*penulis adalah pengasuh Pesantren Hidayatullah Cilengkrang Bandung dan Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jawa Barat
KHUTBAH PERTAMA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ
لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa
meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan
segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Kita semua tentu ingin mendapatkan
pahala yang besar. Kita ingin amal kita diterima oleh Allah. Kita ingin ketika
meninggalkan dunia ini, membawa bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan
akhirat.
Namun, terkadang kita mengira bahwa
untuk mendapatkan pahala besar harus melakukan amalan yang berat, membutuhkan
waktu yang panjang, atau mengeluarkan harta yang banyak.
Padahal, tidak selalu demikian.
Ada amalan-amalan yang ringan
dilakukan oleh tubuh, mudah diucapkan oleh lisan, sederhana dalam kehidupan
sehari-hari, tetapi berat timbangannya di sisi Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا
يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barang siapa mengerjakan
kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa
mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat
balasannya."(QS.
Az-Zalzalah: 7–8)
Ayat ini mengajarkan kepada kita
bahwa jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun.
·
Mungkin
bagi kita hanya sebuah senyuman.
·
Mungkin
hanya mengucapkan salam.
·
Mungkin
hanya membantu seseorang mengangkat barang.
·
Mungkin
hanya menyingkirkan duri dari jalan.
·
Mungkin
hanya mengucapkan istighfar.
Tetapi bisa jadi, amalan kecil
itulah yang menjadi sebab datangnya rahmat Allah kepada kita.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ada beberapa amalan ringan yang
memiliki keutamaan besar.
Pertama: Berdzikir dengan kalimat yang ringan di lisan
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ،
ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ
"Ada dua kalimat yang ringan
di lisan, tetapi berat di timbangan dan dicintai oleh Ar-Rahman."
Para sahabat bertanya, apakah dua
kalimat itu?
Beliau ﷺ bersabda:
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ
اللّٰهِ الْعَظِيْمِ
"Subhanallahi wa bihamdihi,
Subhanallahil 'Azim."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan, jamaah sekalian.
Mengucapkannya hanya membutuhkan
beberapa detik.
·
Tidak
membutuhkan uang.
·
Tidak
membutuhkan tenaga besar.
·
Tidak
membutuhkan tempat khusus.
Tetapi Rasulullah ﷺ menyebutnya
berat dalam timbangan.
Maka jangan biarkan lisan kita
kosong.
Ketika sedang berkendara,
berdagang, berjalan, menunggu, atau memiliki waktu luang, basahi lisan dengan
dzikir kepada Allah.
Kedua : Mengucapkan kalimat tauhid
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ...
Dalam banyak hadits, Rasulullah ﷺ
menjelaskan besarnya keutamaan dzikir La ilaha illallah, terutama ketika
diucapkan dengan ikhlas dan penuh keyakinan.
Jamaah rahimakumullah,
Kalimat yang paling agung ini
jangan hanya kita ucapkan ketika sakaratul maut.
Biasakan sejak sekarang.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
Tidak ada yang berhak disembah
kecuali Allah.
·
Ketika
mendapatkan kesenangan, ingat Allah.
·
Ketika
mendapatkan kesulitan, ingat Allah.
·
Ketika
mendapatkan rezeki, ingat Allah.
·
Ketika
menghadapi ujian, kembali kepada Allah.
Ketiga: Senyum dan berbuat baik
kepada sesama
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ
صَدَقَةٌ
"Senyummu kepada saudaramu
adalah sedekah bagimu." (HR. Tirmidzi)
Senyum terlihat sederhana.
Tetapi terkadang satu senyuman
mampu menghilangkan kesedihan seseorang.
Satu sapaan mampu membuat orang
merasa dihargai.
Satu perkataan yang baik mampu
menguatkan hati orang yang sedang terpuruk.
Karena itu, jangan merasa bahwa
sedekah harus selalu berupa uang.
Akhlak yang baik juga bernilai
sedekah.
Keempat: Membaca Al-Qur'an
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللّٰهِ
فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
"Barang siapa membaca satu
huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan
dilipatgandakan menjadi sepuluh." (HR. Tirmidzi)
Maka jangan tunggu punya banyak
waktu untuk membaca Al-Qur'an.
