمُونَ ١٣٥. أُو۟لَـٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّـٰتٌۭ
تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَـٰمِلِينَ
١٣٦
“Dan (juga) orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera
mengingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka — dan siapa lagi
yang dapat mengampuni dosa selain Allah? — dan mereka tidak meneruskan
perbuatan dosanya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah
ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir dibawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan itulah sebaik-baik balasan bagi
orang yang beramal.”
(QS. Āli ‘Imrān: 135–136)
👉 Taubat tidak diterima saat ajal
tiba
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ
السَّيِّئَاتِ حَتّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ المَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ
“Dan tidaklah diterima taubat dari
orang-orang yang terus melakukan kejahatan hingga apabila datang kematian
kepada seseorang di antara mereka barulah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku
bertaubat sekarang.’”
(QS. An-Nisā’ : 18)
👉 Taubat harus diiringi dengan Iman
dan amal shalih
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا
صَالِحًا فَأُولَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍۭ ۗ وَكَانَ
ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
“Kecuali orang yang bertobat,
beriman, dan beramal saleh; maka Allah akan mengganti kejahatan mereka dengan
kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqān: 70)
2. Iman dan Amal Shalih.
Iman dan Amal shalih dapat meraih
ampunan dan pahala terbaik.
وَالَّذِينَ آمَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ ٱلَّذِى كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
“Dan orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan
benar-benar akan Kami beri balasan dengan yang lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 7)
➡️ Diantara amal-amal shalih yang
menghapus dosa adalah:
👉 Shalat:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ... إِنَّ الْحَسَنَاتِ
يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Dan dirikanlah shalat ...
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan
buruk.” (QS. Hūd: 114)
👉 Puasa:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan
dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari Muslim)
👉 Sedekah:
“Sedekah dapat memadamkan dosa
sebagaimana air memadamkan api.”
(HR. Tirmidzi)
👉 Dzikir kepada Allah ﷻ
"Barang siapa mengucapkan
'Subḥānallāhi wa biḥamdih' sebanyak seratus kali dalam sehari, maka dihapuskan
dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari dan
Muslim)
👉 Umrah:
“Umrah ke umrah berikutnya
menghapus dosa diantara keduanya,
” (HR. Bukhari Muslim)
👉 Haji:
“Barangsiapa berhaji dan tidak
berkata kotor serta tidak berbuat maksiat, maka ia pulang dalam keadaan bersih
dari dosa seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari Muslim)
👉 Jumat
"Barang siapa mandi, kemudian
mendatangi shalat Jumat, lalu mengerjakan shalat sunnah yang ditakdirkan
baginya, kemudian diam mendengarkan hingga imam selesai dari khutbahnya, lalu
shalat bersama imam, maka diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dan Jumat
berikutnya, ditambah tiga hari."
(HR. Muslim)
3. Taqwa kepada Allah ﷻ.
Takwa menjadi kunci untuk bisa
membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta meraih ampunan Allah ﷻ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ
تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman!
Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu kemampuan
membedakan antara yang benar dan yang salah, dan menghapus
kesalahan-kesalahanmu serta mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Al-Anfāl: 29)
Jama’ah Jum’at rahimakumullāh,
Mari kita raih ampunan dan surga
Allah dengan cara:
➡️ Segera bertaubat kepada Allah ﷻ
dari dosa dan khilaf,
➡️ Iringi dengan iman dan amal shaleh
yang Istiqomah,
➡️ Kemudian tingkatkan ketaqwaan kita
kepada Allah ﷻ.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم
ولسائر المسلمين، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
---
KHUTBAH KEDUA:
الحمد لله الغفور الرحيم، الذي سبقت رحمته
غضبه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم
صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan
Allah,
Selain taubat yang tulus dan
amal-amal saleh serta ketakwaan, Allah juga menjadikan ujian, kesusahan,
kesedihan, dan berbagai penderitaan yang menimpa seorang mukmin sebagai sebab
dihapuskannya dosa-dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ
وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ
يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
"Tidaklah seorang muslim
ditimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, maupun
kesusahan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus
sebagian dosa-dosanya karenanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ
وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ
خَطِيئَةٌ
"Ujian akan terus menimpa
seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya hingga ia
berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa." (HR. Tirmidzi)
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh,
Marilah kita bersegera meraih
ampunan Allah ﷻ dengan memperbanyak istighfar dan taubat, meningkatkan amal
saleh, memperkuat ketakwaan, serta bersabar dalam menghadapi berbagai ujian
kehidupan.
Semoga Allah ﷻ mengampuni dosa-dosa
kita, menerima taubat dan amal-amal saleh kita, serta menjadikan kita termasuk
hamba-hamba-Nya yang bersabar dan bertakwa.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ.
اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا
مِنَ الصَّابِرِينَ عِنْدَ الْبَلَاءِ، وَالشَّاكِرِينَ عِنْدَ النَّعْمَاءِ، وَالْمُسْتَغْفِرِينَ
بِالْأَسْحَارِ. اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها، دقها وجلها، أولها وآخرها، سرها وعلانيتها
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة، إنك أنت الوهاب. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، والحمد لله رب العالمين
—

