Hidayatullah Karawang Gelar Orientasi Wali Santri, Mewujudkan Generasi Qurani

 


HIDAYATULLAHJABAR.COM, KARAWANG- Pada 22 Juli 2026 lalu, Yayasan Ummul Quro Hidayatullah Karawang, Jawa Barat menggelar kegiatan Orientasi Wali Santri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Al Hannan Kampus Hidayatullah Karawang dan diikuti oleh 150 wali santri yang terdiri dari wali santri SDI Ummul Quro, TKQ Yaa Bunayya, MDTA, dan TPQ.


Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi dan kesamaan pemahaman antara lembaga pendidikan dengan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak. 


Orientasi ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Ummul Quro untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat pemahaman para wali santri terkait visi dan misi lembaga, kurikulum pendidikan, serta ta'aruf Hidayatullah. 


Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan dapat memahami arah pendidikan yang dikembangkan oleh lembaga sehingga proses pembinaan anak dapat berjalan secara berkesinambungan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah keluarga.


Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri Ustadz Rudi Safaat, S.H., M.H., selaku Ketua Yayasan Ummul Quro, dan Ustadz Andi Ahmad Suhendar, S.Pd.I., selaku Anggota Dewan Pengawas Yayasan Ummul Quro. Keduanya menyampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan visi dan misi pendidikan, kurikulum yang diterapkan, serta pengenalan nilai-nilai dan kultur Hidayatullah kepada para wali santri.


Menurut Rudi Safaat, orientasi wali santri tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi dari lembaga kepada orang tua, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kesepahaman bersama. 


“Pendidikan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Ketika lembaga pendidikan dan orang tua memiliki visi yang sejalan, proses pembentukan karakter dan pembinaan peserta didik akan lebih mudah diarahkan secara konsisten,” papar Rudi.




*Sinergi Semua Pihak*

Sementara Andi Ahmad Suhendar, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan merupakan amanah bersama yang membutuhkan sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan. 


“Sekolah berperan memberikan pendidikan dan pembinaan secara terarah, sementara keluarga menjadi lingkungan utama yang melanjutkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


Sinergi tersebut menjadi semakin penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan Yayasan Ummul Quro, yaitu melahirkan generasi yang memiliki kedekatan dengan al-Qur'an, berakhlak mulia, memiliki adab, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat antara pihak yayasan, satuan pendidikan, guru, dan orang tua. Kesamaan visi dan pemahaman menjadi fondasi penting dalam perjalanan pendidikan anak, sehingga setiap ikhtiar yang dilakukan oleh lembaga dapat memperoleh dukungan yang kuat dari keluarga.


Pada akhirnya, pendidikan generasi Qurani tidak dapat dibangun secara parsial. Ia membutuhkan keteladanan, pembiasaan, komunikasi, dan kerja sama yang terus-menerus. 


Melalui sinergi antara sekolah dan wali santri, Yayasan Ummul Quro Hidayatullah Karawang berkomitmen untuk terus menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang mencintai al-Qur'an, memiliki adab, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa.

Redaktur: Dadang Kusmayadi