Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua

 


 *penulis adalah pengasuh Pesantren Hidayatullah Cilengkrang Bandung  dan Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jawa Barat

 

KHUTBAH PERTAMA:

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

 

مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

 

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan salah satu kewajiban terbesar seorang anak, yaitu berbakti kepada kedua orang tua.

 

Jamaah yang dimuliakan Allah,

 

Perhatikan bagaimana Allah SWT menyandingkan perintah beribadah kepada-Nya dengan berbuat baik kepada orang tua.

 

Allah berfirman:

 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

 

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua." (QS. Al-Isra: 23)

 

Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang tua dalam Islam.

 

Setelah perintah mentauhidkan Allah, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

 

Jamaah rahimakumullah,

 

Coba kita ingat kembali pengorbanan seorang ibu.

 

Sebelum kita lahir, ibu mengandung kita selama berbulan-bulan.

 

Ia merasakan lelah.

 

Ia merasakan sakit.

 

Ia mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita.

 

Setelah kita lahir, malamnya digunakan untuk menjaga kita.

 

Ketika kita menangis, ibu terbangun.

 

Ketika kita sakit, ibu khawatir.

 

Ketika kita lapar, ibu mencari makanan.

 

Ketika kita belum bisa berjalan, ibu menggendong kita.

 

Dan ketika kita sudah dewasa, sering kali kita justru merasa terganggu ketika orang tua membutuhkan kita.

 

Jamaah yang dirahmati Allah,

 

Ada sebuah renungan:

 

Dulu orang tua selalu punya waktu untuk kita. Mengapa ketika mereka tua, kita sering merasa tidak punya waktu untuk mereka?

 

Dulu ketika kita kecil, mereka rela meninggalkan pekerjaan untuk mengurus kita.

 

Sekarang ketika mereka sudah tua, mengapa kita sering mengatakan:

 

"Maaf, saya sibuk."

 

"Nanti saja."

 

"Saya banyak pekerjaan."

 

Padahal boleh jadi, waktu bersama orang tua tidak akan berlangsung selamanya.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

 

Allah SWT berfirman:

 

إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 

"Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah membentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23)

 

Perhatikan, mengatakan “ah” saja dilarang oleh Allah.

 

Apalagi membentak.

 

Apalagi menghina.

 

Apalagi menyakiti hati.

 

Apalagi menelantarkan mereka ketika mereka membutuhkan kita.

 

Maka mari kita perbaiki cara berbicara kepada orang tua.

 

Jangan meninggikan suara.

 

Jangan berkata kasar.

 

Jangan mempermalukan mereka.

 

Dan jangan membuat mereka merasa bahwa mereka menjadi beban bagi anak-anaknya.

 

Jamaah rahimakumullah,

 

Berbakti kepada orang tua tidak selalu harus dengan memberikan uang dalam jumlah besar.

 

Kadang orang tua hanya membutuhkan kita datang menjenguk.

 

Kadang mereka hanya ingin didengarkan.

 

Kadang mereka hanya ingin ditemani minum kopi atau makan bersama.

 

Kadang mereka hanya ingin mendengar suara anaknya berkata:

 

“Ibu, bagaimana kabarnya?”

 

“Ayah, sehat?”

 

Kalimat sederhana, tetapi mungkin sangat berarti bagi mereka.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Rasulullah pernah ditanya tentang amal yang paling dicintai Allah.

 

Beliau menjawab:

 

الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا

 

"Shalat pada waktunya."

 

Kemudian ditanya lagi, beliau menjawab:

 

ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ

 

"Kemudian berbakti kepada kedua orang tua." (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Begitu tingginya kedudukan birrul walidain.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

 

Dan ada satu hal yang sering kita lupakan:

 

Berbakti kepada orang tua bukan hanya ketika mereka masih hidup.

 

Ketika mereka telah meninggal dunia, kita masih dapat berbakti kepada mereka.

 

Dengan mendoakan mereka.

 

Memohonkan ampun untuk mereka.

 

Menyambung silaturahmi dengan keluarga dan sahabat mereka.

 

Dan melakukan amal kebaikan.

 

Rasulullah bersabda:

 

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ...

 

"Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara..." (HR. Muslim)

 

Maka selagi orang tua kita masih hidup, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbakti.

 

Jangan menunggu mereka meninggal baru kita menangis.

 

Jangan menunggu kehilangan baru kita sadar betapa berharganya mereka.

 

Jangan menunggu pemakaman baru kita berkata:

 

"Seandainya waktu bisa diulang..."

 

Waktu tidak akan kembali.

 

Maka jika hari ini ayah masih ada, muliakanlah.

 

Jika ibu masih ada, bahagiakanlah.

 

Telepon mereka.

 

Kunjungi mereka.

 

Bantu kebutuhan mereka.

 

Doakan mereka.

 

Dan yang paling penting, jangan sakiti hati mereka.

 

Jamaah yang dirahmati Allah,

 

Mari kita berdoa:

 

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

 

"Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil."

 

Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti, yang mampu membahagiakan orang tua, dan mendapatkan ridha Allah melalui ridha mereka.

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

---

 

KHUTBAH KEDUA:

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ الْمُصْطَفَى، مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

 

Marilah kita bertakwa kepada Allah.

 

Mari kita pulang dari masjid ini dengan satu tekad:

 

Selama orang tua masih hidup, kita akan berusaha membahagiakan mereka.

 

Jika selama ini kita jarang menelepon, mulai hari ini hubungi mereka.

 

Jika selama ini jarang berkunjung, luangkan waktu untuk datang.

 

Jika selama ini pernah berkata kasar, segera minta maaf.

 

Jika selama ini pernah menyakiti hati mereka, mohon ampun kepada Allah dan mohon maaf kepada mereka.

 

Karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu berakhir.

 

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا.

 

Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami.

 

Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami masih kecil.

 

Ya Allah, bagi orang tua kami yang masih hidup, panjangkan umur mereka dalam ketaatan kepada-Mu, berikan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan kepada mereka.

 

Ya Allah, bagi orang tua kami yang telah meninggal dunia, ampuni dosa-dosa mereka, rahmati mereka, lapangkan kuburnya, terangi kuburnya, dan tempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Mu.

 

Ya Allah, jadikan kami anak-anak yang berbakti.

 

Jangan jadikan kami anak yang menjadi sebab kesedihan orang tua.

 

Jangan jadikan kami anak yang lupa kepada pengorbanan mereka.

 

Dan jangan cabut nyawa kami sebelum Engkau memberikan kesempatan kepada kami untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kami.

 

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ.

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

 

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.