*penulis adalah Ketua DPD Hidayatullah Kab.Bandung
KHUTBAH PERTAMA:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan
ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan melaksanakan segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya.
Di antara rukun iman yang wajib kita yakini
adalah iman kepada hari akhir. Iman kepada hari akhir bukan sekadar meyakini
bahwa kiamat akan terjadi, tetapi meyakini seluruh rangkaian peristiwa yang
akan terjadi setelah kehidupan dunia berakhir.
1.
Iman
kepada kehancuran dunia
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
"Apabila matahari digulung, apabila
bintang-bintang berjatuhan, apabila gunung-gunung dihancurkan, apabila
unta-unta bunting ditinggalkan, apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan
apabila lautan dipanaskan."
(QS. At-Takwir: 1–6)
Dunia yang kita cintai ini tidak akan
kekal. Rumah, harta, jabatan, dan segala kenikmatan dunia pada akhirnya akan
kita tinggalkan.
2.
Iman
kepada adanya nikmat dan siksa kubur
Setelah kematian, manusia memasuki alam
barzakh. Di dalamnya terdapat nikmat dan siksa.
Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang Fir'aun dan pengikutnya:
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
"Kepada mereka diperlihatkan neraka
pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat, (dikatakan),
'Masukkanlah Fir'aun dan pengikutnya ke dalam azab yang paling keras.'" (QS. Ghafir: 46)
Rasulullah ﷺ
juga mengajarkan kepada kita untuk berlindung dari azab kubur. Beliau bersabda:
تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
"Berlindunglah kalian kepada Allah
dari azab kubur." (HR.
Muslim)
Maka janganlah kita melupakan kehidupan
setelah kematian.
3.
Iman
kepada hari kebangkitan
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
"Dan sungguh, Kiamat itu pasti datang,
tidak ada keraguan padanya, dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun
yang di dalam kubur."
(QS. Al-Hajj: 7)
Semua manusia akan dibangkitkan kembali
setelah kematian. Tidak ada seorang pun yang dapat melarikan diri dari
kebangkitan.
4.
Iman
kepada hari berkumpul di Mahsyar
Setelah dibangkitkan, seluruh manusia akan
dikumpulkan di hadapan Allah سبحانه وتعالى.
Allah berfirman:
يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَٰنِ وَفْدًا وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا
"Pada hari Kami mengumpulkan
orang-orang yang bertakwa menghadap Tuhan Yang Maha Pengasih sebagai rombongan
yang terhormat. Dan Kami akan menggiring orang-orang yang berdosa ke neraka
Jahanam dalam keadaan dahaga."
(QS. Maryam: 85–86)
Pada hari itu tidak ada tempat untuk
bersembunyi. Semua manusia akan berdiri menunggu keputusan Allah سبحانه وتعالى.
5.
Iman
kepada hari hisab dan perhitungan amal
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا وَيَنقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا
"Adapun orang yang diberikan kitabnya
dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
dan dia akan kembali kepada keluarganya dengan gembira." (QS. Al-Insyiqaq: 7–9)
Tidak ada amal yang sia-sia. Allah akan
memperlihatkan dan menghitung seluruh amal kita.
Allah juga berfirman:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barang siapa mengerjakan kebaikan
seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa
mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat
balasannya." (QS.
Az-Zalzalah: 7–8)
6.
Iman
kepada timbangan amal
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ
"Kami akan memasang timbangan yang
tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan sedikit pun. Jika amal
itu hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami yang
membuat perhitungan."
(QS. Al-Anbiya': 47)
Pada hari itu, amal manusia akan ditimbang
dengan keadilan yang sempurna. Karena itu, jangan meremehkan kebaikan sekecil
apa pun.
7.
Iman
kepada shirath dan pembalasan surga atau neraka
Di antara perkara yang wajib diimani adalah
shirath, jembatan yang dibentangkan di atas Jahannam dan manusia akan
melewatinya sesuai dengan amal mereka.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
ثُمَّ يُضْرَبُ الْجِسْرُ عَلَى جَهَنَّمَ
"Kemudian jembatan dibentangkan di
atas Jahannam." (HR.
Bukhari dan Muslim)
Setelah itu, manusia akan mendapatkan
tempat akhirnya: surga atau neraka.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Barang siapa dijauhkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia telah beruntung. Kehidupan dunia
hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Ali 'Imran: 185)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Inilah rangkaian perjalanan manusia setelah
kehidupan dunia: kehancuran dunia, alam kubur, kebangkitan, berkumpul di
Mahsyar, hisab, timbangan amal, shirath, kemudian surga atau neraka.
Maka iman kepada hari akhir seharusnya
membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Jangan sampai kita
sibuk membangun kehidupan dunia, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan akhirat.
Mari kita perbanyak amal saleh, segera
bertaubat, menjaga shalat, memperbanyak sedekah, berbuat baik kepada sesama,
dan menjauhi segala dosa.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
---
KHUTBAH KEDUA:
Tanda-Tanda Kiamat dan Persiapan
Menghadapinya
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Hari kiamat pasti datang, tetapi kapan
waktunya hanya Allah yang mengetahuinya.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي
"Mereka bertanya kepadamu tentang
Kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya
ada pada Tuhanku.'"
(QS. Al-A'raf: 187)
Rasulullah ﷺ
juga telah menjelaskan berbagai tanda datangnya Kiamat. Di antaranya banyaknya
kebodohan terhadap agama, tersebarnya zina, khamr, fitnah, dan berbagai
kerusakan. Dalam hadis Jibril, Rasulullah ﷺ juga menyebutkan:
أَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ
"Engkau melihat orang-orang yang
dahulu tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin dan menggembala kambing,
berlomba-lomba meninggikan bangunan." (HR. Muslim)
Di antara tanda-tanda besar Kiamat yang
disebutkan Rasulullah ﷺ adalah munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa
عليه السلام, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, terbitnya
matahari dari barat, dan beberapa tanda besar lainnya.
Namun, yang terpenting bukanlah sekadar
mengetahui kapan Kiamat terjadi, melainkan mempersiapkan diri sebelum Kiamat
datang dan sebelum kematian menjemput kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang
telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh,
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al-Hasyr: 18)
Maka marilah kita bertanya kepada diri kita
masing-masing:
Apa yang sudah kita persiapkan untuk hari
akhir?
Sebelum datang hari ketika tidak ada lagi
kesempatan untuk beramal, marilah kita bertaubat, memperbaiki shalat,
memperbanyak amal saleh, meminta maaf kepada sesama, melunasi kewajiban, dan
memperbanyak doa.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ.
اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَى الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَثَبِّتْنَا عِنْدَ الْمَوْتِ، وَعِنْدَ سُؤَالِ الْقَبْرِ، وَعِنْدَ الْحِسَابِ.
اللَّهُمَّ أَعِذْنَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ وَالتَّقْوَى، وَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَأَعِذْنَا مِنَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا، وَلِأَهْلِنَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

