HIDAYATULLAHJABAR.COM-GARUT– Rumah Qur'an Hidayatullah Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menjadi salah satu tempat pelaksanaan Safari Dakwah bertajuk “Mencetak Sejuta Penghafal Al-Qur'an” pada Rabu (15/7/2026) bertepatan dengan 30 Muharam 1448 H.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama DPD Hidayatullah Kabupaten Garut dengan Pondok Pesantren Bunyanun Marshush Bandung. Kegiatan ini menghadirkan dai nasional, Syaikh Anas Jaber, adik kandung almarhum Syaikh Ali Jaber.
Lebih dari 200 orang menghadiri kegiatan tersebut, termasuk sekitar 75 santri rumah Qur'an, dan jamaah majelis taklim. Hadir pula sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Sekretaris Desa Sindanglaya yang mewakili Kepala Desa, Ketua MUI Desa Sindanglaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, LPM, para ketua RW dan RT, kader Posyandu, PKK, para ketua DKM, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua DPD Hidayatullah Kabupaten Garut yang juga Ketua Yayasan Asy-Syahadataini Hidayatullah Garut, Ustadz Yayan Daryanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu terselenggaranya kegiatan ini. Mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Semoga kehadiran Syaikh Anas Jaber membawa doa, keberkahan, dan semangat baru bagi masyarakat serta para santri," ujarnya.
Yayan juga berharap Rumah Qur'an Hidayatullah mampu melahirkan generasi penghafal al-Qur'an yang tidak hanya menjadi kebanggaan Garut, tetapi juga dapat mengabdikan diri sebagai imam di berbagai masjid, bahkan hingga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sementara itu, Ketua MUI Desa Sindanglaya, Ustadz Hanan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Syaikh Anas Jaber merupakan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat dan diharapkan membawa keberkahan bagi Desa Sindanglaya.
Tausiyah disampaikan oleh Syaikh Anas Jaber dengan dipandu oleh KH. Gaos Abdul Hamid, Pimpinan Pondok Pesantren Bunyanun Marshush Bandung.
Dalam ceramahnya, Syaikh Anas mengajak umat Islam untuk membangun kedekatan dengan al-Qur'an melalui kebiasaan membacanya setiap hari. Menurutnya, al-Qur'an tidak cukup hanya dibaca sesekali, tetapi harus menjadi sahabat yang selalu menyertai kehidupan seorang Muslim.
Ia mencontohkan keteladanan Khalifah Utsman bin Affan yang dikenal memiliki kecintaan luar biasa terhadap al-Qur'an. Dengan izin Allah, Utsman mampu menghabiskan bacaan al-Qur'an dalam qiyamul lailnya. Kisah tersebut, menurut Syaikh Anas, menjadi motivasi agar umat Islam terus meningkatkan interaksi dengan kitab suci sesuai kemampuan masing-masing.
Syaikh Anas juga mengenang perjuangan almarhum kakaknya, Syaikh Ali Jaber, yang mendedikasikan hidupnya untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an melalui pendirian berbagai pesantren tahfiz di Indonesia. Ia menegaskan akan terus melanjutkan cita-cita tersebut dengan berdakwah dan mengajak masyarakat semakin mencintai, membaca, menghafal, serta mengamalkan al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Safari Dakwah ditutup dengan ajakan berinfak untuk mendukung program pembinaan para penghafal al-Qur'an, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Syaikh Anas Jaber.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Red: Dadang Kusmayadi