Satu halaman. Satu lembar. Bahkan
beberapa ayat. Yang penting jangan sampai hari kita berlalu tanpa Al-Qur'an.
Kelima: Menahan diri dari menyakiti
orang lain
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Ada amalan yang tidak membutuhkan
tenaga, tetapi pahalanya besar: menahan lisan.
·
Tidak
membicarakan aib saudara.
·
Tidak
menyebarkan berita yang belum jelas.
·
Tidak
mencela.
·
Tidak
menghina.
·
Tidak
menyakiti hati orang lain.
Terkadang kita merasa bahwa diam
itu bukan amal.
Padahal, diam dari keburukan adalah
amal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa beriman kepada
Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bisa jadi keselamatan kita di
akhirat bukan hanya karena banyaknya kata yang kita ucapkan, tetapi karena
banyaknya kata buruk yang kita tahan untuk tidak kita ucapkan.
Jamaah Jum’at rahimakumullah
Mari kita renungkan.
Ada orang yang memiliki banyak
kesempatan untuk beramal, tetapi waktunya habis untuk perkara yang tidak
bermanfaat.
Ada orang yang memiliki lisan yang
kuat, tetapi lisannya lebih banyak digunakan untuk mengeluh, mencela, dan
membicarakan orang lain.
Padahal lisan yang sama bisa
digunakan untuk:
·
Subhanallah
·
Alhamdulillah
·
Allahu
Akbar
·
Astaghfirullah
·
La
ilaha illallah
Maka mulai hari ini, jangan
remehkan amalan kecil.
Karena kita tidak tahu amal yang
mana yang akan menjadi sebab Allah mengampuni dosa-dosa kita:
·
Boleh
jadi satu sedekah kecil menjadi sebab keselamatan kita.
·
Boleh
jadi satu senyuman menjadi sebab rahmat Allah.
·
Boleh
jadi satu ayat Al-Qur'an menjadi cahaya bagi kita.
·
Boleh
jadi satu dzikir yang kita ucapkan dengan ikhlas menjadi amal yang berat di
timbangan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا
لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
"Maka ingatlah kepada-Ku,
niscaya Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian
mengingkari nikmat-Ku."
(QS. Al-Baqarah: 152)
Semoga Allah menjadikan kita
hamba-hamba yang senantiasa ringan dalam melakukan kebaikan, tetapi memiliki
amal yang berat dalam timbangan-Nya.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ،
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah Jum’at rahimakumullah
Sekali lagi marilah kita bertakwa
kepada Allah.
·
Jangan
menunggu menjadi orang kaya untuk bersedekah.
·
Jangan
menunggu menjadi ulama untuk berdakwah.
·
Jangan
menunggu memiliki banyak waktu untuk beribadah.
·
Jangan
menunggu usia tua untuk mendekat kepada Allah.
Mulailah dari amalan yang ringan,
tetapi istiqamahkan:
·
Dzikir
yang ringan.
·
Sedekah
yang ringan.
·
Senyum
yang ringan.
·
Membaca
Al-Qur'an yang ringan.
·
Membantu
orang lain yang ringan.
·
Menahan
lisan dari keburukan yang ringan.
Karena boleh jadi amal yang kecil
di mata manusia, sangat besar di sisi Allah karena keikhlasan dan
keistiqamahannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا
وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai
Allah adalah amalan yang paling kontinu, meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka mari kita membangun kebiasaan:
·
Sedikit
tetapi rutin.
·
Ringan
tetapi istiqamah.
·
Sederhana
tetapi ikhlas.
Semoga Allah menerima amal-amal
kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberkahi keluarga dan rezeki kita, serta
menjadikan setiap amal kebaikan kita sebagai pemberat timbangan di hari kiamat.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ أَثْقِلْ مَوَازِيْنَنَا بِالْحَسَنَاتِ،
وَتَقَبَّلْ مِنَّا صَالِحَ الْأَعْمَالِ، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَخَطَايَانَا.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ،
وَمِنْ أَهْلِ الذِّكْرِ وَالطَّاعَةِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا،
وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً،
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ
يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

