![]() |
| Foto: Nouval Abdullah |
HIDAYATULLAHJABAR.COM, BANDUNG BARAT — Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah menggelar panen perdana bawang merah di Kampung Pangkalan RT 02/RW 08, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dari lahan seluas 2.000 meter persegi, panen perdana tersebut menghasilkan sekitar satu ton bawang merah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya
Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah dalam mengembangkan sektor pertanian
sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi dan kemandirian pesantren.
Program budidaya bawang merah tersebut juga
melibatkan masyarakat sekitar. Sebanyak 15 petani turut terlibat dalam proses
pengelolaan dan budidaya, mulai dari tahap penanaman hingga panen.
Panen perdana tersebut dihadiri Direktur
Marketing BMH Pusat, Ustaz Zainal Abidin, bersama sejumlah rekan. Hadir pula H.
Sabroni selaku tim konseptor dan pendukung sistem pengembangan pesantren.
Dukungan terhadap pengembangan sektor
pertanian tersebut juga datang dari DPW Hidayatullah Jawa Barat melalui
Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jabar. Dukungan ini merupakan bagian dari
komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi produktif di lingkungan
pesantren, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dan pemberdayaan
masyarakat.
Ketua Yayasan At Taqwa Hidayatullah, Affan
Fallas, didampingi Koordinator Lapangan Pertanian Abdul Kholik, menyambut baik
capaian panen perdana tersebut.
Affan mengatakan, hasil panen menjadi
langkah awal untuk terus mengembangkan sektor pertanian di lingkungan pesantren
sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
«“Alhamdulillah, panen perdana ini menjadi
langkah awal yang baik. Kami melihat pertanian memiliki potensi untuk terus
dikembangkan dan dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi pesantren.
Keterlibatan petani sekitar juga menjadi bagian penting agar program ini
memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Affan.»
Menurutnya, pengembangan pertanian tidak
hanya diarahkan pada hasil produksi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem
pemberdayaan masyarakat yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Abdul Kholik selaku
Koordinator Lapangan Pertanian mengatakan, keterlibatan 15 petani di sekitar
pesantren merupakan bagian dari proses membangun kerja sama dan pemberdayaan
masyarakat.
“Harapannya, kerja sama antara pesantren
dan petani sekitar dapat terus diperkuat. Tidak hanya dalam produksi, tetapi
juga melalui pendampingan, pengembangan pengetahuan pertanian, dan penerapan
sistem yang berkelanjutan,” kata Abdul Kholik.
BMH Siap Dukung Pengembangan Bawang Merah
dari Benih Biji
Direktur Marketing BMH Pusat, Ustaz Zainal
Abidin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan panen perdana tersebut. Ia juga
mengajak Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah untuk mengembangkan kerja
sama dalam penanaman bawang merah yang dimulai dari benih biji.
Menurut Zainal, pengembangan dari benih
biji menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan bersama untuk
memperkuat program pertanian pesantren.
«“Kami mengajak untuk bisa bekerja sama
dalam penanaman bawang merah dari benih biji. Insyaallah BMH siap mendukung dan
memberikan support terhadap pengembangan program ini,” ujar Zainal Abidin.»
Ia berharap kerja sama tersebut dapat
menjadi bagian dari pengembangan pertanian pesantren secara lebih luas dan
memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terlibat.
Dorong Pertanian Organik Secara Bertahap
Sementara itu, H. Sabroni menekankan
pentingnya penerapan sistem pertanian organik dalam pengembangan program
pertanian pesantren.
Menurutnya, penerapan pertanian organik
perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses dan kondisi lahan.
Ia menyebut, saat ini telah tersedia formulasi yang digunakan untuk mendukung
proses tersebut.
«“Kita harus kembali kepada pertanian
organik secara bertahap. Saat ini sudah ada formulasi yang digunakan dan terus
dikembangkan untuk mendukung penerapan sistem pertanian tersebut,” ujar H.
Sabroni.»
Ia menambahkan, penerapan sistem pertanian
organik membutuhkan konsistensi, pendampingan, serta pengelolaan yang baik agar
dapat berjalan secara berkelanjutan.
Panen perdana bawang merah dengan hasil
sekitar satu ton dari lahan seluas 2.000 meter persegi ini menjadi momentum
penting bagi Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah untuk melanjutkan dan
memperluas pengembangan sektor pertanian.
Dengan dukungan DPW Hidayatullah Jawa Barat
melalui Departemen Ekonomi, sinergi bersama BMH serta keterlibatan 15 petani di
sekitar pesantren, program tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi
wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekonomi dan
kemandirian pesantren. Pesantren bertani, masyarakat diberdayakan, ekonomi umat
dikuatkan.[ ]
Rep: Nouval Abdullah
Red: Iman

