HIDAYATULLAHJABAR.COM, PURWAKARTA — Yayasan Al Fatihah Pesantren Hidayatullah Purwakarta bersama Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Purwakarta, serta unit pendidikan RA Yaa Bunayya, TPQ, dan MDTU Al Fatihah menggelar Kajian Bulanan, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1448 H tersebut berlangsung di Masjid Kompleks Pesantren Hidayatullah Purwakarta, Kampung Gandasari RT 08 RW 02, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.
Mengambil momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, kajian mengusung tema “Mendidik dengan Cinta, Bertumbuh dengan Keteladanan Nabi Muhammad SAW.” Kegiatan diikuti para wali murid RA, TPQ, dan MDTU Al Fatihah serta terbuka untuk masyarakat umum, khususnya Muslimah.
Hadir sebagai pembicara, Ustadzah Cucu Sa'adah, pengasuh Pondok Akhlak Adh Dhuha, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.
Dalam kajiannya, Ustadzah Cucu menyampaikan sejumlah tahapan penting yang perlu dilakukan orangtua dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah dengan meneladani pendidikan Rasulullah SAW.
Menurutnya, salah satu kunci utama pendidikan anak adalah keteladanan orangtua. Anak, terutama pada usia dini, sangat mudah meniru apa yang dilihat dan didengarnya dari lingkungan terdekat.
“Karena khususnya anak usia dini merupakan peniru ulung, jadi akan sangat baik ketika kita sebagai orangtua menjadi contoh atau teladan yang baik bagi anak-anak kita,” ungkap Ustadzah Cucu.
Teladan Orangtua
Selain keteladanan, ia menekankan pentingnya pembiasaan. Menurutnya, karakter baik pada anak tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang ditanamkan orangtua dan dilakukan secara berulang.
Ketika anak melakukan kesalahan, orangtua juga diharapkan tidak sekadar memarahi, tetapi memberikan nasihat dan pemahaman. Anak perlu mengetahui kesalahan yang dilakukan, dampaknya, serta alasan mengapa perbuatan tersebut tidak boleh dilakukan.
Ustadzah Cucu juga menjelaskan bahwa pujian dan hukuman dapat menjadi bagian dari proses pendidikan apabila diterapkan secara tepat. Anak membutuhkan apresiasi atau validasi atas kelebihan dan pencapaiannya.
“Anak sangat membutuhkan pujian atau validasi atas kelebihan dirinya ataupun pencapaian-pencapaiannya, dan itu merupakan hal yang sangat wajar. Bahkan, bisa dikatakan dalam memuji anak, terutama anak usia dini, orangtua memberikan pujian secara lebih ekspresif dan menyenangkan,” ujarnya.
Namun, di atas seluruh ikhtiar tersebut, Ustadzah Cucu mengingatkan pentingnya keterlibatan Allah SWT dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, orangtua harus menyadari bahwa hati dan keimanan anak berada dalam kehendak Allah SWT.
“Allah yang berkehendak menetapkan hatinya dalam keimanan dan ketakwaan. Sebagai orangtua kita harus senantiasa mendoakan anak-anak kita agar menjadi anak saleh,” imbuhnya.
Salah seorang peserta mengaku tersentuh dengan materi yang disampaikan. Kajian tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi orangtua untuk terlebih dahulu memperbaiki diri sebelum mengharapkan anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah.
“Alhamdulillah, penyampaian beliau membuat kami sebagai orangtua sangat tersentuh dan semangat untuk terus memperbaiki diri, terutama dalam mendidik anak agar menjadi anak saleh dan salehah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Fatihah Hidayatullah Purwakarta, Ustadz Ade Rizal Jaelani, mengatakan kegiatan kajian bulanan tersebut akan terus diagendakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga.
“Tujuannya untuk menyamakan visi dan misi pendidikan di sekolah dan di rumah, supaya guru dan orangtua terus tumbuh semangatnya dalam memperbaiki diri dengan terus thalabul 'ilmi,” katanya.
Ia menambahkan, pendidikan anak membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah dan keluarga. Dengan visi pendidikan yang sejalan, orangtua dan guru diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dalam nilai-nilai Islam.
“Selain itu, agar orangtua mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan melahirkan anak-anak yang saleh,” pungkasnya.
Kajian bulanan perdana tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar bersama bagi para orangtua dan pendidik, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang berlandaskan cinta, keteladanan, dan nilai-nilai Islam.
Redaktur: Dadang Kusmayadi

