HIDAYATULLAHJABAR.COM, KARAWANG — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rayon Barat di Aula Al Hannan, Kampus Madya Pesantren Hidayatullah Karawang, Kp. Benggol, Tegalsawah, Karawang Timur, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh” tersebut diikuti jajaran pengurus harian Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Rayon Barat.
Sejumlah DPD yang hadir antara lain DPD Karawang, DPD Kota Bekasi, DPD Kabupaten Bekasi, DPD Purwakarta, DPD Depok, dan DPD Bogor. Kegiatan ini juga dihadiri Dewan Murabbi Wilayah (DMW), yakni Ustadz Dadang Abu Hamzah, Ustadz Ruhyadi, Ustadz Anton Al Jundi, dan Ustadz Syarif Al Ghifari.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Ustadz Aminullah, pengurus DPD Hidayatullah Depok yang juga merupakan imam Masjid Ummul Quro Hidayatullah Depok.
Selanjutnya, Ketua DPD Hidayatullah Rayon Barat Rudi Safaat menyampaikan sambutan sekaligus bertindak sebagai sohibul bait. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Barat, Abdul Wahid.
Abdul Wahid menjelaskan, kegiatan Monev Rayon Barat merupakan bagian dari program organisasi yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut program dari tingkat pusat dan sebelumnya telah diawali oleh DPW Hidayatullah Jawa Barat.
Menurutnya, Monev tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi dan silaturahmi antarpengurus. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyimak perkembangan program kerja masing-masing DPD selama satu semester terakhir.
“Kita ini berjamaah, tidak sendirian. Kita saling bertemu, berbagi, dan saling menguatkan. Insya Allah pasti ada keberkahan,” ujar Abdul Wahid.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk mengoptimalkan potensi yang telah diberikan Allah SWT melalui lembaga perjuangan Hidayatullah.
“Allah memberi potensi, waktu, umur, tenaga, dan pikiran, karena itu mari kita wujudkan melalui lembaga perjuangan ini,” imbuhnya.
Usai arahan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh masing-masing pengurus DPD. Setiap DPD menyampaikan perkembangan program yang telah dilaksanakan selama enam bulan terakhir atau satu semester.
Setelah seluruh DPD Rayon Barat menyampaikan laporan, Sekretaris Wilayah DPW Hidayatullah Jawa Barat Andi Ahmad Suhendar dan Bendahara Wilayah DPW Hidayatullah Jawa Barat Hasby Al Faruqi memberikan penguatan dan arahan organisasi.
Andi Ahmad Suhendar mengatakan, forum Monev menjadi kesempatan bagi pengurus wilayah untuk mendengarkan dan menyimak secara langsung perkembangan program yang telah dijalankan oleh masing-masing DPD.
“Program yang sudah berjalan harus disyukuri dan jika belum terealisasi maka ini catatan dan harus dievaluasi. Ini tantangan dan perjuangan di lembaga ini,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan tema kegiatan sebagai pijakan bersama dalam menjalankan gerakan organisasi, khususnya dalam upaya membangun peradaban Islam.
“Pengurus agar dapat bertransformasi dengan perubahan. Karena itu, kemampuan pengurus harus ditingkatkan, karena lingkungan pun selalu berubah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Suhendar memaparkan bahwa memasuki 50 tahun kedua, Hidayatullah dihadapkan pada sejumlah isu struktural dan manajerial yang membutuhkan penguatan serta konsolidasi kelembagaan.
Menurutnya, tantangan tersebut setidaknya berpusat pada empat poros strategis, yakni suksesi kepemimpinan, tata kelola sumber daya insani (SDI), kualitas kelembagaan, dan otonomi finansial.
“Tantangan ini berpusat pada empat poros strategis: suksesi kepemimpinan, tata kelola SDI, kualitas kelembagaan, dan otonomi finansial,” pungkasnya.
Kegiatan Monev Rayon Barat yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang Zuhur tersebut dipandu J Haryanto.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dengan peserta aktif mengikuti setiap sesi pemaparan, evaluasi, serta penguatan organisasi.
Redaktur: Dadang Kusmayadi


